Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Urgensi Peningkatan Kinerja Pegawai Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Pegawai Pada Rs Bau-bau

Urgensi Peningkatan Kinerja Pegawai Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Pegawai Pada Rs Bau-bau

Ratings: (0)|Views: 63 |Likes:
Published by Asdar Dar

More info:

Published by: Asdar Dar on Mar 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

 
URGENSI PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI DALAM RANGKAMENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN(Studi Pada Puskesmas Meo-Meo Kelurahan Wameo Kecamatan Murhum Kota Baubau)Haryati Failu)
1
Akhyar Abdullah)
2
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Haluoleo Kendari  Jurusan Ilmu Administrasi Tahun 2012
ABSTRAK 
Penelitian ini bertujuan utnuk mengetahuiUrgensi Peningkatan Kinerja Pegawai Dalam RangkaMeningkatkanMutu Pelayanan Kesehatan PadaPuskemas Meo-Meo Kelurahan Wameo KecamatanMurhum Kota Baubau.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhPegawai Negeri Sipil yang berada di Puskesmas Meo-Meo berjumlah 25 orang dan Pasien yang sedang berobat di Puskesmas Meo-Meo berjumlah 10 orang.Kemudian ditambah 2 oran informan diantaranyaKepala Puskesmas Meo-Meo Kelurahan WameoKecamatan Murhum Kota Baubau dan salah satu pasien yang dijadikan sebagai informan penelitian.Teknik pengumpulan data dalam penelitian initerdiri atas : Studi Kepustakaan (Library Study),Penelitian Lapangan (Fiel Research) yang terdiri dariwawancara, observasi dan angket.Hasil penelitian menunjukan bahwa urgensi pelaksanaan pelayanan kesehatan pada puskesmasMeo-Meo sudah sangat urgen, namun masih perluadanya peningkatan kinerja pegawai agar mutu pelayanan kesehatan dimata masyarakat/pasien dinilai baik lagi.
PENDAHULUAN
Dalam setiap organisasi terdapat unsur-unsur  penting salah satunya adalah sumber daya manusiayang berfungsi sebagai tenaga penggerak jalannyaorganisasi menuju terciptanya tujuan organisasi yangtelah ditentukan sebelumnya. Organisasi atau instansi, perlu mengetahui berbagai kelemahan dan kelebihan pegawai sebagai landasan untuk memperbaiki produktivitas dan pengembangan pegawai, sehinggakinerja pada setiap instansi harus dioptimalkan demimajunya instansi tersebut. Untuk itu, perlu dilakukan penilaian kinerja secara periodik yang berorientasi pada masa lalu dan masa yang akan datang. Penilaiandimaksudkan untuk mengetahui apakah kerja para pegawai sudah memenuhi standar kerja.Salah satu sasaran utama dari pelaksanaan pembinaan pegawai adalah untuk meningkatkankinerja. Kinerja menurut Mangkunegara (2000:67) bahwa kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secarakualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengantanggung jawab yang diberikan kepadanya. Sehinggaevektifitas dan efisiensi kerja dapat berjalan dengansebaik-baiknya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.Setiaporganisasi atau instansi dalammelakukan program diarahkan selalu berdaya gunamencapai tujuannya, salah satu faktor kelancarantujuan suatu organisasi adalah mengidentifikasi danmengukur kinerja pegawai. Kinerja pada dasarnyaadalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan(Malthis, 2002:78). Kinerja pegawai mempengaruhi banyak mereka memberikan kontribusi kepadaorganisasi. Setiap pekerjaan memiliki kriteria pekerjaan yang spesifik atau dimensi kerja yang pekerjaannya mengidentifikasi elemen-elemen yang penting dari suatu pekerjaan.Kinerja pegawai dalam suatu instansi sangatdipengaruhi oleh banyak hal khususnya pengelolaanyang dilakukan oleh pemimpin dalam mengatur danmengevaluasi kinerja para pegawainya. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan akan menjadi titik nadir dalam meningkatkan mutu Puskesmas di masyarakat.Manajemen pegawai yang kurang baik akanmenghasilkan kinerja yang selaras dengannyamisalnya rapat-rapat yang jarang bahkan tidak dibatasikepada para pegawai menjadikannya kekeliruan dalam bertindak sehingga setiap pegawai dapat menyerempet bahkan mengambil kerja pegawai lainnya.Pelayanan kesehatan yang memadai merupakandambaan masyarakat. Pelayanan kesehatan adalahsalah satu kebutuhan mendasar selain pangan dan juga pendidikan. Penduduk Indonesia yang jumlahnyamelebihi 200 juta jiwa tidak mungkin harus bergantung dari rumah sakit yang jumlahnya sedikitdan tidak merata penyebarannya. Pelayanan kesehatanyang bermutu juga masih jauh dari apa yangdiharapkan oleh masyarakat. Maka UU kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 menekankan pentingnya upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan khususnya ditingkat puskesmas, selanjutnya dalam Undang-undang No 23 tahun 1999 Pasal 10 dinyatakan bahwa untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagimasyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatankesehatan
(promotif,
 pencegahan penyakit
(preventif),
 penyebuhan penyakit
(kuratif),
dan pemulihankesehatan
(rehabilitatif))
yang dilaksanakan secarahmenyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan.Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas)adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakanupaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu,merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakatdengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakanhasil oleh pemerintah serta masyarakat. Upayakesehatan diselenggarakan dengan menitik beratkan pelayanan kepada masyarakat luas guna mencapaiderajat kesehatan yang optimal tanpa mengabaikanmutu pelayanan kepada perorangan.Dalam Undang-Undang Dasar NegaraIndonesia diamanatkan bahwa Kesehatan merupakansalah satu aspek dari hak asasi manusia, yaitusebagaimana yang tercantum dalam pasal 28 H ayat(1) : “ setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapat lingkunganhidup yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Aturan di atas menjadi pengejawantahan dari tanggungjawab pemerintahuntuk melindungi dan mengatur masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang maksimalgunamenghasilkan mutu kesehatan yang optimal.Pembangunan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauandan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umumsebagai yang dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan Kesehatantersebut diselenggarakan dengan berdasarkan kepada
 
Sistem Kesehatan Nasional ( SKN ) yaitu suatutatanan yang menghimpun berbagai upaya BangsaIndonesia secara terpadu dan saling mendukung gunamenjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.Sebagai pelaku dari pada penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah masyarakat, pemerintah ( pusat, provinsi, kabupaten/kota ), badanlegeslatif serta badan yudikatif. Dengan demikiandalam lingkungan pemerintah baik Pemerintah Pusatdan Pemerintah Daerah harus saling bahu membahusecara sinergis melaksanakan pembangunan kesehatanyang terencana, terpadu dan berkesinambungan dalamupaya bersama-sama mencapai derajat kesehatan yangsetinggi-tingginya.Keberhasilan Kesehatan berperan pentingdalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Untuk mencapaikeberhasilan dalam pembangunan bidang kesehatantersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatansecara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Dalam halini Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis DinasKesehatan merupakan penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang pertamadi wilayah kerjanya masing-masing. Puskesmas sesuaidengan fungsinya (sebagai pusat pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaanmasyarakat dan keluarga serta pusat pelayanankesehatan dasar) berkewajiban mengupayakan,menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan yang bermutu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkwalitas dalam rangkamencapai tujuan pembangunan kesehatan Nasionalyaitu terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang.Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinaskesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawabmenyelenggarakan pembangunan kesehatan di satuatau sebagai wilayah kecamatan (KEPMENKES No.128 th 2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas).Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakansalah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakatyang amat penting di Indonesia. Puskesmas jugamerupakan unit pelaksana fungsional yang berfungsisebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidangkesehatan serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secaramenyeluruh, dan berkesinambungan pada suatumasyarakat yang bertempat tinggal dalam suatuwilayah. Puskesmas sering disebut sebagai
 primarycare
yaitu sebagai pelayanan kesehatan tingkat pertama karena ia letaknya paling dekat denganmasyarakat.Melihat fungsi dan tugas puskesmas yangsangat penting maka pengelolaan pegawai menjadifaktor yang tidak dapat dilupakan bahkan diabaikanmerupakan salah satu dimensi jatuhnya kualitas puskesmas di tengahmasyarakat. Kinerja pegawaisangat diharapkan untuk mendorong stabilitas tenagakesehatan dalam melayani masyarakat danmenyembuhkan penyakit yang mereka derita. Dilihatdari perkembangan kualitas kinerja pegawai di puskesmas, masih terdapat beberapa hal yang harusdiperbaharui berdasarkan informasi yang diterimaselama ini.Selaras dengan masalah-masalah puskesmas pada umumnya, Puskesmas Meo-meo yang terletak diKelurahan Wameo Kecamatan Murhum Kota Baubau juga memiliki masalah yang sama. Proses pelayanankesehatan masih kurang baik diselenggarakan gunamenjalankan fungsinya sebagai
 primary care
dimasyarakat. Dimulai dari keterlambatan kerja pegawaihingga ketersediaan dokter umum dan tenaga medislainnya. Sarana dan prasarana yang belum memadaikerap kali membatasi ruang peningkatan pelayanankesehatan. Pelayanan kesehatan terhadap pasien jugakerap dapat menimbulkan pertengkaran antar sesamakarena pihak puskesmas tidak menyediakan nomor antrian yang justru hal ini dilakukan oleh klinik-klinik kecil yang ada di Kota Baubau.Berdasarkan uraian di atas maka calon penelitimerasa tertarik untuk meneliti lebih jauh untuk melakukan penelitian sehubungan dengan peningkatanmutu pelayanan kesehatan dengan mengangkat judul“Urgensi Peningkatan Kinerja Pegawai Dalam RangkaMeningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan (Studi PadaPuskesmas Meo-meo Kelurahan Wameo KecamatanMurhum Kota Baubau)”.Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian iniyaituSeberapa penting (Urgensi) peningkatan kinerja pegawai dalam meningkatkan mutu pelayanankesehatan pada Puskesmas Meo Meo,Kelurahan Wameo Kecamatan Murhum Kota Baubau.Adapun tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui Seberapa pentingnya (Urgensi)Peningkatan Kinerja Pegawai Dalam RangkaMeningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan PadaPuskesmas Meo Meo Kelurahan WameoKecamatan Murhum Kota Baubau.Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah (a) Sebagai bahan masukan bagi pemerintah khususnya Dinas Kesehatan Kota Baubaudalam mutu pelayanan kesehatan.(b) Sebagai bahanmasukan bagi para petugas medis/kesehatankhususnya petugasPuskesmas Meo –Meo KelurahanWameo Kecamatan Murhum Kota Baubau untuk meningkatkan tugas dan tanggungjawabnya sebagai petugas kesehatan serta dapat mencari langkah-langkah konkrit untuk peningkatan/perbaikan mutu pelayanan Puskesmas Meo -Meo
METOPE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Meo-meo yang terletak di Kelurahan Wameo KecamatanMurhum Kota Baubau. Pemilihan tempat dinilaicukup representatif dan relevan dengan obyek  penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Denganadanya indikasi mengenai belum maksimalnya kinerja pegawai sehingga berimbas pada pelayanan kesehatanyang belum maksimal pula.Populasi penelitian adalah keseluruhan obyek  penelitian yang terdiri dari manusia sebagai sumber data yang memiliki karekteristik tertentu di dalamsuatupenelitian (Hadari, 2001:141). Populasi dalam penelitian ini adalah 35 orang yakni seluruh pegawainegeri sipil yang berada di Puskesmas Meo-meoKelurahan Wameo Kecamatan Murhum Kota Baubaudan pasien yang sedang berobat di Puskesmas Meo-Meo sebagai responden.Mengingat populasi yang jumlahnya relatif kecil maka sampel pada penelitian ini menggunakanmetode total sampling yaitu menetapkan secaralangsung keseluruhan populasi sebagai sampel penelitian, mengingat populasi penelitian masihterjangkau. Jadi peneliti menetapkan 25 orang tenagakesehatan sebagai responden dan 10 orang pasien/pengunjung sebagai responden penelitian.Menurut Suharsimi (1993:107) bahwa dalam pengambilan sampel yang apabila sampelnya kurangdari 100, lebiih baik diambil seluruhnya sehingga penelitian tersebut merupakan penelitian populasi.Selanjutnya jika subyeknya besar dapat diambil antara10-15% atau 20-25% atau lebih, dengan demikian
 
metode pengambilan sampel menggunakan metodetotal Sampling. Untuk mendukung data dari respondenmaka peneliti menetapkan 2 informan peneliti yaitukepala Puskessmas dan pasien yang sedang berobat diPuskesmas Meo-meo Kelurahan Wameo KecamatanMurhum Kota Baubau.Jenis dan sumber data dala penelitian ini terdiridari
 Data Primer 
, yaitu data yang bersumber dariinforman penelitian, meliputi data atau informantentang Urgensi Peningkatan Kinerja Pegawai DalamRangka Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan.
 Data Skunder 
, yaitu data yang bersumber dariPuskesmas Meo-meo Kelurahan Wameo KecamatanMurhum Kota BaubauUntuk memperoleh data dalam penelitian penulis menggunakan tehnik pengumpulan datameliputi (a) Studi Kepustakaan
(library study)
merupakan suatu metode penggumpulan data, untuk memperoleh data teoritis melalui buku-buku,dokumen dan laporan yang ada hubungannya denganmasalah yang diteliti.(b) Penelitian lapangan
(field rediarch)
merupakan penggumpulan data secaralangsung dari objek penelitian, dengan menggunakantehnik 
Opservasi
, yaitu pengamatan secara langsungdi lapangan untuk melihat Urgensi peningkatankinerja pegawai dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
 Angket 
, yaitu berupa daftar  pertanyaan untuk memperoleh keterangan dariresponden yang telah di tetapkan.
Wawancara
(Interviu) yaitu pengumpulan data yang dilakukandengan tatap muka dan Tanya jawab langsung untuk memperoleh informasi dari responden untuk memperoleh data yang diperlukan oleh peneliti.Analisis dan pengolahan data yang dilakukandengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif,dimana data digabarkan dengan menjelaskan secararinci dan sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan.
HASIL PENELITIAN
Puskesmas Meo-Meo terletak dalam wilayahKecamatan Murhum Kota Baubau dan merupakansalah satu dari 3 Puskesmas yang ada diwilayahKecamatan Murhum Kota Baubau yang dapatditempuh dengan kenderaan roda dua dan roda empatdan didirikan pada tahun 1993, dan merupakanPuskesmas induk di wilayah Kecamatan MurhumKota Baubau Sulawesi Tenggara.Jumlah penduduk dalam wilayah kerjaPuskesmas Meo-Meo tahun 2011 adalah 14.871 jiwa.Data jumlah penduduk dalam wilayah PuskesmasMeo-Meo cenderung berubah-ubah karena adanyaarus perpindahan yang sangat tinggi. Penduduk dalamwilayah kerja Puskesmas Meo-Meo sebahagian besar  bermata pencaharian dalam sektor jasa sepertiPedagang, Buruh harian, dan Nelayan yang lainnyasebagai pegawai negeri sipil (PNS). Penduduknyasebahagian besar memeluk agama Islam dan minoritasagama Kristen.Puskesmas Meo-Meo merupakan Puskesmasyang ada di wilayah Kecamatan Murhum, dimanaPuskesmas ini membina 1 unit Puskesmas Pembantu,1 unit Polindes, 1 unit Poskesdes dan 11 unitPosyandu yang masing-masing tersebar di empatKelurahan yang ada di Kecamatan Murhum ( WilayahKerja Puskesmas Meo-Meo)Sarana non pelayanan kesehatan yang ada diwilayah kerja Puskesmas Meo-Meo terdapat TK 1unit, SD 1 unit, dan Masjid/Mushola 1 unit.Sedangkan di Kelurahan Kaobula TK 2 unit, SD 3unit, dan Masjid/Mushola 1 unit, pada KelurahanLanto TK 2 unit, SD 2 unit, dan Masjid/Mushola 2unit. Sementara Kelurahan Nganganaumala TK 2 unit,SD 1 unit, dan Masjid/Mushola 4 unit.Jumlah tenaga kesehatan yang ada diPuskesmas Moe-Meo adalah sebanyak 35 orang yangterdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenagasukarela/honorer. Tenaga Puskesmas Meo-Meomemiliki jumlah tenaga yang cukup kecil untuk standar Puskesmas, hal ini apabila diimbangi denganmutu pelayanan yang baik maka akan dapatmenimbulkan kesejahteraan di bidang kesehatankhususnya masyarakat Kecamatan Murhum danMasyarakat Kota Baubau pada umumnya.Pada penelitian ini tenaga kesehatan yangdijadikan responden adalah tenaga kesehatan (PNS) diPuskesmas Meo-Meo, dan berdasarkan jenjang pendidikan terdiri dari 25 Orang tenaga kesehatanyang di jadikan sebagai responden, terdapat 2 orangsebagai dokter yaitu dokter gigi dan dokter umum, 2orang sarjana kesehatan Masyarakat (SKM), 4 orangSekolah Perawat (SPK), 5 orang Akademik Kebidanan(Akbid), 3 orang Akademik Keperawatan (Akper), 1orang SKKA, 2 orang SPAG, 1 orang Akademik Kesehatan Lingkungan (AKL), 2 orang Farmasi, 1orang Pekarya, 1 orang Apoteker, 1 orang YPGUsia responden dalam penelitian ini berkisar antara (25-55) tahun. Usia responden sebagian besar  berumur 35-39 tanun sebanyak 8 orang (32,00%), 40-44 tahun sebanyak 4 orang (16,00%), 25-29 tahun 4orang (16,00%), 30-34 tahun 4 orang (16,00%), dan45-49 tahun 3 orang (12,00%) serta 50-55 tahun 2orang (8,00%).Dalam rangka kesuksesan tenaga yangdilaksanakan pada Puskesmas Meo-Meo, makasangatlah tergantung pada manusianya yangmenjalankan tugas-tugasnya karena bagaimanapun juga sebaiknya program yang telah disusun, akantetapi bila manusia atau pegawainya yangmenjalankan tugas tidak mampu maka tujuanorganisasi sulit dicapai.Berikut ini merupakan distribusi respondenPuskesmas Murhum menurut tingkatgolongan/kepangkatanmenunjukan bahwa sebesar 12orang (48,00%) responden memiliki golongan II, 8orang (32,00%) responden golongan III dan 5 orang(20,00) responden golongan IV yang kesemuanyaterdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).Pada penelitian ini pasien yang dijadikanresponden adalah pasien yang sedang berobat diPuskesmas Meo-Meo Kelurahan Wameo KecamatanMurhum Kota Baubau pada saat penelitian berlangsung sebanyak 10 orang yang dipilih secaratotal sampling dengan criteria-keriteria yang telahditentukan sebelumnya. Karakteristik pasien sebagairesponden dibagi atas dua bagian yakni berdasarkan jenjang pendidikan dan faktor usia.Jenjang pendidikan responden untuk pasienmenunjukan bahwa dari 10 orang responden, terdapat2 orang (20,00%) jenjang pendidikan SMP, 7 orang(70,00%) jenjang pendidikan SMA dan 1 orang(10,00%) jenjang pendidikan perguruan tinggi.Untuk mengetahui rasio pasien yang datang berobat di Puskesmas Meo-Meo untuk mendapatkanPelayanan kesehatan aka dengan ini penulismenggabarkan jumlah responden jika dilihat berdasarkan usia menunjukan bahwa 3 orang(30,00%) responden berusia 11 –25 tahun, 4 orang(40,00%) responden berusia 26 –35 tahun, dan 3orang (30,00%) responden berusia 36-45 tahun.Dalam setiap instansi/unit pelayanan adastruktur organisasi yang mengatur jalur komandodalam penyelenggaraan dan pelaksanaan pelayanan.Struktur organisasi bertujuan meningkatkan efektifitas

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->