menetes percuma. Dan di masa-masa itu, hiduplahdi London anak perempuan bernama PollyPlummer.Dia tinggal di salah satu rumah di deretanpanjang rumah yang berdempetan. Di suatupagi, dia sedang berada di kebun belakangketika seorang anak laki-laki datang berlaridari kebun sebelah dan meletakkan kepalanyadi atas pagar tembok. Polly sangatlah terkejutkarena hingga saat ini belum pernah ada anakanakdi rumah itu, hanya Mr Ketterly danMiss Ketterley, kakak-beradik, perjaka tua danperawan tua, tinggal bersama. Jadi Polly mendongak,penuh rasa ingin tahu. Wajah anaklaki-laki asing itu sangat kotor. Nyaris tidakakan bisa lebih kotor lagi bila dia menggosokkantangan ke tanah dulu, menangis keras,lalu mengeringkan wajah dengan kedua tangannya.Bahkan sebenarnya, bisa dibilang itulahyang baru saja dia lakukan."Halo," sapa Polly."Halo," sapa anak laki-laki itu. "Siapa namamu?""Polly," jawab Polly. "Kalau namamu?""Digory," jawab si anak laki-laki."Wah, namamu aneh sekali!" kata Polly."Lebih aneh mana dengan Polly?" kata Digory.10
Leave a Comment