kedua sekte itu untuk hadir sebagai saksi dan juri.Di antara kedelapan orang saksi yang hadir itu, semuanya jago-jago persilatanterkemuka di daerah Hunlam. Hanya si pemuda baju putih tadi yang sama sekali tidakterkenal dan dikenal, tapi justru ia tertawa geli ketika melihat lelaki she Kiongrada sempoyongan.Pemuda berbaju putih itu ikut hadir bersama jago silat tua dari Hunlam selatan, BeNgo-tek. Sebagai saudagar teh yang kaya raya, Be Ngo-tek terkenal bertangan sangatterbuka, setiap orang persilatan yang sedang dirundung nasib malang dan datangminta bantuannya, pasti dia melayani dengan segala senang hati. Sebab itulahpergaulannya dengan orang Bu-lim sangat luas, sebaliknya tentang ilmu silatnyatiada sesuatu yang luar biasa.Ketika hadir dan mendengar Be Ngo-tek memperkenalkan pemuda baju putih itu sheToan, Co Cu-bok tidak menaruh perhatian apa-apa, sebab Toan adalah nama keluargakerajaan Tayli di daerah Hunlam yang sangat umum, ia menduga pemuda she Toan tentuadalah murid Be Ngo-tek, padahal ilmu silat kakek she Be itu hanya biasa saja,muridnya tentu juga tidak sulit untuk diukur. Maka ia hanya menyambut mereka ketempat duduk yang sudah disediakan. Siapa duga pemuda itu berani menertawai anakmurid Co Cu-bok ketika menggunakan jurus pancingan tadi.Dalam pada itu karena sudah menang tiga kali di antara empat babak pertandingan,kemenangan sekte timur sudah pasti, maka beberapa tokoh yang menjadi juri, sepertimurid tertua dari Tiam-jong-pay, Liu Ci-hi, Leng-siau-cu, imam dari kuil Giok-cin-koan di Ay-lo-san, Kah-yap Siansu dari Tay-kak-si dan Be Ngo-tek, beramai-ramaisama mengucapkan selamat pada Co Cu-bok.Dengan tertawa senang Co Cu-bok berkata, Empat murid yang diajukan Sin-sumoay
�
tahun ini, ilmu pedangnya ternyata boleh juga, lebih-lebih babak keempat ini,kemenangan kami boleh dikatakan sangat kebetulan. Sungguh Tu-sutit yang masih mudaini tidaklah terbatas hari depannya, bukan mustahil lima tahun yang akan datangsekte timur dan barat kita akan bertukar tempat, Hahaha!
�
Begitulah habis terbahak-bahak, mendadak lirikan matanya mengarah pada pemuda sheToan, lalu berkata pula, Tadi muridku yang tak becus itu menggunakan tipu
�
pancingan untuk mengalahkan lawan, tapi saudara ini tampaknya merasa tidaksepaham. Kita adalah orang sendiri, jika Toan-heng ada minat, marilah silakanturun kalangan memberi petunjuk sejurus-dua? Nama Be-goko mengguncangkan Tin-lam(Hunlam selatan), di bawah panglima pandai tiada prajurit lemah, tentu anakmuridnya tidak boleh dipandang enteng.
�
Muka Be Ngo-tek menjadi merah, cepat sahutnya, Harap Co-hiante jangan salah
�
mengerti. Toan-heng ini bukanlah muridku. Apalagi dengan sedikit kepandaiancakar-kucing yang kumiliki ini mana ada harganya menjadi guru orang, harap Co-
� �
hante jangan bergurau. Kedatangan Toan-heng ini ke sini hanya secara kebetulansaja ingin ikut menyaksikan keramaian, karena mendengar akan diadakan pertandingandi antara kedua sekte golonganmu, maka tanpa pikir aku telah mengajaknya kemari.
�
Mendengar pemuda she Toan itu tiada hubungan apa-apa dengan Be Ngo-tek, Co Cu-bokpikir kebetulan malah, sebab kalau dia muridnya, betapa merasa sungkan.Orang macam apa aku Co Cu-bok ini sehingga ada orang berani terang-terangan
�
menertawai Bu-liang-kiam di dalam Kiam-oh-kiong sini? Karena berpikir demikian,
�
dengan tertawa dingin Co Cu-bok berkata pula, O, kiranya demikian. Mohon tanya
�
siapakah nama Toan-heng yang terhormat, entah murid orang kosen dari mana?
�
Cayhe bernama Ki, satu huruf melulu, tidak pernah mengangkat guru juga tidak
�
Leave a Comment
Wonderful! Love this.