KANG ZUSI website http://cerita-silat.co.cc/Orang yang mengalangi jembatan ini juga pemuda berusialikuran saja, memakai ikat kepala sebangsa kaum pelajar,berbaju biru berlengan longgar dari bahan yang mahal,sepatunya bersol tebal, mukanya putih, bibirnya merah dangigi rajin, kelihatan terpelajar dan lembut, cuma sayangsikapnya memperlihatkan gaya binal dan sok aksi.Agaknya dia tidak tahu ada orang lain hendak melintasjembatan, ia masih terus bersandar di langkan jembatansambil bergurau dengan anak gadis di bawah jembatan,katanya dengan tertawa, "Apakah nona tidak berdusta? Bilalangsung lurus ke arah depan sana akan sampai di kota Kim-tan?"Terdengar gadis di kolong jembatan menjawab dengantertawa, "Memang betul jalan ini menuju ke Kim-tan. Ai, kauini bagaimana, masa harus kuulangi lagi baru mau percaya?"Nada si nona seperti kurang senang, namun wajahnya tidakmengunjuk sesuatu rasa tidak senang, nyata dia tidak jemuterhadap pemuda pelajar ini, bahkan boleh dikatakan radakesengsem padanya.Pemuda pelajar itu terbahak, "Haha, maaf! Soalnya akukhawatir kesasar, maka tanya lebih jelas. Eh, apakah nonapenduduk di sini?"Gadis itu mengiakan."Apa nama tempat ini?" tanya pemuda itu."Hoa-keh (sungai bunga).""Ah, nama yang indah! .... Eh, mohon tanya siapa nama nonayang harum?"
Leave a Comment