• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
KANG ZUSI website http://cerita-silat.co.cc/Judul asli Mandarin: You Xia LuInggris: The Tale of a Wandering SwordsmanSaduran: Gan KL (tahun 1980-81)Ebook oleh : Dewi KZScan book oleh : BBSCJilid 1Musim semi di daerah Kanglam (selatan sungai Yangtze), bumiraya diliputi pemandangan alam yang memikat.
 
KANG ZUSI website http://cerita-silat.co.cc/Tibalah waktunya orang-orang menikmati suasana gembiraria.Di kota hiruk-pikuk, cahaya lampu gemerlapan dengankehidupannya yang beraneka ragamnya. Di desa sunyi sepi,pepohonan menghijau permai, di mana-mana terlihat gairahhidup musim semi.Dalam suasana yang demikian itulah seorang pemudapenunggang seekor kuda putih mulus gagah sedangmenyusuri lereng gunung yang indah dengan santai.Usia anak muda ini sekitar 24-25 tahun, memakai ikat kepalawarna biru, berbaju satin merah ringkas dan membawa ransel,memakai sepatu bersol tipis, sebatang pedang tergantung dipinggangnya, nyata seorang pemuda yang gagah dan cakap.Ia membiarkan kudanya berjalan dengan santai sembariberdendang perlahan membawakan lagu yang memujikeindahan musim semi.Tanpa terasa ia sampai di depan sebuah jembatan kecil.Lebar jembatan kurang-lebih cuma tiga kaki saja, melintang diatas sebuah sungai yang lebarnya sekira dua tombak lebih.Maksud pemuda itu hendak melintas jembatan, tapi terpaksaia harus menunggu di ujung jembatan. Sebab, di atasjembatan ada orang.Anehnya, kebetulan orang di atas jembatan itu juga membawaseekor kuda putih gagah perkasa, cuma dia tidak menunggangdi atas kuda melainkan berdiri di atas jembatan denganmemegang tali kendali. Ia lagi berdiri bersandar di langkanjembatan dan asyik bercengkerama dengan seorang gadispencuci pakaian di kolong jembatan.
 
KANG ZUSI website http://cerita-silat.co.cc/Orang yang mengalangi jembatan ini juga pemuda berusialikuran saja, memakai ikat kepala sebangsa kaum pelajar,berbaju biru berlengan longgar dari bahan yang mahal,sepatunya bersol tebal, mukanya putih, bibirnya merah dangigi rajin, kelihatan terpelajar dan lembut, cuma sayangsikapnya memperlihatkan gaya binal dan sok aksi.Agaknya dia tidak tahu ada orang lain hendak melintasjembatan, ia masih terus bersandar di langkan jembatansambil bergurau dengan anak gadis di bawah jembatan,katanya dengan tertawa, "Apakah nona tidak berdusta? Bilalangsung lurus ke arah depan sana akan sampai di kota Kim-tan?"Terdengar gadis di kolong jembatan menjawab dengantertawa, "Memang betul jalan ini menuju ke Kim-tan. Ai, kauini bagaimana, masa harus kuulangi lagi baru mau percaya?"Nada si nona seperti kurang senang, namun wajahnya tidakmengunjuk sesuatu rasa tidak senang, nyata dia tidak jemuterhadap pemuda pelajar ini, bahkan boleh dikatakan radakesengsem padanya.Pemuda pelajar itu terbahak, "Haha, maaf! Soalnya akukhawatir kesasar, maka tanya lebih jelas. Eh, apakah nonapenduduk di sini?"Gadis itu mengiakan."Apa nama tempat ini?" tanya pemuda itu."Hoa-keh (sungai bunga).""Ah, nama yang indah! .... Eh, mohon tanya siapa nama nonayang harum?"
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...