Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Danau

Danau

Ratings: (0)|Views: 113 |Likes:
Published by Wildan Kesuma Putra

More info:

Published by: Wildan Kesuma Putra on Mar 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2013

pdf

text

original

 
Danau
 Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi.Danau memiliki ciri khas air yang tenang sehingga kondisi biotik dan abiotiknya relatif stabil. Daerah yang dapat ditembus cahaya mataharimemungkinkan terjadinya fotosintesis disebut daerah fotik. Adapun daerah yang tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari disebut daerahafotik.Pada umumnya danau memiliki tiga zona, yaitu
 zona litoral, zona limnetik, dan zona profundal.
Sebelum penjelasan silahkan lihat dulugambar berikut ini.
Klik gambar untuk memperbesar 
 
 Zona litoral 
merupakan daerah dangkal berdekatan dengan tepi danau dan dapat ditembus cahaya dengan optimal. Di zona litoral terdapattumbuhan yang berakar dan alga yang mengapung. Sedangkan hewan yang terdapat di ekosistem danau adalah siput dan remis, serangga,Crustacea, ikan, amfibi, reptil air dan semiair seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa.
 Zona limnetik 
merupakan daerah yang jauh dari tepi danau, namun masih dapat ditembus cahaya. Pada zona ini, fitoplankton dantumbuhan yang berfotosintesis menyediakan makanan bagi zooplankton, ikan-ikan, dan hewan lainnya.
 Zona profundal 
merupakan daerah yang tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari (afotik). Pada zona ini hidup predator heterotrof danbentos (hidup di dasar air) yang mendekomposisi (menguraikan) limbah-limbah organik. Selain itu, pada zona profundal terdapat banyakbakteri dan makhluk hidup lain yang dapat hidup secara anaerob.
 
Danau adalah badan air yang dikelilingi daratan dan dikelompokkan sebagai salah satujenis lahan basah. Danau digolongkan ke dalam lahan basah alami bersama hutanmangrove, rawa gambut, rawa air tawar, padang lamun dan terumbu karang (Wulandari,2006).
 
 
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai daribeberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. Daerah pada danau dapat dibagiberdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya mataharisehingga terjadi fotosintesis disebut daerah
trofogenik 
atau
 fotik 
. Zona di bawah daerahtropogenik disebut zona
trofolitik 
yang merupakan zona dengan intensitas cahaya tidak mampu mendukung kehidupan tumbuhan (Leksono, 2007).
 
Ekosistem perairan, baik perairan sungai, danau maupun perairan pesisir dan laut merupakan kumpulan dari komponen abiotik (fisika-kimia) dan biotik (organisme hidup)yang berhubungan satu sama lain dan saling berinteraksi membentuk suatu strukturfungsional. Perubahan pada salah satu dari komponen tersebut akan mempengaruhikeseluruhan sistem kehidupan yang ada di dalamnya (Fachrul, 2008).
 
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai kedalaman dan jarak daritepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi empat daerah sebagai berikut (Leksono, 2007):
 
1.
 
Daerah litorial
 
Derah litorial merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus denganoptimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan airberakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air. Komunitas organismesangat beragam termasuk jenis-jenis alga yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga, crustacea, ikan, amfibi, reptilia, dan beberapa mamalia yang seringmencari makan di danau.
 
2.
 
Daerah limnetik 
 
Daerah limnetik merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggangdan sianobakteri. Ganggang berfotosinteis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggiselama musim panas dan musim semi. Zooplankton yang tergolong Rotifera dan udang-udangan kecil memangsa fitoplankton.
 
3.
 
Daerah profundal
 
Daerah profundal merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau. Mikrobadan organisme lain menggunkan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisizat organik yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.Menurut Odum (1993), zona profundal merupakan bagian dasar dan daerah air yang dalamyang tidak dapat tercapai oleh penetrasi cahaya.
 
4.
 
Daerah bentik 
 
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisaorganisme mati. Menurut Campbell dkk (2004), zona bentik (
Bhentic zone
) terbuat daripasir dan sedimen organik dan anorganik (
ooze
) zona bentik ditempati oleh komunitasorganisme yang secara kolektif disebut bentos.
 
 
 
Gambar 2.1 Empat Zona Utama di Perairan Air Lentik (Campbell, 2004)
 
Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik, yaitusebagai berikut (Leksono, 2007):
 
1. Danau Oligotropik 
 
Oligotropik 
merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kurang nutrienterutama fosfor. Fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciri-ciri danauoligotropik, airnya jernih dihuni oleh sedikit organisme, sedangkan di bagian dasar banyak terdapat oksigen sepanjang tahun karena sedikit sisa-sisa organisme mati.
 
2. Danau Eutrofik 
 
Eutrofik 
merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandunganmakanan karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-ciri danau eutrofik adalah airnyakeruh, terdapat macam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah
 profundal 
.Danau
oligotrofi
k dapat berkembang menjadi danau
eutropik 
akibat adanya materi-materiorganik yang masuk dan endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitasmanusia, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yangmemperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadipeledakan populasi ganggang atau
blooming
sehingga terjadi produksi zat organik yangberlebihan dan akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut. Proses suksesidanau seperti itu disebut eutrofikasi. Eutrofikasi membuat air tidak dapat digunakan lagidan mengurangi nilai keindahan danau.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->