Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
laporan kkn[kajian perda sumbangan pihak ketiga kepada pemerintah daerah]

laporan kkn[kajian perda sumbangan pihak ketiga kepada pemerintah daerah]

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 1,612 |Likes:
Published by Siskaliana Dianita

More info:

Published by: Siskaliana Dianita on Mar 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
1.1Deskripsi Masalah
Visi Pembangunan Nasional yang tertuang dalam RencanaPembangunan Jangka Menengah tahun 2004 2009 adalah: (1)Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang aman,bersatu, rukun dan damai; (2) Terwujudnya masyarakat, bangsa, danNegara yang menjunjung tinggi hokum, kesetaraan, dan hak asasimanusia, serta (3) Terwujudnya perekonomian yang mampumenyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak sertamemberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yangberkelanjutan.Selanjutnya berdasarkan visi pembangunan nasional tersebutditetapkan 3 (tiga) Misi Pembangunan Nasional Tahun 2004-2009,yaitu (1) mewujudkan Indonesia yang aman dan damai (2)mewujudkan Indonesia yang adil dan demokretis (3) mewujudkanIndonesia yang sejahtera.
 
Pasal 79 huruf (a) UU No. 22 Tahun 1999 tentang PemerintahanDaerah memasukkan klausul "lain-lain pendapatan asli daerah yangsyah" (selain pajak, retribusi, dan hasil perusahaan dan hasilpengelolaan kekayaan daerah) sebagai salah satu komponen darisumber PAD suatu daerah. Oleh pihak pemerintah daerah, klausul iniditerjemahkan, antara lain, dalam pembuatan perda yang mengatur partisipasi dan sumbangan finansial dari pihak ketiga (utamanya
1
 
pelaku bisnis) sebagai tambahan biaya peningkatan pelayananbirokrasi, pelestarian lingkungan sekitar lokasi usaha, atau pun bagipembangunan daerah bersangkutan secara keseluruhan.Secara historis, kebijakan penarikan sumbangan dari pihak ketiga ini juga memiliki presedennya dalam masa penerapan otonomi daerah diera Orde Baru. Sangat banyak perda yang lahir untuk mengatur penyelenggaraannya dan pemerintah pusat pun memberikankerangka aturan perundang-undangan sebagai panduan tata caranya.Diantaranya adalah melalui Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1975tentang Pengurusan, Pertanggungjawaban dan PengawasanKeuangan Daerah; Peraturan Menteri No. 14 Tahun 1974 tentangBentuk Peraturan Daerah; Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 08Tahun 1978 tentang Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga KepadaDaerah; dan seterusnya. Dengan perda yang dikeluarkannya,pemerintah dapat menghimbau atau bahkan memaksa sumbangandan partisipasi dari subyek pihak ketiga guna membiayai pengeluarantertentu di suatu daerah.Dalam kaitannya dengan pelaksanaan otonomi daerah sekarang ini,sejumlah besar kabupaten, kota maupun propinsi telah mengeluarkanperda baru atau pada sebagiannya lagi hanya meneruskan perdalama yang berkaitan dengan upaya penarikan sumbangan dari pihakketiga (atau dengan variasi nama lainnya, tapi menunjukan maksudyang sama). Diantaranya adalah Kabupaten Tapin, Kabupaten FloresTimur, Kota Palu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten AcehSingkil, Kabupaten Poso, Kota Bitung, Kota Balikpapan, Kota TobaSamosir, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Gorontalo, KabupatenKota Waringin, Kabupaten Kampar, Kabupaten Asahan, Propinsi
2
 
NTB, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Tanah Toraja. Secaraumum, bertolak dari segi-segi pertimbangan tertentu, berikut inidiajukan beberapa catatan dan kritikan atas perda tersebut.Berdasarkan hal terurai di atas dan dalam rangka kuliah kerja nyatasebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Sekolah TinggiKeguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia( STKIP – PGRI) Sukabumi, penulis tertarik untuk menulis laporandengan tema: “
Kajian Perda "Sumbangan Pihak Ketiga KepadaPemerintah Daerah 
”.
 
1.2Identifikasi Masalah
Berdasarkan deskripsi masalah yang telah diuraikan di atas, makaberikut ini penulis mengidentifikasi masalah yang ada di DesaCikembar Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi adalah sebagaiberikut:
1.
Bagaimana upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerahmasyarakat di desa Cikembar Kecamatan Cikembar KabupatenSukabumi ?
2.
Bagaimana kondisi Pendapatan Asli Daerah di Desa Cikembar Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi ?
3.
Bagaimana kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayananPendapatan Asli Daerah di Desa Cikembar Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi ?
3

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Da Ton liked this
Akhirul Hajri liked this
John Carles liked this
melbrong liked this
Edi Irawan liked this
Feby Polymorpa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->