Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Melacak Genealogi Nalar Arab-Abid R

Melacak Genealogi Nalar Arab-Abid R

Ratings:

4.5

(4)
|Views: 396 |Likes:
Published by rohmanu

More info:

Published by: rohmanu on Mar 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

 
MELACAK GENEALOGI NALAR ARAB
Pengantar
The only permanent aspect of science is reseach.
1
 
Penegasan Brown tersebutmenyadarkan kembali akan arti pentingnya riset atau ijtihad dalam terma fiqh dalampengembangan keilmuan Islam
vis a vis
arus global modernitas dan beragamproblematika kehidupan kontemporer; kemiskinan, dekadensi moral, hak asasi manusiadan yang lainnya. Dengan begitu klaim Islam sebagai “
s
}
a
>
lih
}
li kulli zama
>
n wamaka
>
n”
dan kehadirannya merupakan
rah
}
mah li al-‘a
>
lami
>
n”
menemukanrelevansinya. Sejarah telah menunjukkan bagaimana geliat dinamika keilmuan Islampada era-era awal merespon situasi sosial budaya kala itu. Akan tetapi pada era pascatadwin ketika dihembuskan kabar bahwa pintu riset/ijtihad telah tertutup dandibakukannya keilmuan Islam, nyaris perkembangan keilmuan Islam mengalamistagnasi yang akut.Di sinilah pentingnya menyuburkan kembali aktivitas ijtihad. Ijtihad adalahisu sentral keilmuan Islam yang mempunyai
concern
terhadap implementasi teks danspirit keagamaan ke dalam berbagai lingkup sosial budaya yang terus berkembang.Akan tetapi persoalannya sebagaimana dilansir oleh al-Jabiri, nalar ijtihad/risetsebagaimana telah dibakukan di dalam teks-teks klasik atau dalam struktur mentalumat Islam adalah nalar ijtihad yang mempunyai kelemahan metodologis yangfundamental dan kelemahan visi yang berakibat pada terabaikannya dimensikesejarahan tradisi.
2
Nalar ijtihad ini hanya merupakan mekanisme untuk memeliharatradisi masa lalu dalam konteks kehidupan kekinian dan menghindarkan diri dari titiktolak realitas objektif.
Oleh : Abid Rohmanu.
1
A. Qodry Azizy,
 Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman
(Semarang: Aneka Ilmu, 2004), 7.
2
 
Muh}ammad ‘A<bid al-Ja>biri>,
 Al-Di>n wa al-Dawlah wa Tat}bi>q al-Shari>’ah
(Libanon: Markaz
Dirasat al-Wahdah al-‘Arabiyah, 1996), 150
 
 Melacak Genealogi Nalar Arab
Adalah Muh
}
ammad ‘A
>
bid al-Ja
>
biri sosok pembaharu yang peduli denganpersoalan rekonstruksi tradisi dengan mega-proyeknya “Kritik Nalar Arab”. Tulisan-tulisan al-Jabiri mencoba menguak genealogi
3
Nalar Arab untuk bisa memberikan solusiyang mengakar terhadap problem tradisi. Buku I dan II al-Jabiri,
Takwi
>
n al-‘Aqlal-‘Arabi
dan
Bunyah
 
al-‘Aql al-‘Arabi
merupakan kerangka referensial untuk melihatgenealogi tersebut. Dalam buku pertamanya al-Jabiri mengkaji tentang perkembanganstruktur epistemologis nalar Arab pada masa-masa awal
tadwi
>
n
, sementara bukukeduanya menganalisis lebih lanjut tentang struktur nalar tersebut.
Sekilas Biografi al-Ja
>
biri
Muhammad ‘Abid al-Jabiri adalah Filosof Maroko Kontemporer yang lahir padatahun 1936 di kota fekik, Maroko tenggara,
4
bagian dari wilayah Maghribi yang telahbanyak menelorkan Filosof-Filosof Klasik kenamaan semisal Ibn Rushd, Ibn khaldu
>
n,Ibn H
}
azm dan al-Sha
>
tibi. Dan nyatanya al-Ja
>
biri mengidolakan tokoh-tokohtersebut karena dinilai sebagai motor semangat rasionalisme dalam konstelasi ilmu-ilmu keislaman. Maroko juga merupakan wilayah yang pernah menjadi daerahprotektoriat Perancis. Karenanya, Bahasa Arab dan Bahasa Perancis merupakan bahasaresmi wilayah ini. Dan karena itu pula al-Jabiri banyak berdialog dengan tradisipemikiran Perancis yang banyak diwarnai oleh analisa sejarah, kritik filsafat dan kritiknalar serta jauh dari bentuk-bentuk formalisme.
5
Pergumulan al-Jabiri dengan dua
3
Dalam perspektif Foucauldian, genealogi adalah sejarah yang ditulis dalam terang penglihatan dankepedulian (concern) masa kini. Sejarah direkontruksi untuk pemenuhan kebutuhan masa kini. Masa kiniyang selalu dalam proses transformasi mengandung implikasi bahwa masa lalu harus terus menerusdievaluasi ulang. Genealogi tidak bermaksud memelihara kontinuitas, akan tetapi justru mengidentifikasihal-hal yang menyempal, retakan-retakan, tumpang tindihnya pengetahuan dan kenangan-kenangan yang bersifat lokal. Lihat, Yudi Latif,
 Intelegensia Muslim dan Kuasa; Genealogi Integensia Muslim Indonesia Abad 20
(Jakarta: Mizan, 2005), 9.
4
al-Ja>biri>,
 Kritik Pemikiran Islam; Wacana Baru Filsafat Islam
 ,
ter. Burhan (Yogyakarta: FakarPustaka Baru, 2003), vi.
5
Muhammad Abed
al-Ja>biri>
,
 Post Tradisionalisme Islam
, ter. Ahmad Baso (Yogyakarta: LKiS, 2000)
 ,
xvi.
2
 
 Melacak Genealogi Nalar Arab
tradisi sekaligus – tradisi Arab dan Perancis – di Maroko bisa disebut sebagai
culturalencounter 
(perjumpaan dua tradisi) yang mengantarkan al-Jabiri pada pembacaan kritis-epistemologis terhadap tradisi Arab.al-Ja
>
biri merepresentasikan dirinya sebagai kelompok post-modernis, sekelasdengan Abu Zayd, Hasan Hanafi dan Arkoun. Luthfi as-Syaukanie menggolongkantipologi pemikiran kelompok ini sebagai reformistik dengan pendekatan yangdekonstruktif dalam membaca tradisi
tura>th
 ).
Kajian-kajian yang sering merekalibatkan dalam metodologi mereka adalah semiotika, antropologi dan sejarah denganafiliasi sepenuhnya pada filsafat strukturalisme dan post-strukturalisme.
6
al-Ja
>
biri adalah seorang dosen, seminaris dan penulis yang cukup produktif.Ada 17 karya dalam bentuk buku yang telah dihasilkan selain goresan penanya yangberbentuk makalah seminar, artikel dan yang semisalnya.
7
Di antara karya-karyanyayang cukup popular adalah tiga buku berseri-nya, seri I dirilis tahun 1982 kemudianseri II tahun 1986 dan seri III tahun 1990, yang mewadahi “kritik nalar Arab-nya”
(Naqdal-‘Aql al-‘Arabi)
.
8
 Karya-karyanya telah banyak mendapatkan respon dari kalanganakademisi, baik dalam bentuk kajian-kajian maupun penterjemahan-penterjemahan.
Basis Epistemologis Nalar Arab
6
A Luthfi al-Syaukanie, "Tipologi dan Wacana Pemikiran Arab Kontemporer ",
Paramadina,
Vol. I, No. I(Juli – Desember 1998), 75 – 76. Baik strukturalisme maupun post-strukturalisme sama-sama menjadikanbahasa sebagai faktor dominan dalam objek studi. Karena keduanya mementingkan keteraturan logis,struktur yang mendasar serta makna-makna umum sebagaimana bahasa
(linguistic)
mempunyai pola-polayang serupa, selain bahasa itu sendiri bisa menunjuk pada fenomena-fenomena sosial tertentu. Lihat, PierPaolo Giglioli (ed.),
Language and Social Context
(New York: Penguin Books, 1985), 9.
7
Untuk mengetahui lebih lengkapnya karya-karyanya lihat antara lain,
al-Ja>biri
,
Post,
XIII.
8
Buku I triloginya adalah
Takwi
>
n al-‘Aql al-‘Arabi,
 
(Libanon : Markaz Dirasat al-
Wah}dah
al-‘Arabiyah, 1989) cet. IV,
 
kemudian disusul buku II dan III-nya,
Bunyah al-‘Aql al-‘Arabi; DirâsahTahli
}
liyyah Naqdiyyah li al-Nuz
}
um al-Ma’rifah fi al-Thaqa
>
 fah al-‘Arabiyyah
 
(Beirut: al-Markaz al-Thaqafi al-‘Arabi, 1993) cet. III,
 
dan
al-‘Aql al-Siya
>
si al-‘Arabi; Muh
}
addidah wa Tajalliyyatuh
 
(Beirut:al-Markaz al-Thaqafi al-‘Arabi, 1991).
3

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Poen'z Roby liked this
bangJe liked this
Pudak Lelana liked this
buru_buku liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->