Prinsip netralitas
Fisibilitas Administratif
q
Pajak yang ideal harus dapat diadministrasikan dengan baik agar tujuannyatercapai.
q
Compliance cost yang wajar baik bagi administrasi pajak maupun bagi pembayarpajak.
q
Kecukupan Revenue
Tax Shifting ( pergeseran pajak ) & Tax Incidence
q
Tax Shifting
: Pembayar pajak dapat menggeser beban pajaknya kepada pihaklain misalnya kepada pembeli produk dan jasanya (
forward shifting
), ataukepada supplier faktor produksi (
backward shifting
)
q
Tax Incidence ( insiden pajak ) :
Menjawab pertanyaan mengenai siapaPenanggung akhir dari suatu kerugian ekonomis akibat pajak
=
distribusiakhir beban pajak.
Pengukuran Kemapuan Pemajakan
q
Tax Ratio
( Rasio pajak )
: Perbandingan antara Pendapatan Pajak
(tax revenue)
dengan Gross National Product (GNP) atau Gross Domestic Product.(korelasi dengan kebutuhan dana negara dan keinginan untuk menggunakansumber non pajak,dan kapasitas pemajakan)
Tax elasiticity ( elastisitas pajak )
q
Aspek penting dari struktur pajak.
q
Relasi antara perubahan proporsional Tax Revenue dengan NationalIncome/Output (dalam pengertian luas) mis GNP atau GDP.
q
Negara-negara maju umumnya memiliki tax elasticity yang lebih tinggi.
q
Pengukuran dapat juga dilakukan berdasarkan taxing base atau yield.
Keterbatasan Sistim Perpajakan
q
Secara teoretis penerimaan pajak mempunyai limit yaitu terpakainya seluruhkapasitas pajak.
q
Pemajakan yang berlebihan memberi dampak negatif terhadap perekonomian.
q
Aspek political economy.
Pemajakan atas Penghasilan dan Kekayaan (wealth)
q
Pemajakan saat penghasilan diterima Vs dikonsumsi.
q
Masalah pendefinisian penghasilan dan pengukuran penghasilan.
q
Pemajakan pada level individu atau level korporasi
Definisi Penghasilan
3
Leave a Comment