Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab I Transfer Panas

Bab I Transfer Panas

Ratings: (0)|Views: 21 |Likes:
Published by Teo Yuda
Chemical Engineering operation
Chemical Engineering operation

More info:

Published by: Teo Yuda on Mar 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2013

pdf

text

original

 
BAB IPERPINDAHAN PANASI.PENDAHULUAN
Konsep dari "unit operasi" adalah rekayasa dari ide-ide menjadi suatu bentuk praktek yang operasional baik dari sisi teoritis maupun praktis, hal ini karena ilmu ini didasarkan padahukum yang mudah dipahami dan pasti. Teori ini pada gilirannya harus ditafsirkan ke dalam perencanaan peralatan praktis yang dapat dibuat, dirakit, dioperasikan, dan dipelihara. Dariulasan buku ini diharapkan para sarjana teknik kimia akan paham dan mampumengembangkan, mendesain proses dan peralatan. Demikian juga seorang sarjana teknik kimia harus mampu mengoperasikan pabrik secara efisien, aman, dan ekonomis.Bagian unit operasi dalam industri kimia sangatlah luas biasanya menyangkut peralatan yang berhubungan dengan teori perpindahan momentum, massa dan panas.Bagian ini hanya akan membahas bagian bagian yang bersinggungan dengan perpindahan panas dan perpindahan massa atau keduanya terjadi secara serempak, seperti peralatan perpindahan panas atau
heat exchanger 
, alat penguapan atau
evaporator 
, alat pelembab atau
humidifier 
alat pengering atau
dryer 
, dan alat kristalisasi atau
crystalizer 
. Pemakaian istilahasing (bahasa inngris kadang kadang sulit dihindari karena pada umumnya istilah istilahtersebut lebih dikenal luas dan lebih familier dengan orang teknik kimia.Hukum-hukum dasar fisika dan kimia seperti hukum kekekalan energi dan massa,hukum hukum kesetimbangan thermodinamik hukum hukum perpindahan massa panas danmomentum mendasari pembahasan setiap topik yang dibahas. Meskipun sederhana dalam bentuk dan pernyataan, tapi cukup mudah dipahami untuk di diaplikasikan pada situasi danteknologi tertentu.Konsep satuan dibagi dua yaitu satuan primer dan sekunder. Satuan seperti panjang,massa, waktu, panas, dan suhu adalah dikelompokkan sebagai satuan primer.Tiga sistem satuan yang sangat penting pada praktek teknik kimia, salah satunya adalahsentimeter-gram-sekon atau satuan cgs, yang mana sebagian besar digunakan pada datastatistik dan yang lainnya adalah foot-pound-sekon atau sistem fps, yang sebagian besar digunakan pada industri dan pengukuran kuantitas teknik.Berdasar konvensi lalu sekarangdikenal sistem SI yaity kg-meter – sekon. Ketiganya dapat saling dikonversikan melalui daftar konversi yang banyak ditemui dbeberapa literatur.Satuan satuan diatas masih dipakai dalam bahasan dalam bab bab buku ini satu hal lain hanyauntuk memudahkan baik dari segi angka angka maupun dari segi perhitungan praktis karena pada umumnya tabel tabel satuan dari beberapa literatur sifatnya adalah mengkonversi darisatuan yang satu ke satuan lainnya. Misalnya pada kasus tabel Steam banyak dijumpai hasilmengkonversi dari sistem Ingris ke sistem SI.
Persamaan koefisien perpindahan panas
Sebuah persamaan untuk memprediksi koefisien permukaan dalam kasus tertentuharus mencakup semua sifat-sifat fluida dan kondisi alirannya. Faktor-faktor ini mungkindiameter pipa, kecepatan cairan, densitas, viskositas, konduktivitas termal, panas jenis, danmungkin orang lain. Sebagian besar kasus perpindahan panas yang begitu rumit sehingga praktis tidak ada harapan untuk merakit faktor-faktor ini ke dalam persamaan yang akanmencakup semua faktor yang berinteraksi. Metode analisis dimensi memungkinkan untuk mengatasi masalah ini. Metode ini menghasilkan hubungan satu kelompok dengan yang lain,Kelompok kelompok tersebut dalam basis perpindahan panas dijelaskan sebagai berikut:
NamaFormulaSymbol
 NusselthD/kNu
1
 
Reynolds Dvp/μ
 
RePrandtlCpμ/kPGrashofgD
2
βΔtρ
2
2
Gr Faktor geometriL/DDi mana h =koefisien perpindahan panasD =diametek = konduktivitas termalu = kecepatan linier ρ = densitasμ = viskositasCp = panas spesifik pada tekanan konstang = percepatan gravitasiβ =koefisien ekspansi termalΔt= perbedaan suhuL = panjang pola aliranDalam kasus yang paling umum ditemukan bahwa persamaan untuk koefisien permukaan perpindahan panas ke atau dari cairan bergerak tanpa perubahan keadaan mungkin akanmenjadi bentuk  Nu = f (Re, Pr, Gr, L/D) (1-6)Baik analisis dimensi maupun metode lain yang dikenal saat ini akan memberikan wawasanlebih lanjut ke dalam bentuk fungsi ini. Beberapa percoban diperlukan untuk mendapat persamaan persamaan impiris didasarkan pada persamaan diatas dimana bebrapa bentuk umum persamaan akan berubah menjadi : Nu = KRe
a
Pr 
 b
Gr 
c
(L/D)
d
(1-7)
Beberapa terminologi
Beberapa terminologi yang biasa dipakai didalam industri terkait dengan alat perpindahan panas ditinjau dari fungsinya adalah sebagai berikut:1.ExchangeExchanger : berfungsi untuk memanfaatkan kembali (recoveris) panas diantara dua fluida proses.Keterangan : uap (steam) dan air tidak termasuk fluida proses, tetapi sebagai utilitas.2.HeateHeater : dipergunakan terutama untuk memanaskan fluida proses, dan steam biasanyadipergunakan sebagai medium pemanas karena panas laten pengembunannya, tetapi dalamkilang minyak dipergunakan pula minyak panas yang disirkulasikan. Stam keluar sebagaikondensat lalu direcirculasi ke “boiler” untuk dipakai lagi.Air Heater adalah heater dimana udara akan dipakai sebagai media pemanas.3.CooleCooler : alat untuk mendinginkan fluida proses, dengan air pendingin sebagai medium pendingin utama. Air ini kemudian direcirculali melalui suati “cooling tower”.
4.
Kondensor Kondensor : adalah cooler dengan tugas utama untuk mengambil panas laten uap dan bukan panas sensible.Apabila disamping menghilangkan panas laten uap, condensor harus juga menghilangkan panas sensible uap lewat panas (
 superheat vapour 
), maka alat tersebut disebut “
 Desuper  Heater Condensor 
”.
2
 
Condensor subcooler adalah alat yang dipergunakan untuk mengembunkan uap jenuh dansekaligus menurunkan suhu cairan yang terjadi di bawah suhu jenuhnya.5.Reboiler BoileReboiler : alat yang berfungsi untuk menyediakan panas yang diperlukan dalam penyulingan berupa panas laten .6.EvaporatoEvaporator adalah HE yang dipergunakan atau berfungsi untuk memekatkan larutan dengan jalan menguapkan airnya; tetapi apabila yang diuapkan adalah fluida yang bukan air, alattersebut biasa disebut vaporizer.
7.
Vaporizer alat penukar panas untuk menguapkan cairan organik.
I.1 PERISTIWA PERPINDAHAN
Peristiwa perpindahan di dalam ilmu Teknik Kimia merupakan ilmu yang sangat penting karena ia bukan saja merupakan inti dari ilmu keteknik-kimiaan tetapi karena iasangat banyak dijumpai secara praktek di Industri Kimia. Mata kuliah ini dalam kurikulumTeknik Kimia biasanya dirangkum dalam mata kuliah “transport phenomena” yang penyajiannya bisa terpisah pisah, menjadi bagian-bagian perpindahan panas, momentumdan perpindahan massa. Sedang peristiwa perpindahan karena adanya reaksi kimia biasanyareaksi kimia biasanya dibahas secara khusus pada mata kuliah Kinetika dan Reaktor.Pada peristiwa perpindahan baik perpindahan panas, massa maupun perpindahanmomentum, harus diingat bahwa mekanisme terjadinya perpindahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, yang paling penting antara lain :- “suatu” yang berpindah yang biasanya dinyatakan dengan laju atau “rate”.-Adanya suatu beda atau “driving force” yang menyebabkan menyebabkan“sesuatu” tadi akan berpindah atau mengalir dari suatu tempat ke tempat lainnya.-Adanya kendala atau tahanan atau dapat dapat pula dinyatakan engan media yangmempunyai dimensi di mana sesuatu tadi harus mengalir. Bila ketiga faktor inidigabungkan sehingga dapat menyatakan hubungan matematis, maka dapatdituliskan dengan suatu rumus umum yaitu :
rate
=
ceresiscedrivingfor 
tan(I.1)Bila kita terapkan rumus tersebut untuk berbagai peristiwa perpindahan maka kita dapatkanhasil sebagai berikut :Pada peristiwa perpindahan elektron melewati suatu media rumus di atas akan menjadi :
 I 
=
 R
(I.2)Yang lebih dikenal dengan hukum Ohm.
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->