Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penelitian Gizi Buruk Sedayu

Penelitian Gizi Buruk Sedayu

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 352|Likes:
Published by satyaamygha
penelitian tentang gizi buruk
penelitian tentang gizi buruk

More info:

Published by: satyaamygha on Mar 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Masalah gizi terjadi di setiap siklus kehidupan, dimulai sejak dalamkandungan (janin), bayi, anak, dewasa dan usia lanjut. Periode dua tahun pertama kehidupan merupakan masa kritis, karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Gangguan gizi yangterjadi pada periode ini bersifat permanen, tidak dapat dipulihkan walaupunkebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi.Pada tingkat individu, keadaan gizi dipengaruhi oleh asupan gizi dan penyakit infeksi yang saling terkait. Apabila seseorang tidak mendapat asupangizi yang cukup akan mengalami kekurangan gizi dan mudah sakit. Demikian juga bila seseorang sering sakit akan menyebabkan gangguan nafsu makandan selanjutnya akan mengakibatkan gizi kurang.Gambaran perilaku gizi yang belum baik juga ditunjukkan dengan masihrendahnya pemanfaatan fasilitas pelayanan oleh masyarakat. Saat ini barusekitar 50 % anak balita yang dibawa ke Posyandu untuk ditimbang sebagaiupaya deteksi dini gangguan pertumbuhan. Bayi dan balita yang telahmendapat kapsul vitamin A baru mencapai 74 % dan ibu hamil yangmengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) baru mencapai 60 %. Demikian pula dengan perilaku gizi lainnya juga masih belum baik yaitu masihrendahnya ibu yang menyusui bayi 0-6 bulan secara eksklusif yang baru
 
mencapai 39 %, sekitar 28 % rumah tangga belum menggunakan garam beryodium yang memenuhi syarat, dan pola makan yang belum beranekaragam.Status gizi kurang merupakan salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut kualitas SDM. Balita termasuk kelompok rawan gizi dan golongan konsumen pasif yang mudah menderita kurang gizi.Keadaan gizi kurang pada umumnya erat kaitannya dengan karakteristik keluarga yang meliputi umur balita, pendidikan ibu, pengeluaran keluarga, jumlah anggota keluarga, pengetahuan ibu, hygiene sanitasi keluarga, tingkatkonsumsi energi dan protein balita.Pada dasarnya, penyebab gizi buruk bukanlah sebatas keterbatasan ibumemberikan makanan pada anaknya, namun proses ini dimulai dari awal bayiterbentuk dalam kandungan ibunya. Perempuan khususnya kaum ibumemainkan peranan sangat penting dan strategis dalam tumbuh kembanganak. Pemberian Air Susu Ibu (ASI), khususnya ASI eksklusif merupakansalah satu upaya strategis dan menangani kasus gizi buruk di Indonesia. Bayiyang tidak diberikan ASI, termasuk makanan pendamping yang teratur dan baik serta tepat dapat menimbulkan kekurangan gizi. Karena itu pemberianASI secara baik dan benar, disamping makanan pendamping yang mudahdidapat di lingkungan sekitar, merupakan upaya cegah tangkal yang utamadalam masalah kekurangan gizi pada anak.Penyebab gizi buruk dan kurang memang sangat kompleks, namun yangmenjadi faktor penyebab utama adalah menurunya daya beli masyarakat.
 
Faktor penunjang lainnya meliputi pengetahuan orang tua terhadap kebutuhangizi balita yang masih kurang maupun kurangnya sanitasi lingkungan.Dampak yang paling ditakuti pada anak balita yang kurang gizi adalahgagalnya tumbuh kembang otak. Fase penting untuk tumbuh kembang otak adalah masa dalam kandungan, usia 0-2 tahun dan usia 2-5 tahun. Pada fasetersebut, sangat penting seorang anak mendapat asupan (intake) gizi yangseimbang. Yang dimaksud gizi seimbang adalah bahan-bahan makanan yangmengandung enam gizi makanan yaitu karbohidrat, protein, lemak, mineral,vitamin dan air.
Daftar MasalahIT
Σ
(IxTxR)PSRIDUSBPBPC
Gizi Buruk435543344432Leptospirosis455234433243Demam Berdarah34232322276Keterangan :I =
importance
, P =
 prevalence
, S =
 severity
, RI =
risk of increase
, DU =
degree of unmeet need 
, SB =
 social benefit 
, PB =
 public concern
, PC =
 political climate
, T =
technology
, R =
resources
B.Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan suatu masalah yaitu, faktor-faktor dominan apakah yang mempengaruhi gizi buruk di wilayah kerjaPuskesmas Sedayu I.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->