. . . . .
Penerbit Yayasan Pancur Siwah
Jl. Gelong Baru Utara II D/11 Tomang, Jakarta 11440Tel. 021 7090 9223; 0812 9659 511e-mail: psbebas@yahoo.com Website: www.psbas.tkPenggalian dan Penerbitan Sumberdaya Intelektual IndonesiaLantang Bicara, Tidak Sekadar Cari SelamatCerdas, Dewasa dan BertanggungjawabMendorong Kehidupan Bangsa yang Lebih Baik
Buku
Perjalanan Hidup Saya
ini berisiberbagai catatan tentang pengalamanseorang wartawan Indonesia, yang bisadikategorikan “luar biasa.” Di dalamnyadapat dibaca sejarah hidup seorang wartawan yangamat berliku-liku, penuh dengan gejolak danperistiwa penting-penting. Pada umur tujuh belastahun A. Umar Said sudah ikut dalam pertempuran 10November di Surabaya yang kini terkenal sebagai HariPahlawan. Pada umur dua puluh lima tahun ia ikut dalam KonferensiInternasional Hak-hak Pemuda di Wina (Austria) dan mengunjungiTiongkok dalam tahun 1953 ketika Republik Rakyat Tiongkok baruempat tahun diproklamasikan. Kemudian selama tiga tahun menjadiwartawan
Harian Rakjat
, dan ketika pemberontakan PRRI pecah ditahun 1958, ia memimpin suratkabar
Harian Penerangan
di Padangsambil melakukan gerakan di bawah-tanah.Antara tahun 1960-1965 ia memimpin harian
Ekonomi Nasional
diJakarta, dan menjadi bendahara Persatuan Wartawan Asia-Afrikamerangkap bendahara PWI-Pusat. Ia juga dipilih untuk menjadibendahara Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing(KIAPMA) di Jakarta tahun 1965 yang merupakan realisasi gagasan BungKarno dalam perjuangan menentang imperialisme-kolonialisme waktu itu.Ketika G30S meletus ia berada di Aljazair, dankemudian terpaksa bermukim selama tujuh tahun di RRTsebelum minta suaka politik di Perancis, tempat ia hidupdan melakukan berbagai kegiatan sampai sekarang.
. . . . .
Leave a Comment