Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari

Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari

Ratings: (0)|Views: 265 |Likes:
Published by ryana_soesantie
essay
essay

More info:

Published by: ryana_soesantie on Mar 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2014

pdf

text

original

 
PENGAMALAN PANCASILA DALAM KEHIDUPANSEHARI-HARI
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Kata itu mungkin udah nggak asing lagi buat kita. Dari kita kecil kita sudah terbiasa untuk mendengar Pancasila, bahkan setiap Upacara Bendera Pancasila selalu dibacakan dan kita wajibmengikutinya. Pancasila tidak akan memiliki makna tanpa pengamalan. Pancasila bukan sekedar simbol persatuan dan kebanggaan bangsa. Tetapi, Pancasila adalahacuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, kitawajib mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tingkahlaku sehari-hari kita harus mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila. Untuk mengamalkan Pancasila kita tidak harus menjadi aparat negara. Kita juga tidak harus menjadi tentara dan mengangkat senjata. Kita dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kita dapatmemulai dari hal-hal kecil dalam keluarga. Misalnya melakukan musyawarahkeluarga. Setiap keluarga pasti mempunyai masalah. Nah, masalah dalamkeluarga akan terselesaikan dengan baik melalui musyawarah. Kalian dapat belajar menyatukan pendapat dan menghargai perbedaan dalam keluarga.Biasakanlah melakukannya dalam keluarga.Sebenarnya, pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari hari sangatmudah untuk dilakukan.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa,
mengajak kita untuk takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan kita semua harus memilikiagama atau keyakinan. Selain itu, sila ke 1 ini mengajak kita untuk menjalinkerukunan dengan sikap saling hormat menghormati dan saling toleransiterhadap antar pemeluk agama. Walaupun kita memiliki kepercayaan yang berbeda, kita harus tetap menjaga kerukunan beragama antara pemeluk agamasatu dengan agama yang lainnya. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia ada 5agama yang diakui yaitu: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Kita semuadiharapkan hidup berdampingan, dan dapat menjaga hubungan baik diantara pemeluk agama lainnya.
 
 
Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Sila kedua ini mengajak kita untuk mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat danmartabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Kita sebagai negara yangheterozigot harus mengakui persamaan derajat dan hak – hak asasi manusia sertamenjunjung nilai – nilai kemanusiaan dan saling tolong menolong bila saudara-saudara kita yang sedang berada dalam kesulitan. Di Indonesia banyak terdapatlembaga-lembaga yang dapat membantu mereka, diantaranya ada Lembaga HAMyang membela hak asasi kita apabila ada yang bersikap tidak adil kepada kita. 
Sila ketiga, Persatuan Indonesia.
Bagi saya, sila ketiga ini benar – benar menggambarkan Pancasila, dengan semboyan negara kita
 Bhinneka Tunggal Ika
,walaupun berbeda beda tapi tetap satu. Indonesia mempunyai bermacam – macam adat dan budaya, berjuta juta penduduk dan bemacam-macam sukutetapi kita harus bersatu jika ada yang berniat menghancurkan ataumenjajah Indonesia. Kita harus berani membela negara untuk kepentingan negara.Mungkin untuk zaman sekarang kita tidak perlu berperang menggunakan senjata,tapi dengan wawasan kita terutama dalam bidang pertanian, kita dapat melawannegara lain. Mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia. Kita juga harusmampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dangolongan. Ini yang sering membuat bangsa Indonesia terpecah, contohnya adalahsuku A dan B yang mengatasnamakan suku mereka, mempermasalahkan yangseharusnya dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan. 
Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaandalam permusyawaratan perwakilan.
Masih ada hubungannya dengan sila – sila diatas, mengapa menyelesaikan suatu masalah harus dengan cara kekerasanatau anarkis? Bahkan untuk permasalahan yang dapat diselesaikan dengan caramusyawarah. Semua masalah itu sebenarnya bisa kita selesaikan dengan carakekeluargaan, bermusyawarah. Menanyakan pendapat yang satu dan yang lainnya,dengan kepala dingin. Ini sebenarnya pengamalan yang ingin disampaikan silakeempat, namun sangat sulit dilakukan. Bermusyawarah untuk mendapatkan hasilyang mufakat dalam setiap pengambilan keputusan, kita tidak boleh memaksakan

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->