• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Page 1 of 2Selamat Datang di Kedaulatan Rakyat Online3/2/2009http://72.14.235.132/search?q=cache:7ac9AFvbP1YJ:www.kr.co.id/web/detail.php%3Fsid%3
 
...Puluhan
Balita
 
Bergizi
 
Buruk
24/02/2009 08:48:25KOKAP (KR) - Di wilayah Kecamatan Kokap, jumlah
balita
yang mengalami gizi
buruk
dan kekurangan gizimasih cukup tinggi. Berdasar data Puskesmas Kokap I yangmenangani kesehatan masyarakat di tiga desa masing-masingDesa Hargorejo, Hargomulyo dan Kalirejo, jumlah
balita
 yang mengalami gizi
buruk
mencapai 16 anak atau 1,78persen. Sedangkan yang kekurangan gizi terdapat 134 anak atau 14,89 persen.Hal serupa juga dialami anak-anak di wilayah DesaHargowilis dan Hargotirto, jumlah anak yang mengalami gizi
buruk
mencapai 7 anak sedangkan yang kekurangan gizi ada94 anak.Kepala Puskesmas Kokap I Dwi Cipto Rini SKM MKes danKepala Puskesmas Kokap II Achmad Syukur yangdikonfirmasi mengaku terus terang bahwa di wilayah kerjamereka memang terdapat sejumlah anak yang mengalamigizi
buruk
dan kekurangan gizi. Penyebabnya bisaditimbulkan pada saat bayi dalam kandungan, pola asuhtidak benar atau memang ada penyakit yang menyertai dankarena kemiskinan serta asupan gizi kurang memadai."Termasuk berat badan bayi pada saat lahir rendah berisikomengalami gizi
buruk
," terangnya.Diketahuinya sejumlah
balita
mengalami gizi
buruk
dankekurangan gizi di wilayah tersebut setelah pihak PuskesmasKokap I dan II melakukan pemantauan status gizi anak melalui Posyandu masing-masing. "Dari hasil pemantauanyang kami lakukan diketahui ada
balita
yang mengalami gizikurang, gizi lebih dan gizi
buruk
," jelasnya di sela-selaacara Safari Peningkatan Perbaikan Gizi
Balita
di PosyanduParkit Pedukuhan Penggung Desa Hargorejo KecamatanKokap, Senin (23/2).Safari Peningkatan Perbaikan Gizi
Balita
di wilayahKecamatan Kokap dilakukan unsur Kecamatan, Puskesmasdan berbagai pihak termasuk lembaga swadaya masyarakat(LSM) yang peduli terhadap gizi
balita
di wilayah tersebut.Mantan Ketua DPRD Kulonprogo yang saat ini anggotaDPRD Propinsi DIY Drs Noor Harish saat dimintaikomentarnya menjelaskan bahwa fenomena
balita
gizi
buruk
dan kekurangan gizi di wilayah Kecamatan Kokapmerupakan bukti nyata ketidakmampuan danketidakberdayaan masyarakat khususnya warga Hargorejoyang sebagian besar bekerja sebagai penderes kelapa dalammengatasi kemiskinan.Dengan adanya fenomena itu, Noor Harish mendesak pemerintah agar anggaran daerah rawan pangan hendaknyadialokasikan di daerah-daerah yang balitanya banyak 
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...