Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
28Activity
×
P. 1
Pendidikan Di Indonesia

Pendidikan Di Indonesia

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 13,918|Likes:
Published by alexcendro

More info:

Published by: alexcendro on Mar 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/15/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah
Semenjak krisis ekonomi melanda Indonesia, sejak tahun 1997 sampaisaat ini telah berakibat buruk yang berkepanjangan. Berdasarkan data BPS padamaret tahun 2008, angka kemiskinan berjumlah 34,96 juta jiwa (15 persen daritotal penduduk Indonesia yang berjumlah 37,17 juta orang pada tahun 2007).Sedangkan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada februari 2007 masihmencapai 9,75% dari angkatan kerja sebesar 10,55 juta jiwa.
1
Oleh karena ituPemerintah harus bertindak tegas untuk mengatasi masalah tersebut. Misalnya pembangunan di segala bidang yang sedang dilaksanakan bangsa Indonesiadiantaranya adalah pembangunan di bidang industri.Industrialisasi merupakan kebutuhan mendasar bagi negara yang inginlebih maju. Industri memegang peranan cukup penting dalam pembangunan diIndonesia dan kenyataannya pembangunan industri di Indonesia cukup pesat. Dikota- kota terutama di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatra di bangun industri-industri yang memproduksi berbagai macam produk, selain untuk kebutuhan didalam negeri juga menjadi sumber devisa bagi negara.
2
 Namun banyak industrialisasi yang tidak sejalan dengan bidang
1 Http:www.datastatistik_indonesia.com/compenent/option,com-tabel/kat,1/idtabel,111/itemid,165,September 2008, 13.00.2 Anang Suherman,
 Dampak Pembangunan Kawasan Industri Jabeka terhadap Tingkat Pendidikan Anak 
(Jakarta, Ilmu Sosial Politik Universias Negeri Jakarta, 2006, Hlm.1).
1
 
 pendidikan, karena banyakya anak-anak usia sekolah telah bekerja di pabrik- pabrik. pekerja anak sampai saat ini masih menunjukan jumlah yangmemprihatinkan. Berdasarkan hasil Survey Angkatan Kerja Nasional tahun 2003,terdapat 566,526 ribu pekerja anak di Indonesia. Anak-anak yang bekerja rata-rata berpendidikan rendah (SD atau SMP). Dari data ILO-IPEC tahun 2005, terdapat52,47% pekerja di Indonesia yang berusia antara 15-19 tahun (termasuk pekerjaanak), tidak pernah bersekolah atau tidak lulus sekolah dasar. Dan 47,46% yang berpendidikan SMP dan SMA (lulus dan tidak ulus). Anak-anak berusia di bawah15 tahun kemudian paling banyak dipilih sebagai pekerja dengan alasan upah yanglebih murah, biaya produksi lebih sedikit, usia mereka relatif muda sehingga sangatmudah diatur dan tidak banyak menuntut seperti pekerja dewasa. Pekerja anak initidak hanya berasal dari daerah setempat tapi juga dari luar daerah. Anak-anak  pedesaan selain bekerja di desanya, terutama di sektor pertanian, juga banyak yangdatang ke kota-kota. Mereka sengaja ke luar daerahnya untuk mencari pengasilantambahan untuk kebutuhan sehari-hari.
3
Pada prinsipnya anak-anak itu dilarang bekerja, tetapi apabila dalamterpaksa karena ekonomi dan sosial dari anak itu tidak menguntungkan. Anak itu boleh bekerja, tetapi tidak boleh menyimpang dari ketentuan dalam UU yang diatur dalam UU No 13 tahun 2003. Dalam UU tersebut disebutkan usia tidak bolehkurang dai 15 tahun dan hanya boleh bekerja pada jenis-jenis pekerjaan ringan
3Http://www.sekitar kita.com/more.php?id:637_0_1_0_m,
 Pemenuhan Hak Pendidikan Para Pekerja Anak,
21 april 2008, 13.30.
2
 
yang tidak membahayakan fisik, mental dan moral anak, syaratnya tidak bolehlebih dari 3 jam dan harus seizin orang tua. Disamping itu, anak juga harus tetap bersekolah.
4
Akan tetapi, pada kenyataannya negara masih belum mampumemenuhi kewajibannya untuk melindungi hak-hak anak karena masih banyak keberadaan pekerja anak di Indonesia. Keberadaan pekerja anak bukan hanyamelanggar hak-hak anak, tetapi bekerja pada usia dini juga membawa dampak  buruk bagi anak-anak, baik fisik maupun psikis serta dapat menggangu masa depananak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi
5
.Kabupaten Malang dengan buruh linting rokoknya adalah salah satucontoh kasus pekerja anak. Sebut saja namanya Narini umurnya 14 tahun, mengakutidak ingin bekerja. Ia ingin tetap bersekolah seperti anak-anak sebayanya. Namun,keadaan memaksanya putus sekolah. Ia harus bekerja di pabrik rokok keretek dikecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Setiap pagi, ketika teman-teman sebayanya mengenakan seragam dan berangkat sekolah, Narini berangkat ke pabrik. “Awalnya malu jika bertemu teman-teman, sekarang sudah terbiasa.Mereka berangkat sekolah, saya berangkat ke pabrik,” tuturnya.
6
Perkembangan industrialisasi yang menjamur dewasa ini baik diperkotaanmaupun dipedesaan dengan tidak segan-segan untuk memanfaatkan dan merekruttenaga kerja anak-anak. Memperkerjakan anak merupakan salah satu strategi
 Pekerja anak, Dominasi Ekonomi Keluarga,
5 september 2008, 13.00
.
5 Hardius Usman,
 Pekerja anak di Indonesia,
(Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2004,hlm.1).6 Kompas,
Malangnya Buruh Anak-Anak Malang,
21 April 2008.
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->