Majelis Ta’lim Sabtu ShubuhKajian Management Nubuwwah(Pengelolaan Hidup Berbasis Keteladanan Nabi Muhammad SAW)Oleh Ustadz H. Reza M. Syarief, MA, MBAdi Masjid Al-Fauzien Gema Pesona Depok Kajian ke-14 tanggal 21-02-2009
Kelanjutan dari bahasan : 5 (lima) bentuk / model rumah tangga untuk mewujudkan
Rumahku-Surgaku
:1.Rumah Ilmu2.Rumah Ibadah3.Rumah Zikir 4.Rumah Qur’an5.Rumah DakwahHal-hal penting dalam Rumah Dakwah, terkait dengan kegiatan dakwah di dalam rumah(antar anggota rumah tangga) :A.
Perkataan Yang Berat
- Qaulan Sakilah (QS 73:5)a.Sebagian ahli tafsir meyakini bahwa ‘perkataan yang berat’ dimaksud adalah
wahyu
yang diterima RasuluLlah, yang memang berat secara fisik sehingga untaRasul pun tidak mampu menerima beban (ditunggangi) Rasul saat menerimawahyu. b.Sesuai hadits ada perkataan yang berat di timbangan pahala tetapi ringan di lidah,yakni SubhanaLlah, AlhamduliLlah, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah.Jika kita terbiasa dengan untuk mengucapkan kalimat-kalimat tsb, maka akan berdampak positif karena menjadi kata-kata (nasehat) kita akan menjadi
powerfull
. Kata-kata yang baik saja tidak cukup tetapi perlu juga dilihat darikualitas orang yang mengucapkan. Hal ini akan sangat bermanfaat saat suamimenasehati istri (demikian pula sebaliknya) atau anak orang tua menasehati anak-anak.Salah satu kejadian yang bisa kita jadikan pelajaran, saat RasuluLlah dihunus pedang oleh Suraqah, dengan mengucapkan kata ‘Allah’ maka pedang Suraqahterjatuh. Hal ini menunjukkan kualitas ruhiyah RasuluLlah yang sangat tinggi.Perkataan yang sama belum tentu berdampak sama jika diucapkan oleh orang lain.Begitu juga dengan dengan kualitas ruhiyah Umar Bin Khattab, sampai setan puntakut mendengar suara sandal (langkah kaki)nya.
Leave a Comment