Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Karim bin Hasan Tiro.docx

Karim bin Hasan Tiro.docx

Ratings: (0)|Views: 255|Likes:
Published by qamaruzzaman

More info:

Published by: qamaruzzaman on Mar 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/09/2013

pdf

text

original

 
"Karim bin Hasan Tiro" Dalam BukuHarian Tiro
Oleh:qamaruzzaman lala
Bagi masyarakat Aceh, sosok Karim M. Tiro kalah populer dibandingayahnya, Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Selama puluhan tahun,namanya hanya disebutkan secara terbatas, itu pun terutama dikalangan GAM. Pun begitu, Tiro, ayahnya, sering menyebut namanya,baik dalam pidato maupun dalam tulisan. Dalam The Price of Freedom:The Unfinished Diary of Teungku Hasan di Tiro, nama anak sematawayangnya disebut berkali-kali, bahkan dengan bangga.Sepeninggalan Tiro, nama Karim mencuat ke permukaan: Setidaknya,ada dua sebab, karena orang-orang pada penasaran, juga tentu sajakarena mereka kecewa. Penasaran karena, selama puluhan tahunmasyarakat tak pernah melihat sosoknya secara langsung dan nyata.Foto dirinya juga terbatas, termasuk arsip di internet. Kisah tentangnyabegitu tertutup dan misterius, kecuali beberapa dokumen dariUniversitas tempatnya mengabdikan diri sebagai asisten profesor ilmusejarah di Xavier University.  Sementara yang kecewa, memiliki alasan bermacam-macam. Meskidalam sejumlah pemberitaan, ketidakpulangan Karim disebut-sebutkarena alasan keluarga yaitu ibunya, Dora, sakit keras. Tapi, sebagaianak yang berpisah cukup lama dengan orang tuanya, seharusnyaKarim bisa pulang ke Aceh, menjenguk bapaknya. Memang di satu sisiini sebuah dilema bagi pria yang berwajah Timur tengah ini: Memilihpulang ke Aceh, ibunya sedang sakit keras. Tidak pulang ke Aceh,ayahnya juga sakit keras, dan kini sudah meninggal dunia. Sebuahkeputusan yang sulit untuk seorang anak seperti Karim ini. Asnawi Ali, warga Aceh yang lama bermukim di Swedia, bercerita jikaKarim itu sosok yang paling pelit bicara.
Meuri that dijaga jarak 
,” ujarnya
tanpa menjelaskan detailnya seperti apa. Menurutnya, dalam komentar-komentar yang dikirim melalui email, komentar Karim sangat normatif.
Meuri hati-hati that dipeuteubit narit 
,” lanjutnya sembari menam
bahkanpasca MoU Hensilki Karim hampir tak pernah berkomunikasi lagi denganTiro. Jika pun ada komunikasi dengan Karim, katanya, Tiro seringmewakilkan melalui orang dekatnya. Asnawi membenarkan jika sosok Karim memang sangat misterius.Meski pakar dalam bidang sejarah, Karim tak memilih Aceh sebagai
 
objek kajiannya seperti ayahnya. Karim memilih meneliti soal sejarah Amerika abad 16 hingga 18. Tak kita temukan tulisan-tulisannyamengenai sejarah Aceh. Dalam biografi singkatnya yang dimuat diwebsite Xavier University,Karim mengakui tertarik meneliti soal sejarah perang Amerika yang kurang dikenal, khususnya Perang 1812, PerangMeksiko dan Perang Spanyol-Amerika.
Karim, Dalam Catatan Harian Wali
 Wali sendiri, punya cerita soal anak semata wayangnya. Dalam ThePrice of Freedom: the Unfinished Diary of Teungku Hasan Di Tiro, Walimenulis jika anak semata wayangnya, Karim, seorang yang cukupganteng dan cerdas. Sementara istrinya, Dora, disebutnya sangatcantik.Tiro bercerita, berat baginya meninggalkan keduanya di tengahkeramaian Kota New York yang tak henti berdenyut. Namun, Tiro harusmenunaikan nazarnya yang diucapkan saat melakukan perjalananmeneliti satu kawasan di Oregon, Amerika. Saat itu, Tiro bernazar kepada Allah jika ia dan tiga rekan bisnisnya selamat dari musibah,dirinya akan pulang ke Aceh sebelum 4 September 1976, ataubertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-46.Dalam buku catatan hariannya yang tak selesai itu, Hasan Tiro menulis,dia dan rekan-rekannya terlepas dari cengkeraman maut. Malah,tulisnya, akibat insiden tersebut, mereka tak sempat mengikuti satuacara yang khusus dipersiapkan di sebuah hotel mewah di Seattle.
 
Seperti kita tahukemudian, Tiro memilih pulang ke Aceh. Tiro memilih meninggalkanbocah laki-lakinya, Karim, yang saat itu berusia 6 tahun dan jugaistrinya, Dora. Sepanjang perjalanan dari Amerika ke Aceh, wajahkeduanya, bisa jadi tak juga menghilang pandangan. Tiro ingatbagaimana sepinya hidup Dora, gadis Amerika keturunan yang sudahmemberinya seorang anak laki-laki.Tiro menulis, saat pesawat yang membawanya semakin dekat dengan Aceh, perasaan Tiro galau, sedih dan juga dibalut emosional. Untukmenghapus wajah anak dan istrinya, Tiro mencoba melihat keluar  jendela pesawat. Ia pun teringat mati. Diakuinya, Ia takut mati bukannyakarena kehilangan nyawa dan terpisah dengan Karim dan Dora, tapiyang lebih ditakutkan, ia belum melakukan sesuatu yang harusdilakukannya kepada tanah leluhur dan rakyatnya.Karim cukup terkesan bagi Tiro. Malah, soal Karim ini mendapat tempatistimewa dalam Diary yang tak selesai ini. Ketika Tiro sudah berada di Aceh, salah satu kamp di hutan dinamakan sebagai Karim. Tiro menulis,bocah Karim telah menunjukkan watak tertentu saat berusia empat danlima tahun.Ceritanya, ketika Karim dibawa ke sebuah toko permen, segerombolananak-anak mencoba mencuri permen. Penjaga toko tidakmengetahuinya. Hasan Tiro yang sedang melihat-lihat beragam permenberpikir untuk melakukan sesuatu. Tapi belum sempat ia berpikir, telahada bunyi peluit. Gerombolan itu pun lari pontang-panting. Saat menolehke arah bunyi tersebut, ia melihat Karim dengan sebuah peluit ditangannya. Wanita tua penjaga toko itupun berterima kasih pada Karim.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
qamaruzzaman added this note|
Tambahkan komentar
qamaruzzaman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->