Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
e030104

e030104

Ratings: (0)|Views: 861 |Likes:
Published by Biodiversitas, etc

More info:

Published by: Biodiversitas, etc on Mar 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

ENVIRO 3 (1): 18-27, Maret 2003, ISSN: 1411-4402
\ue000 2003 PPLH-Lemlit UNS Surakarta.
Keanekaragaman Makrobentos di Bendungan Bapang dan Bendungan
Ngablabaan, Sragen
The diversity of macro-benthic fauna in Bapang and Ngablabaan Dams, Sragen
DIAN PERMANA, PRABANG SETIYONO, KUSUMO WINARNO
Jurusan Bioloogi FMIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta 57126.
Diterima: 27 Pebruari 2003. Disetujui: 11 Maret 2003.
Abstract. The aim of the research was to know about

diversity of macrobenthos in Bapang Dam and Ngablabaan Dam Sragen, to know the relationship among the parameters: pH, temperature, substrate type, magnesium, calcium, nitrate, phosphate, DO, the speed of the stream, the clarity of waters with distribution and abundances of macrobenthos, to know influence stratum to density and diversity, to know the good habitat for macrobenthos lives. This research investigated macrobenthos ecology of distribution and abundances of macrobenthos have relation with density and diversity, which have direct connection with parameters: pH, temperature, substrate type, magnesium, calcium, nitrate, phosphate, DO, the speed of the stream, the clarity of waters. The trial was carried out by dividing the Dam in to 3 stratums on left and right either on the up side or under side of the Dam. Sample were taken by stratified random sampling, data were analyzed by macrobenthos diversity index calculation, correlation and regression test, ANOVA test, with level of significance 0,05 and continued with DMRT 5%. The research resulted in 11 species in Bapang Dam and 7 species in Ngablabaan Dam. Both of dam have different distribution and abundances and did not spread evenly. The prefer habitat for macrobenthos development was found out in this research in habitat have a content nitrate 0,01-1,825 mg/l, phosphate 0,04-3,58 mg/l, magnesium 2,05-2,08 mg/l, calcium 11,27-14,39 mg/l, pH 6,8-7,6, temperature 27oC-30oC, the clear of water 35 cm-64 cm, DO 4,9-9,2 mg/l, dust 20,49-46,46%, clay 10,39- 63,83%, sand 4,25-63,12%.

Key word: macrobenthos, density, diversity, Bapang
Dam, Ngablabaan Dam.
PENDAHULUAN

Di pulau Jawa, banyak terdapat sungai baik sungai besar maupun kecil, yang mengalir melewati perkampungan, perkotaan, dan areal pertanian. Air dari sungai tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai macam keguna- an. Bendungan mempunyai bermacam-

macam fungsi, misalnya pengairan dan pembangkit tenaga listrik. Sungai Cemoro merupakan salah satu sungai di Sangiran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen yang alirannya berasal dari lereng Gunung Merbabu dan melewati lahan persawahan. Sungai Cemoro mempunyai sebuah bendung- an yang disebut Bendungan Bapang. Sungai ini mempunyai anak sungai bernama Sungai Kalijambe yang juga mempunyai sebuah bendungan bernama Bendungan Ngablabaan. Aliran Sungai Cemoro membawa lumpur dan bahan organik hasil pengkisan dasar sungai, tebing sungai, dan sawah di sekitarnya. Lumpur ini pada akhirnya akan mengendap di Bendungan Bapang dan Bendungan Ngabla- baan. Bendungan merupakan habitat ikan, plankton, nekton, dan bentos.

Bentos
merupakan
organisme

yang hidupnya pada permukaan atau di dalam dasar perairan dengan cara menempel pada batu, pasir atau lumpur (Syamsudin dan Komar, 1982). Kemelimpahan mahluk hidup di lingkungan perairan sangat dipengaruhi faktor fisik, kimia, dan biologi. Faktor mempengaruhi kemelimpahan bentos antara lain: tipe dasar sungai, kecepatan arus, kekeruhan, dan unsur hara (Barners, 1980). Aliran sungai yang terhalang oleh suatu bendungan mempunyai karakteristik aliran air yang berbeda antara bagian atas dan bawah, begitu juga dengan substrat

yang
mengendap,

sehingga organisme yang menghuni perairan bagian atas dan bawah mempunyai keanekaragaman makrobentos yang berbeda.

Keanekaragaman mahluk hidup di perairan sungai seringkali merupakan petunjuk adanya perubahan

lingkungan.
Distribusi

dan kemelimpahan organisme memiliki arti penting dalam kajian organisme tingkat komunitas.

PERMANA dkk. \u2013 Makrobentos di bendungan Bapang dan Ngablabaan, Sragen
19

Penentuan faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan kemelimpahan organisme sangat penting dalam kajian ekologi. Setiap organisme hidup dalam ruang dan waktu yang merupakan satu kesatuan. Dengan demikian kajian mengenai distribusi dan kemelimpahan tidak dapat dipisah-pisahkan (Krebs, 1989). Mc Naughton dan Wolf (1990), mengatakan perbedaan tipe ekosistem menyebabkan perbedaan karakteristik komposisi spesies dan distribusinya. Kepadatan dan kemelimpahan populasi suatu spesies dalam suatu ekosistem dipengaruhi

faktor-faktor
yang

sangat komplek, di antaranya kompetisi interspesies, cuaca, dan ketersediaan makanan.

Makrobentos merupakan salah satu indika- tor kualitas lingkungan akuatikyang dapat diandalkan. Fauna ini hidup di dalam sedimen, bersentuhan langsung dengan tanah dan terkena air yang masuk melalui pori-pori sedimen. Sifat fauna bentos di suatu tempat tergantung sifat fisik substratnya (Bayard dan Robert, 1983). Penelitian kemelimpahan biota sungai relatif masih jarang termasuk di sungai- sungai kecil. Umumnya penelitian hanya ber- kaitan dengan ikan dan manfaat budidayanya (Warwick, 1993 dalam Winarno dkk., 2000).

Bendungan Bapang merupakan suatu ekosistem perairan yang belum banyak menerima aliran limbah industri. Lingkungan di sekitar Bendungan Bapang merupakan areal persawahan yang produktif dan dikerjakan secara intensif, sehingga diperkirakan dapat menambah pasokan bahan-bahan organik ke dalam bendungan. Sedangkan lingkungan di sekeliling Bendungan Ngablabaan merupakan daerah persawahan yang cenderung kurang produktif dan diolah kurang intensif. Oleh karena itu perlu kiranya diadakan suatu penelitian keanekaragaman makrobentos, serta faktor\u2013faktor yang mempengaruhi diversitas dan densitasnya baik faktor fisik maupun non fisik.

BAHAN DAN METODE
Bahan dan alat
Bahan-bahan
yang
digunakan

pada penelitian ini adalah: indikator metil orange, HCl 0,1 N, NaCl, H2SO4 pekat, larutan campuran brusin dan asam sulfanilat, HNO3 pekat, air suling, indikator fenolptalin, larutan NaOH 1N, H2SO4 5 N, NaOH 1 N, KCN 10%,

indikator mureksid, mureksid tirturat, serbuk EBB-R, larutan EDTA, indikator EBT, larutan EDTA 0,01 M, formalin 4%.H2O2 30%, HCl 2 N, HCl 0,2 N, NaOH 1 N, serta larutan standar Ca, nitrat, dan fosfat.

Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah: buret, pH meter elektrik, pengaduk magnet, labu ukur, labu erlenmeyer, gelas ukur, pipet, spektrofotometer, gelas piala, gelas ukur, labu mikro kjeldahl, surber, mikroskop stereo, mikroskop elektrik, botol koleksi, botol air mineral 500 ml, Eijkman grab, meteran, ayakan bertingkat, DO meter elektrik, termometer elektrik, secchi disk, Winkler kit, stopwatch, timbangan, gelas arloji, corong gelas, dan kertas saring.

Cara kerja
Pengambilan sampel
Pengambilan sampel menggunakan metode
stratified random sampling. Dalam pengelom-
pokan sampel populasi statistik, N dibagi ke

dalam sub populasi.
Jadi N = N1+N2+ N3 + \u2026\u2026\u2026.+ NL
L = Nomor total populasi
Berat stratum:

Nh = ukuran stratum h (nomor kemungkinan
sampel dalam unit lapisan h).
N = ukuran keseluruhan populasi statistik.

Keseluruhan rata-rata per unit sampel untuk keseluruhan populasi diperkirakan dengan:

\u03c7STpengelompokan rata-rata per sampel
Nh = ukuran stratum h
h = nomer stratum (1, 2, 3, \u2026\u2026L)
\u03c7h = rata- rata pengamatan untuk stratum h

N = ukuran populasi keseluruhan =\u03a3 Nh
Densitas sampel per unit dihitung dengan:
XST= N\u03c7ST
XST = Keseluruhan populasi
N = Nomor unit sampel seluruh populasi

\u03c7ST = pengelompokan rata-rata per sampel.
Dengan variansi:
N
N
W
h
h=
NN
L
1
h
h
h
ST\u2211=\u03c7
=
\u03c7
(
)
\u2211
\ue005\ue005\ue006\ue004
\ue002\ue002\ue003\ue001
\u2212
==
\u03c7
L
h
h
h
h
h
ST
f
n
S
W
1
2
2
1
ENVIRO 3 (1): 18-27, Maret 2003
20

Wh = berat stratum.
S2h = variansi pengamatan pada stratum h
nh = ukuran sampel dalam stratum h
fh = fraksi sampel dalam lapisan h = nh/ Nh

S2 didapat dengan menghitung perkiraan
rata-rata dan total populasi dengan:

x = rata-rata populasi
xi = nilai pengamatan x dalam sampel i
n = ukuran sampel
Ukuran variansi diukur dengan:

Standar error rata-rata populasi x dengan:

Sx = Standar error rata- rata x
S2 = Variansi pengukuran
n = Ukuran sampel
f = Fraksi sampel = n/N
Perkiraan populasi total:
X = N. x
X = Perkiraaan populasi total
N = Ukuran populasi total
x = Nilai rata-rata populasi
Dengan standar error:
Sx= NSX
Sx = Standar error populasi total
N = Ukuran keseluruhan dari populasi
SX = Standar error dari rata-rata populasi
Dengan variasi:

(Krebs,1989)
Analisis Data
Indek diversitas

Perhitungan indek diversitas dilakukan ber- dasarkan metode penentuan indek diversitas (ID) Simpson (Krebs,1989) dengan:

D = Indeks diversitas simpson
N = Densitas total seluruh individu
n = Densitas suatu individu

Uji korelasi dan regresi

Dari data hasil pengukuran parameter lingkungan dan perhitungan nilai densitas, serta

diversitas makrobentos dilakukan analisis statistik korelasi (hubungan) y = f (x) antara densitas dan diversitas makrobentos dengan parameter lingkungan (x) dan dilanjutkan dengan regresi (Indrawati, 2001).

Uji anava

Perbedaan diversitas dan densitas makro- bentos dalam populasi antar stratum diuji de- ngan Anava pada tingkat signifikasi\u03b1 = 0,05 dan dilanjutkan DMRT 5% (Indrawati, 2001).

HASIL DAN PEMBAHASAN
Keanekaragaman makrobentos

Dalam penelitian di Bendungan Bapang Kalijambe dan Bendungan Ngablabaan Plupuh, Kabupaten Sragen diperoleh 12 spesies makrobentos yang semuanya berasal dari Phyllum Mollusca, yaitu: Melanoides tubercu-

lata, Brotia testudinaria, Melanoides granifera, Digoniostoma truncatum, Melanoides costel- laris, Belamya javanica, Corbicula moltkiana, Corbicula subplanata, Corbicula rivalis, Clea helena,dan Pila scutata, Assiminea bedalien- sis. Spesies yang berasal dari Kelas Bivalvia

adalah: Corbicula moltkiana, Corbicula sub-
planata,dan Corbicula rivalis, sedang sisanya

berasal dari Kelas Gastropoda. Makrobentos yang ditemukan di Bendungan Ngablabaan bagian atas adalah: B. testudinaria, M.

graniferae, B. javanica, C. moltkiana, M.
costellaris, C. subplanata, sedang di bagian
bawah adalah: B. testudinaria, M. graniferae,
M. costellaris, B. javanica, C. moltkiana,dan
A. bedaliensis. Jenis yang hanya ditemukan di
bagian bawah adalah A. bedaliensis danC.
Subplanata (Tabel 1 dan 2).

Jumlah total populasi dari keseluruhan spesies pada Bendungan Ngablabaan bagian atas tepi kanan menurut perhitungan dengan metode stratified random sampling adalah 42 makrobentos per 100 m, begitu juga dengan bagian atas tepi kiri yang mempunyai jumlah sama dengan bagian atas tepi kanan. Hal ini berarti bahwa sepanjang 100 m dapat diperoleh sekitar 42 makrobentos dalam berbagai spesies. Untuk bagian bawah jumlah total makrobentos pada bagian tepi kanan adalah 14 makrobentos per 35 m dan tepi kiri adalah 15 makrobentos per 35 m. Hal ini ber-

(
)
1
n
x
xi
S
2
2
\u2212\u2212
=\u2211
( )
f
1
n
S
S
2
x
\u2212
=
ST
ST
\u03c7
\u03c7
Variansi
=nxi
x\u2211
=
\u2211\u2212
\u2212
=
)
1
n
(
n
)
1
N
(
N
D

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Taufik Abidin liked this
faisal2122 liked this
Ika Nurhikmah liked this
kuculak liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->