COACH YIN XIAO TALKS ABOUT THE WORLDSPELATIH YIN XIAO BERBICARA TENTANG DUNIA
June 4, 2003Di Piala Dunia Paris, satu-satunya titel dimana China tidak menang adalah Putra Tunggal, satu yangterberat. Setelah regu nasional kembali, mereka mengadakan tiga pertemuan setengah hari untukmeringkas Piala Dunia. Pemain-pemain adalah yang pertama memberikan laporan individu, danpelatih-pelatih kemudian menyediakan kritik-kritik untuk setiap pemain. Setelah itupelatih-pelatihmengadakan satu pertemuandan menganalisa persiapan pre-piala dunia, kepelatihan, dan kompetisinyata.Setiap aspek dipelajari secara menyeluruh. Wartawan kami mewawancarai pemimpin regupelatih putra, Yin Xiao, setelah serangkaian pertemuan tersebut. Yin berkata alasan paling besargagal perebutan title Putra adalahpermasalahan mental.
“
Kami semua mengetahui even Tunggal Putra adalah yang paling tabah. Regu kami mengumpulkan4 dari 8 tempat tertinggi, ini menunjukkan kekuatan kami. Kami sedang dalam kondisi yang baik,tetapi di dalam pertandingan yang kritis, dan di point kritis, pemain kami terlalu banyak tekanan.Mereka bermain terlalu bebas, dan sebagian teknik dan perubahan taktik yang mereka pelajarimenjadi tidak pernah digunakan. Ini penyebab utama kehilangan game. Khususnya padapertandingan Wang Liqin-Schlager. Dari perspektif tingkatan teknis, Schlager tidak lebih baikdaripada Wang. Wang memimpin pada 6 game pertama, tetapi ketika memimpin 10-6 di game 6, iamengembangkan beberapa masalah secara mental. Secara keseluruhan kompetisi putra tunggal,pemain-pemain Cina paling sering kali kehilangan di game 7. Ini menunjukkan penerapan eksekusi
(penyelseain akhir) di saat point kritis masih kurang. “
“
Peraturan 11-point terbukti menambah acak hasil akhir. Ketika dua pemain pada ranking berdekatanbertemu tanding, sering faktor mental adalah penentu utama hasil akhir. Kuncinya akan dimenangkanoleh siapa menyerang terlebih dulu, siapa yang pertama mengubah taktik dan siapa lebih agresif.
Pemain Cina tidak cukup baik dalam hal ini”.“
Tahun lalu di Asian Game, regu putra kami pada dasarnya memenuhi syarat untuk menang, tetapikami secara menyeluruh masih kurang. Sejak itu regu kami masih meneliti dan mempelajari prinsipdari aturan baru, dan merumuskan sekumpulan metode pelatihan baru. Saat mengikuti Piala Duniaitu menunjukkan pada dasarnya pelatihan kami efektif. Alasan mengapa kami gagal perebutan titeltunggal putra adalah karena kami mengutamakan persiapan pada teknik dan taktik, dan kami tidakmelatih mental dengan cukup. Di dalam aturan 21-point yang lalu, kami selalu menekankan padakeadaan mental mantap dan ketekunan. Sekarang, dengan sistim 11-point pada hakekatnya, kamiperlu lebih menekankan pada kesiap-siagaan untuk bermain penuh resiko dan bagaimana caranyabermain dengan semangat. Inilah kekurangan kepelatihan kami sampai saat ini," Yin katakan.Di pertandingan Schalger lawan Joo Se Hyuk, Yin merasa bahwa unsur keberuntungan terjadi ataspertemuan dua pemain itu di final." Mereka bukan pemain paling kuat di dunia. Sebaliknya, ada beberapa alasan objektif bagi merekasehingga berhasil sampai final. Schlager serve dan serangan bola ketiga sama seperti perminanChina, dan ia bermain agresif. Di game 11-point, sering kali mendapat keuntungan. Wang Hao danMa Lin kalah dengan dua chopper karena pertama mereka tidak mempunyai satu pengalamanmenghadapi melawan chopper di masa2 lalu, dan yang kedua karena teknik mereka tidak cukup all-around.Satu pemain allround yang kuat harus bisa bermain melawan semua gaya. Hal ini juga menunjukkanada perkembangan pada gaya chop, terutama gaya Joo', yang didasarkan pada keahlian khususDing Song dan lebih lanjut dikembangkan dari pondasi itu. Itu mencapai keseimbangan antara
Leave a Comment