Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Regulasi Standar Sektor Publik

Regulasi Standar Sektor Publik

Ratings: (0)|Views: 547|Likes:
Published by arnoldbro

More info:

Published by: arnoldbro on Mar 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

 
MODUL 4 & 5STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
A. BASIS AKUNTANSI
1)Basis Akuntansi dalam Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) PP N0.24 tahun2005. mempunyai dua pilihan seperti di niomor 2 dan 3.2)Pertama, basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintahadalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, transfer, danpembiayaan serta basis akrual untuk pengakuan asset, kewajiban dan ekuitasdana.3)Kedua, entitas pelaporan diperkenankan untuk menyelenggarakan akuntansi danpenyajian laporan keuangan dengan menggunakan sepenuhnya basis akrual.
4)
Entitas pelaporan yang menyelenggarakan akuntansi dan menyajikan laporankeuangan dengan menggunakan basis akrual tetap menyajikan LaporanRealisasi Anggaran berdasarkan basis kas.1. Perbedaan Akumtansi Berbasis Kas Dan Akuntansi Berbasdis Akrual1.1 Berbasis KasMerupakan Sistem akuntansi yang hanya mengakui arus kas masuk dan keluar.Sehingga dalam laporan keuangan tidak bisa dihasilkan karena ketiadaan datatentang aktiva dan kewajiban. Data yang ada hanyalah perimbangan kas, yaituPenjualan hanya dicatat saat kas diterima, sehingga tidak ada pos piutang.Pembelian dicatat saat kas dibayarkan, sehingga tidak ada hutang. Danpenyesuaian saham tidak dilakukan karena rekening tidak memperhatikanpencatatan dan yang dicatat hanya kenyataan bahwa kas dibayar untuk pembelian.Dalam laporan arus kas banyak dipakai dalam akuntansi bisnis, namun hanyasebagai tambahan laporan pendapatan dan laporan posisi keuangan. Akuntansiarus kas dipraktikkan di berbagai perusahaan sector public dan organisasi nonprofit,misalnya: rekening penerimaan dan pembayaran yang sederhana dari suatukegiatan. Jenis informasi yang tidak diberikan dalam laporan arus jas adalah modal
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB
 
Islamiah Kamil, SE., M.Ak.
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
1 
 
dan pendapatan. Apabila pendapatan adalah peningkatan modal,maka pendapatantidak dapat diperhitungkan.1.2Berbasis AkrualDefinisi konsep akuntansi akrual sebagaimana tercantum pada SSAP 2 adalahsebagai berikut:Penerimaan dan biaya bertambah (diakui karena diperoleh atau dimasukkantidak sebagai uang yang diterima atau dibayarkan) sesuai satu sama lain dapatdipertahankan atau dianggap benar, dan berkaitan dengan rekening laba danrugi selama periode bersangkutan.Penerapan basis akrual akan mempengaruhi system akuntansi yang digunakan,seperti penambahan pos-pos akrual dan berbagai formulir pembukuanRagam laporan dalam konsep akrual tidak dibuat seragam. Tiap organisasisector public mempunyai daftar laporan yang memungkinkan jumlahnya berbedasatu dengan yang lain. Perbedaan yang terjadi lebih disebabkan karena perbedaanproses kerja antar organisasi. Namun, persamaan juga terjadi dalam prosespelaporan posisi keuangan dan pelaporan operasional di berbagai organisasi. Hal inidisebabkan alur penerimaan dan pembayaran yang konsisten antar organisasi.
Kekuatan dan Kelemahan Basis Akrual
Keuntungan Basis Akrual :
Penerimaan dan pengeluaran dalam laporan operasional berhubungandengan penerimaan dan pemasukannya.
Basis akrual menunjukkan gambaran pendapatan.
Basis akrual dapat dijadikan alat ukur modalMasalah Aplikasi Basis Akrual :
Penentuan pos dan besaran transaksi yang dicatat dilakukan oleh individuyang mencatat.
Relevansi akuntansi akrual menjadi terbatas ketika dikaitkan dengan nilaihistoris dan inflasi.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB
 
Islamiah Kamil, SE., M.Ak.
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
2 
 
Dalam pembandingan dengan basis kas, penyesuaian akrual membutuhkanprosedur administrasi yang lebih rumit, sehingga biaya administrasi menjadilebih mahal.
Peluang manipulasi keuangan yang sulit dikendalikan.2. Pertimbangan Pemilihan Dasar AkrualStandar Akuntansi Keuangan Sektor Publik telah memilih dasar akrual sebagaibasis pencatatan akuntansi. Dasar akrual mengakui transaksi dan kejadian padasaat transaksi dan kejadian tersebut terjadi. Elemen-elemen yang diakui dalamdasar akrual ini adalah aktiva, kewajiban, net worth, pendapatan, dan biaya.Pengukuran akuntansi akrual berfokus pada pengukuran sumber daya ekonomisdan perubahan sumber daya tersebut pada suatu entitas.Model pelaporan terdiri dari : Neraca, Laporan Kinerja Keuangan, dan Laporan Arus Kas. Materialitas merupakan konsep yang menghubungkan karakteristik-karakteristik kualitatif laporan keuangan.2.1 Keuntungan Dasar Akrual.Tujuan umum pelaporan keuangan dasar akrual mempunyai peran akuntabilitasdan peran informative, sehingga laporan keuangan memberikan informasi kepadapengguna tentang:
1)
Penilaian kinerja, posisi keuangan, dan aliran arus kas suatu entitas.2)Menilai kepatuhan entitas terhadap Undang-undang, regulasi, hokum danpenyajian kontrak yang berkaitan dengan pelaporan kinerja keuangan.3)Pengambilan keputusan tentang penggunaan sumber daya dalammenjalankan usahanya.Dalam konteks sector public, akuntansi dasar akrual memberikan informasi bahwa:1)Pemerintah menerapkan akuntabilitas untuk sumber daya yangdigunakannya2)Pemerintah menerapkan akuntabilitas untuk manajemen atas aktiva dankewajiban yang diakui dalam laporan keuangan.3)Menunjukkan bagaimana sector public membiayai kegiatannya danmemenuhi segala persyaratan kas-nya.
4)
Mengijinkan public untuk mengevaluasi kemampuan pemerintah dalammembiayai aktivitasnya dan memenuhi segala kewajiban serta komitmennya.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB
 
Islamiah Kamil, SE., M.Ak.
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
3 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->