• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
1
Ensiklopedi Nurcholish Madjid
 A 
 ABAD MODERN: ASPEK TEKNIK DAN ASPEK KEMANUSIAAN
Suatu hal yang tampaknya tak mungkin dihindari dari teknikalis-me ialah implikasinya yang mate-rialistik. Dalam menghadapi danmenyertai kemodernan, kaum Mus-lim dituntut untuk memperhitung-kan segi materialisme ini. Kalkulasipribadi, inisiatif perorangan, efi-siensi kerja adalah pekerti-pekertiyang baik dan bermanfaat besar.Tetapi, bagaimanapun, kata Mar-shall Hodgson, seorang sejarawandunia, menundukkan nilai-nilaikeakhlakan dan kemanusiaan kebawah pemaksimalan efisien teknis,betapapun besar hasilnya, kemung-kinan sekali akan merupakan mim-pi buruk yang tak rasional.Telah diketahui bahwa aspek kemanusiaan abad modern ini bisa,dan telah menjadi kenyataan, lebihpenting dan menentukan daripadaaspek teknikalismenya. Dari sudutpandangan kemanusiaan modernBarat, generasi 1789 yang secara garisbesar merupakan angkatan duarevolusi, yaitu Revolusi Amerika danRevolusi Prancis, adalah peletak dasar-dasar segi kemanusiaan bagikemodernan. Cita-cita kemanusiaanyang dirumuskan dalam slogan Revo-lusi Prancis, “Kebebasan, Persamaan,dan Persaudaraan,” memang belumseluruhnya terwujud dengan baik.Tetapi, harus diakui bahwa duniabelum pernah menyaksikan usahayang lebih sungguh-sungguh dansistematis untuk mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan dalam bentuk pelaksanaan yang terlembagakan dari-pada yang dilakukan orang (Barat)sejak terjadinya dua revolusi tersebut.Pengejawantahan terpenting cita-citaitu ialah sistem politik demokratis,yang sampai saat ini menurut ke-nyataan baru mantap di kalanganbangsa-bangsa Eropa Barat Laut danketurunan mereka di Amerika Utara. Aspek teknik yang material danaspek kemanusiaan yang nonmate-rial berjalan hampir seiring di EropaBarat Laut, dan pemunculannya kepermukaan juga terjadi secarahampir bersamaan, yaitu dalamRevolusi Industri dan RevolusiPrancis. Tetapi bagi bangsa-bangsalain yang hendak mencoba mengejar
 
2
 
Ensiklopedi Nurcholish Madjid
ketertinggalannya–jika tidak mung-kin mengambil kedua aspek itu se-kaligus–sering dihadapkan kepadapilihan yang tidak begitu mudahuntuk menetapkan mana dari keduaaspek itu yang harus didahulukan.Biasanya, bentuk kesiapan tertentusuatu bangsa akan mendorongnyauntuk secara pragmatis menentu-kan pilihan tanpa kesulitan. India,misalnya, disebabkan oleh jumlahcukup besar dari kalangan atasnyayang berpendidikan Barat di bawahpemerintahan kolonial Inggris, secaraamat menarik menunjukkan keber-hasilannya untuk sampai batas ter-tentu menerapkan aspek kemanu-siaan modern Barat, yaitu demokrasisistem pemerintahannya. Keber-hasilan itu terjadi dengan seolah-olahmengingkari kenyataan sosial masya-rakat Hindu yang mengenal sistemkasta yang kaku, yang sama sekalitidak selaras dengan keseluruhan cita-cita kemanusiaan modern. MeskipunIndia berhasil mewujudkan dirinyasebagai “demokrasi terbesar di mukabumi”, perkembangan lebih lanjutmenunjukkan bahwa kemelaratanrakyatnya senantiasa menjadi sumberancaman kelangsungan demokrasiitu.Sebaliknya, saat-saat terakhir inikita bisa menyaksikan peningkatansecara luar biasa kemakmuran mate-rial beberapa negara Timur Tengahpemilik petrodollar. Jika dibenarkanmenggunakan kriteria India itu ke-pada gejala Timur Tengah, makadapat dikatakan bahwa kebalikandari India, negara-negara petrodollaritu memiliki kesiapan tertentu untuk mengambil dari Barat dan meng-adopsi, secara lahirnya, aspek teknik dan kemodernan. Tetapi, jika tidak segera atau bersama dilakukan peng-garapan yang serius terhadap aspek pengembangan kemanusiaannya,ada kemungkinan bahwa “kemajuan”material itu justru akan merupakanepos sejarah setempat yang ternyatanantinya menimbulkan penyesalanyang mendalam. Tampaknya, tan-tangan ini telah disadari sepenuh-nya oleh para pemimpin negara-ne-gara tersebut.
 ABAD MODERNDAN SUMERISME
Menurut penjelasan terbaik yangdiberikan oleh Marshall Hodgson,hakikat Abad Modern ialah teknika-lisme dengan tuntutan efisiensi kerjayang tinggi, yang diterapkan kepa-da semua bidang kehidupan. Lebihlanjut dikatakannya bahwa AbadModern itu sesungguhnya lebih tepatdisebut Abad Teknik, apalagi jika ha-rus dihindari konotasi moral yangkontroversial pada perkataan “modern”(“modern” berarti “baik”, “maju”).Teknikalisme
an sich
melatarbela-kangi timbulnya Revolusi Industri,
 
3
Ensiklopedi Nurcholish Madjid
sedangkan implikasi kemanusiaan-nya menyembul dalam bentuk Revo-lusi Prancis. Dua peristiwa yang se-cara amat menentukan menandaidimulainya Abad Modern itu terjadipada sekitar pertengahan abad ke-18, bukannya di bagian Eropa yangmempunyai masa lampau yang pan- jang dan gemilang seperti Yunani danRomawi, melainkan di Inggris danPrancis di Eropa Barat Laut yangmerupakan pendatang baru dalampentas sejarah umat manusia. Kelak aspek kemanusiaan yang tecermindalam cita-cita Revolusi Prancis itulebih memiliki makna daripada segitekniknya, sehingga sering puladisebut tentang peranan utama ge-nerasi 1789 (Revolusi Prancis) dalammeletakkan dasar-dasar Abad Mo-dern.Sebagai suatu zaman baru, AbadTeknik, dalam efeknya terhadap se- jarah umat manusia, dapat diban-dingkan dengan masyarakat AgrariaBerkota (
 Agrarianate Citied Society 
)yang dimulai oleh orang-orangSumeria pada sekitar tiga ribu tahunSebelum Masehi. Dalam sejarah umatmanusia, bangsa Sumeria adalahmanusia pertama yang membangunmasyarakat berkota. Mereka jugayang pertama mampu mengatasi per-soalan akibat gejala alam yang besar,yaitu luapan Sungai Dajlah dan Furat,yang kemudian mereka manfaatkanuntuk irigasi pertanian lembah AntaraDua Sungai” (Mesopotamia). Dengandipimpin oleh para pendeta merekadari zigurat-zigurat, orang-orangSumeria terus-menerus membuatkemajuan dalam berbagai bidang.Merekalah yang pertama mengguna-kan bajak dan waluku secara intensif untuk menggarap tanah, dan denganbegitu berhasil meningkatkan pro-duksi pertanian. Peningkatan pro-duksi pangan (dan sandang) tidak saja memperbaiki taraf hidup parapetani, tapi juga memungkinkantumbuhnya kelas baru di kota-kotayang dapat menikmati hidup makmurtanpa harus terjun langsung dalampekerjaan pertanian. Merekalah jugamanusia pertama yang membuattulisan (huruf), menemukan pe-runggu, dan menggunakan ken-daraan beroda.Berkat kemajuannya, bangsaSumeria mampu dengan gampangmengalahkan dan menguasai bang-sa-bangsa lain di sekitarnya, yaitumasyarakat-masyarakat pertaniantanpa kota. Dengan begitu, perangtidak lagi hanya berupa pertem-puran antarsuku seperti sebe-lumnya, melainkan meningkatskalanya menjadi perang antarbangsa.Maka timbullah pada mereka, untuk pertama kalinya dalam sejarah umatmanusia, kehidupan bernegara dalamarti kata yang sebenarnya, bahkandengan wawasan imperialisme dankolonialismenya. Keadaan ini selan- jutnya menuntut kemampuan yanglebih tinggi untuk mengatur kehi-
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...