toegoe
::
suara
rakyat
dalam
wahana
lingkungan
::
| edisi khusus laporan publik | Tahun II | januari 2009 |
3
Air menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Tak terkecuali bagi seorangibu rumah tangga. Ati yang membuka warung minuman ini sangatrisau melihat keadaan air semakin kotor dan terbatas debitnya. Bilamenggunakan air PAM sangat sulit. Pada saat-saat dibutuhkan, sepertipagi dan sore hari, air yang dinantikan tidak mengalir. Akhirnya, ibuyang berusia 39 tahun ini harus menyedot mengunakan pompa air padamalam hari.Langkah antisipasi agar tidak kekuarangan air pun telah diupayakanyaitu meminta bantuan orang lain untuk mengali sumur di sekitarrumahnya. Namun kondisi air yang ada sangat tidak menentu. Biladimasak untuk konsumsi air minum keluarga dilihat dengan kasat matatampaknya bersih saja, tetapi saat diminum airnya berasa. Padahal sumurtersebut juga digunakan oleh tetangganya. “Bila tidak, ya tidak etis
,Wong
tetangga saya” ujarnya seraya berharap dengan pemerintah agarmemberi bantuan fasilitas air untuk masyarakat di sekitar Wirobrajan.
Ati (Pedagang)WirobrajanKota Yogyakarta
i
bu
r
umah
t
angga
, C
emas
a
kan
k
eberaDaan
a
ir
b
ersih
Asap kendaraan bermotor dan industri menyebabkan polusi udara diKota Yogyakarta. Masyarakat terlihat gusar dengan udara yang tidakbersahabat sekarang ini. Adrimas (45) misalnya, salah satu warga yangberdomisili di Kusumanegara merasa sangat dirugikan karena asap tebalkendaraan bermotor dan asap PT SGM. Kerugian pun kian bertambahkarena dagangan bajunya yang dipajang dalam ruangan toko semakinkotor. Ia hanya bisa berkeluh kesah, susah mau mengadu dengan siapasehinga ujung-ujungnya pasrah. “Kami hanya menikmati ‘susu’ asapnyaPT SGM dan kendaraan bermotor,” tuturnya.Bila diingat, lanjut Andrimas, pemerintah pernah mencanangkankendaraan bermotor yang banyak mengeluarkan asap, khususnya motordua tak, akan ditertibkan. Akhir-akhir ini kelihatanya pemerintah jugatidak berdaya apa lagi masyarakat.
Andrimas (Pedagang)KusumanegaraKota Yogyakarta
m
eraDang
“n
ikmati
” a
saP
Pengelolan lingkungan hidup di kawasan perkotan bukanlah halmudah. Salahsatu penyebab utama buruknya kualitas lingkunganlantaran meningkatnya kepadatan penduduk. “ Kalau soal lahir matimungkin bisa kita batasi tapi kalau orang datang dan pergi
kan
tidakbisa, itu
kan
hak asasi”ujarnya.Soal kedua adalah belum berubahnya perubahan pola pikir masyarakat
untuk beraktitas dan tetap ramah lingkungan. Beliau mengakui perlu
waktu yang lama soal perjuangan tersebut. Selanjutnya, pemerintahmemilik beberapa target soal persoalan lingkungan khususnya di KotaYogyakarta.Pertama, soal pengelolaan sampah. pemerintah menargetkan padatahun 2011, 50 % penduduk kota telah mengelola sampahnya sendiri darirumah tangga. Kedua, pencanangan program biopori untuk mencegahterjadinya banjir. Beliau berharap masyarakat dapat mendukung secaraaktif program-program pemerintah soal lingkungan hidup.
P
engelolaan
l
ingkungan
k
ota
t
iDak
m
uDah
Ir. H. Hadi Prabowo(Kepala Badan LingkunganHidup Kota Yogyakarta)
b
agi
k
ePala
D
inas
l
ingkungan
h
iDuP
k
ota
y
ogyakarta
,
banyak
soal
yang
harus
Diselesaikan
Dalam
uPaya
menuju
kota
yang
ramah
lingkungan
. b
erikut
PenDaPatnya
.
Add a Comment