Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Perkembangan Aliran Dan Pemikiran Teologi Dalam Islam

Sejarah Perkembangan Aliran Dan Pemikiran Teologi Dalam Islam

Ratings: (0)|Views: 2,021|Likes:
Published by Fiki Amaliyya
Aqidah
Aqidah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Fiki Amaliyya on Mar 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/03/2013

pdf

text

original

 
SEJARAH PERKEMBANGAN ALIRAN DAN PEMIKIRANTEOLOGI DALAM ISLAM
1
 
A.
 
Pendahuluan
Secara harfiah, kata teologi terdiri dari
teo
atau
teos
yang berarti Tuhan dan
logi
atau
logos
yang berarti pengetahuan, paham, atau pembicaraan. Jadi teologi mengandung artipengetahuan, paham, atau pembicaraan tentang Tuhan. Teologi bisa diartikan juga denganilmu yang membicarakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ketuhanan atau ilmuketuhanan.
2
Teologi Islam merupakan suatu ilmu yang membahas ajaran-ajaran dasar ataupokok dari suatu agama yaitu agama Islam. Kita sebagai orang Islam harus mengetahui betulpokok-pokok ajaran agama Islam karena itu sangat perlu untuk mempelajari teologi Islamagar iman dan aqidah kita kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh ajaran-ajaran agamaselain Islam. Pada makalah ini akan membahas tentang sejarah timbulnya aliran teologidalam Islam, pemikiran teologi kontemporer, perbedaan teologi dan pentingnya toleransi, dankembali kepada aqidah Islam. Timbulnya teologi dalam Islam berawal dari wafatnya NabiMuhammad SAW pada tanggal 8 Juni 632 M yang mana melahirkan suatu perjuangankeagamaan dan politik dalam masyarakat Islam yang kemudian mengakibatkan timbulnyaperpecahan di kalangan umat Islam sendiri.
B.
 
Sejarah Timbulnya Aliran Teologi Dalam Islam
Seperti yang dijelaskan pada sebelumnya bahwa timbulnya aliran teologi pada agamaIslam berawal dari wafatnya Nabi Muhammad SAW dan juga berawal dari permasalahanpersoalan-persoalan politik. Tetapi persoalan politik ini meningkat menjadi persoalanteologi.
3
Umat Islam kehilangan pemimpin yang dapat menyelesaikan segala persoalan-persoalan yang dihadapi mereka. Nabi Muhammad SAW selain menjadi seorang Nabi danRasul Allah juga menjadi seorang kepala Negara. Maka ketika Nabi Muhammad SAW wafat,masyarakat Madinah sibuk memikirkan pengganti beliau untuk mengepalai Negara yang barulahir itu. Timbullah soal khilafah yang sebagaimana kita ketahui yang mana dipercayakan
1
Nama: Fiki Amaliyya, 4E. Bahasa Inggris, Kelompok 11.
2
Drs. H. Achmad Gholib, MA,
Teologi dalam Perspektif Islam
(Jakarta, UIN Press, 2005),
 
5.
3
Harun Nasution,
Teologi Islam Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan
(Jakarta, UI Press, 2002), 3.
 
kepada sahabat beliau, yaitu Abu Bakar Shiddiq (632-634 M), Umar bin Khattab (634-644M), Utsman bin Affan (644-656 M), dan Ali bin Abi Thalib (656-661 M).
4
 Timbulnya permasalahan-permasalahan di bidang politik terjadi pada masa khalifahUtsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Pada masa khalifah Utsman bin Affan, beliaubanyak mengangkat pejabat-pejabat di masa khalifahnya dari keluarga dekatnya. Kebijakanpolitik Utsman yang mengangkat sanak keluarga ini menimbulkan rasa tidak simpatik terhadap dirinya. Setelah melihat sikap dan tindakan yang kurang tepat itu, para sahabat yangsemula menyokong Utsman kini mulai menjauh darinya. Sementara itu perasaan tidak senangmuncul pula di daerah-daerah, terutama di Mesir. Sebagai reaksi tidak senang atasdijatuhkannya Umar ibn al-Ash dari jabatan gubernur untuk digantikan oleh Abdullah ibn
Sa‟ad ibn Abi Sarah, salah seorang keluarga Utsman, sekitar 500 orang berkumpul dan pergi
menuju Madinah untuk melakukan aksi protes. Kehadiran para pelaku aksi protes iniakhirnya berakibat fatal bagi diri Utsman, lalu ia terbunuh oleh para pemuka aksi protestersebut.
5
 Setelah Utsman wafat, Ali bin Abi Thalib menggantikan beliau menjadi khalifahberikutnya. Akan tetapi Ali banyak mendapat tantangan dari pemuka-pemuka yang inginmenjadi khalifah juga, salah satunya yaitu Talhah dan Zubeir dari Mekkah. Tantangan iniakhirnya bisa dipatahkan melalui Perang Jamal pada tahun 656 M, Talhah dan Zubeir punmati terbunuh.
Sebagaimana halnya Talhah dan Zubeir, Mu‟awiyah tidak mengakui Alisebagai khalifah. Mu‟
awiyah merupakan Gubernur Damaskus dan keluarga dekat Utsman binAffan. Selain itu, Ali juga dituduh atas terlibatnya pembunuhan Utsman bin Affan karenaanak angkatnya, Muhammad bin Abi Bakar,
6
dituduh terlibat, akan tetapi yang kemudiandiangkat menjadi gubernur di Mesir. Pemberontakan ini akhirnya menjadi sebuah peperanganyang disebut Perang Shiffin.Dalam pertempuran yang terjadi antara kedua golongan ini di Siffin, tentara Ali berhasil
mendesak tentara Mu‟awiya
h sehingga mereka sudah hampir kalah dan bersiap-siap untuk meninggalkan medan pertempuran.
Tetapi tangan kanan Mu‟awiyah
, Amr bin Ash yangterkenal sebagai orang licik minta berdamai dengan mengangkat al-Quran keatas. Lalu Alipun menerima tawaran damai itu melalui arbitrase (
tahkim
). Untuk melaksanakan tahkim
4
Bunyamin (dkk),
 Aqidah untuk Perguruan Tinggi 
(Jakarta, UHAMKA Press, 2012), 239.
5
Harun Nasution,
Sejarah Pemikiran dalam Islam
(Jakarta, PT PUSTAKA ANTARA, 1996), 2.
6
Bunyamin (dkk),
op. cit.
, 240.
 
tersebut, maka ditunjuklah wakil dari masing-masing pihak, yaitu Amr bin Ash mewakili
 pihak Mu‟awiyah dan Abu Musa Al
-
Asy‟ari dari pihak Ali bin Abi Thalib.
Kedua wakilpelaksana tahkim ini sebenarnya telah bersepakat untuk menjatuhkan kedua pemuka yang
sedang bertikai, Ali dan Mu‟awiyah.
Ketika hasil tahkim akan diumumkan, Amr bin Ashmempersilahkan Abu Musa bin Al-
Asy‟ari, sebagai yang lebih tua, untuk tampil lebih dulu
dan mengumumkan kepada masyarakat apa yang telah mereka sepakati, yaitu menjatuhkan
Ali dan Mu‟awiyah.
Akan tetapi berbeda halnya dengan Amr bin Ash, dia berkhianat danmelenceng dari kesepakatan tersebut. Dia hanya menyepakati atas keputusan menjatuhkan
Ali dan menolak menjatuhkan Mu‟awiyah bahkan langsung membaiatnya sebagai khalifah
pengganti Utsman.
7
 Sementara itu, di barisan Ali terdapat sekelompok orang yang tidak setuju dengan
tindakan dan kebijaksanaan Ali yang menerima tawaran dari Mu‟awiyah. Mereka
memandang bahwa tahkim tersebut tidak dapat diputuskan oleh manusia melainkan olehhukum-hukum Allah. Karena mereka menganggap bahwa Ali telah melakukan dosa besar,maka mereka menyatakan untuk keluar dari barisan Ali dan membentuk kelompok sendiri .Kelompok ini kemudian terkenal dengan nama Khawarij, kelompok yang keluar dari barisanAli.
8
Kelompok ini menentang Ali seka
ligus Mu‟awiyah.
Dari persoalan-persoalan politik yang sudah dijelaskan sebelumnya kemudian berubahmenjadi persoalan teologi. Timbul persoalan siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir.
Khawarij menganggap Ali, Mu‟awiyah, Amr ibn As
h, Abu Musa Al-
Asy‟ari dan lain
-lainyang telah menerima tahkim adalah kafir.
9
Setelah muncul aliran dari Khawarij, berturut-turut muncul aliran-
aliran teologi yang lain seperti Murji‟ah, Mu‟tazilah, Asy‟ariyah,
Maturidiyah, Jabariyah, Qadariyah, dan
Syi‟
ah.
1.
 
Aliran Khawarij
Secara etimologis, kata Khawarij berasal dari bahasa Arab, yaitu
kharaja
yang berartikeluar, muncul, timbul, atau memberontak. Sedangkan secara terminologi adalah kelompok atau aliran yang berasal dari Ali bin Abi Thalib yang keluar dari barisan karenaketidaksepahaman pendapat terhadp keputusan Ali yang menerima arbitrase (tahkim)
7
Harun Nasution,
Sejarah Pemikiran dalam Islam
(Jakarta, PT PUSTAKA ANTARA, 1996), op. cit., 3-4.
8
Ibid., 4.
9
Harun Nasution,
Teologi Islam Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan
(Jakarta, UI Press, 2002), op. cit., 8.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->