Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Islam Menjamin Pluralitas

Islam Menjamin Pluralitas

Ratings: (0)|Views: 1|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Mar 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2014

pdf

text

original

 
istanaparamufakkirsiyasi.blogspot.com/2013/03/islam-menjamin-pluralitas.html1/2
1 week agoIslam Menjamin Pluralitas
Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si 
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikankamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal…
” (QS. Al-Hujuraat [49]:13).Ayat ini turun sebagai penegasan bahwa dalam Islam tidak ada diskriminasi, karena yang paling mulia adalahyang paling bertaqwa (diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abi Mulaikah). Perbedaan etnis, sukumaupun agama adalah niscaya. Namun, Allah Swt tidak menjadikannya sebagai derajat kemuliaan manusia.Demikianlah Islam menjamin pluralitas, karena ini adalah bagian dari
sunnatullaah
.Kini, jaminan pluralitas dari Islam ini tak berlaku. Penerapan sistem demokrasi yang memisahkan agama darikehidupan (sekular), telah menyingkirkan Islam dari panggung kehidupan. Tak jarang, berbagai peristiwa membuktikanbahwa justru umat Islam-lah yang mengalami diskriminasi. Padahal Islam-lah satu-satunya agama yang mengatur pluralitas.Kisah kaum muslimin Rohingya di Myanmar, Pattani di Thailand, Moro di Filipina, Xinjiang, Kashmir hinggaPoso dan Ambon, hanya menyisakan opini bahwa mereka adalah pemberontak. Sesungguhnya, mereka membela dirikarena mereka ditindas dan dibantai. Bukan karena memberontak. Namun, pedulikah dunia? Minimal, mana suara dariDunia Islam? Semua diam. Beda sekali dengan reaktifnya Barat saat satu orang tentara Israel berhasil dibunuh olehpara mujahidin Palestina. Jelas, inilah akibatnya jika umat Islam tak punya perisai yang membelanya. Diskriminasiumat Islam pun berulang.Racun
demokrasi-sekular 
telah membuat kaum muslimin dunia lupa dengan jatidirinya sebagai satu tubuh.Inilah yang membuat kita terbelenggu dan mengekor pada para pemimpin sistem
taghut 
. Kaum muslimin di daerah laindianggap bangsa lain, bukan saudara. Padahal mereka juga umat Islam. Tanpa sadar, paham nasionalisme dankedaerahan telah memecah belah kita.Sejak tanggal
3 Maret 1924
, kaum muslimin telah kehilangan naungan Islam akibat keruntuhan Khilafah di
Turki
. Bicara tentang Turki, ada bagian sejarahnya yang barangkali tidak pernah disangka oleh banyak orang.Khususnya setelah Turki berpindah status dari kekhilafahan menjadi negara republik. Jika pun tetap ingin disebutsebagai sejarah Turki, maka sejatinya ini dianggap sejarah kelam. Karena deklarasi republik ini tidak lain adalah namalain bagi keruntuhan kekhilafahan Islam yang saat itu beribukota di
Istanbul
. Bahkan, nama Kekhilafahan Utsmaniysendiri telah didiskreditkan sebagai Kekaisaran Utsmaniy (Ottoman, dalam bahasa Turki) saja. Tanpa sedikitpundiketahui bahwa identitas aslinya adalah negara pelindung utama kaum muslimin di dunia dalam rangka menerapkansyariat Islam, yaitu sebagai Daulah Khilafah Islamiyyah.Keberadaan
Daulah Khilafah Islamiyyah
telah resmi berawal saat Rasulullaah saw hijrah ke
Madinah
.Berlanjut hingga kurang lebih selama 13 abad kemudian. Sabda Rasul saw: “
Dahulu Bani Israil selalu dipeliharaurusannya oleh para Nabi. Setiap kali Nabi meninggal, digantikan oleh Nabi yang lain. Dan sesungguhnya tidak akanada Nabi lagi sesudahku. (Tetapi) akan ada banyak Khalifah
…” (HR Bukhari no. 3196).Rasulullaahsaw wafat setelah seluruh Jazirah Arab masuk Islam dan menghilangkan kemusyrikan didalamnya. Yaitu setelah Allah menyempurnakan agama dan nikmat-Nya kepada kaum Muslim dan meridhai Islam sebagai agama mereka. Maka, Daulah Khilafah memerintah dengan Islam, baik dari segi akidah maupun aturan (Kitab
Daulah Islam
).Kemudian, datang Khulafa Rasyidun dan para khalifah setelahnya. Pembebasan pun terus berlanjut. Khilafahmenemukan sejumlah etnis manusia. Penduduk Irak merupakan campuran dari Nasrani, Mazdak, dan Zoroaster baikdari etnis Arab maupun Persia. Penduduk Persia terdiri dari orang-orang ‘ajam dan sedikit Yahudi serta Romawi danseluruhnya beragama bangsa Persia. Penduduk Syam beragama Nasrani dengan penduduknya yang terdiri dari bangsaSuriah, Armenia, Yahudi, sebagian beretnis Romawi dan sebagian beretnis Arab. Penduduk Mesir adalah bangsa Mesir,sebagian Yahudi dan sebagian Romawi. Dan penduduk Afrika Utara adalah bangsa Barbar (Kitab
Daulah Islam
).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->