Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
JURNAL PARASIT DIV.doc

JURNAL PARASIT DIV.doc

Ratings: (0)|Views: 146|Likes:
Published by GrosirButik

More info:

Published by: GrosirButik on Mar 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/31/2014

pdf

text

original

 
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN, VOL. 2, NO. 2, JANUARI 124 2006:121 -128 
PENGARUH LINGKUNGAN DAN PERILAKU MASYARAKATTERHADAP KEJADIAN MALARIA DI KAB. BARITO SELATANPROPINSI KALIMANTAN TENGAH
Friaraiyatini
1)
, Soedjajadi Keman
2)
, dan Ririh Yudhastuti
3)1) Dinas Kesehatan Kab. Barito Selatan, Propinsi Kalimantan Tengah2) dan 3) Bagian Kesehatan Lingkungan FKM Universitas Airlangga
ABSTRACT:
Malaria is infectious disease caused by Plasmodium that can attack everybody such pregnantwomen, children under five years old as well as adult. It should be handled seriously based oncomprehensive approach to decrease morbidity and mortality rates. Regency of South Barito, Province of Central Kalimantan, is malaria endemic area which environment, natural vector enemy and houseconstruction influence spreading of malaria disease’s ve ctor. Therefore the aim of this study was toanalyze environmental and behavioral factors toward malaria incidence in Regency of South Barito,Province of Central Kalimantan.This study was designed as cross -sectional observational study conducted in May to June 2005.Sample size was 174 households with head of family stayed in Regency of South Barito, Province of Central Kalimantan as analysis unit. Statistical analysis of Chi-square was used to select significantvariables that will be included in multiple logistic regression statistical test to determine variables of environment and behavior that influence malaria incidence.The data showed that variables included in multiple logistic regression model analysis weretemperature (Chi -square, p = 0.02); vegetation (Chi-square, p = 0.00); house construction (Chi -square, p= 0.01); action in malaria prevention (Chi -square, p = 0.01); and respondent kind of work (Chi-square, p =0.05). In multiple logistic regression model, the only significant independent v ariable that influencedmalaria incidence was vegetation (p <0.01) with RR = 32,79.It is concluded that environmental factor that influence malaria incidence is vegetation variable. Itis suggested that people have to glow mosquito nest destruction activ ity and to use mosquito net duringsleeping at night. Moreover, local health office should increase malaria destruction and spraying inendemic area.
Keywords: environmental factor, behavior factor, malaria incidence
 
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN, VOL. 2, NO. 2, JANUARI 124 2006:121 -128 
PENDAHULUAN
Penyakit malaria merupakan penyakitmenular disebabkan oleh Plasmodium (KlasSporozoa) yang menyerang sel darah merah. DiIndonesia dikenal 4 (empat) macam spesiesparasit malaria yaitu
P. vivax 
sebagai penyebabmalaria tertiana,
P. falciparum
sebagaipenyebab malaria tropika yang seringmenyebabkan malaria otak dengan kematian,
P.malariae
sebagai penyebab malaria quartana,
P.
 
ovale
sebagai penyebab malaria ovale yangsudah sangat jarang ditemukan (Depkes RI,1999; Depkes RI, 2000).Penduduk yang terancam malaria padaumumnya adalah penduduk bertempat tinggal didaerah endemis malaria baik daerah yangkategori daerah endemis malaria tinggi dandaerah endemis malaria sedang diperkirakanada sekitar 15 juta (Depkes RI, 2001). Angkakejadian malaria tahunan atau
 Annual MalariaIncidence
(AMI) dikategorikan sebagai berikut :(a)
High Incidence Area
(HIA) dengan AMI lebihdari 50 kasus malaria per 1000 penduduk per -tahun ; (b)
Medium Incidence Area
(MIA)dengan AMI antara 10 – 50 kasus malaria per 1000 penduduk per -tahun; dan (c)
Low Incidence Area
(LIA) dengan AMI kurang dari 10kasus malaria per 1000 penduduk per-tahun.Proses terjadinya penularan malaria disuatu daerah meliputi 3 (tiga) faktor utamayaitu : (a) Adanya penderita baik dengan adanyagejala klinis ataupun tanpa gejala klinis; (b) Adanya nyamuk atau vektor; (c) Adanyamanusia yang sehat (Depkes RI, 1999a). Sikluspenularannya adalah sebagai berikut : orangyang sakit malaria digigit nyamuk
 Anopheles
dan parasit yang ada di dalam darah akan ikutterisap didalam tubuh nyamuk dan akanmengalami siklus seksual (siklus sporogoni)yang menghasilkan sporozoit. Nyamuk yangdidalam kelenjar ludahnya sudah terdapatsporozoit mengigit orang yang rentan, makadidalam darah orang tersebut akan terdapatparasit dan berkembang didalam tubuh manusiayang dikenal dengan siklus aseksual (DepkesRI, 1999).Faktor kesehatan lingkungan fisik,kimia, biologis, dan sosial budaya sangatberpengaruh terhadap penyebaran penyakitmalaria di Indonesia (Harijanto, 2000).Kemampuan bertahannya penyakit malariadisuatu daerah ditentukan oleh berbagai faktor yang meliputi adanya parasit malaria, nyamuk
 Anopheles
, manusia yang rentan terhadapinfeksi malaria, lingkungan dan iklim (Prabowo,2004).Kesehatan lingkungan mempelajari danmenangani hubungan manusia denganlingkungan dalam keseimbangan ekosistemdengan tujuan meningkatkan derajat kesehatanmasyarakat yang optimal melalui pencegahanterhadap penyakit dan gangguan kesehatan
 
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN, VOL. 2, NO. 2, JANUARI 124 2006:121 -128 
dengan mengendalikan faktor lingkungan yangdapat menyebabkan timbulnya penyakit.Interaksi lingkungan dengan pembangunan saatini maupun yang akan datang salingberpengaruh (Fathi
et al.
, 2005). Apabila ditinjaudari segi manusia interaksi dengan alam inidimaksudkan untuk mendapat keuntungan tetapibila sumber daya alam tidak mendukungkesehatan manusia maka bisa terjadi keadaansebaliknya, antara lain adalah terjadinyapenyakit malaria (Soemirat, 2000; Keman,2004).Peran petugas kesehatan sangatmenentukan dalam memutus mata rantai siklushidup nyamuk
 Anopheles sp.
Salah satu bentukintervensi petugas kesehatan yaitu memberikanpenyuluhan kesehatan tentang pemberantasansarang nyamuk penyebab malaria. Penyuluhankesehatan masyarakat bertujuan agar masyarakat menyadari mengenai masalahpenanggulangan dan pemberantasan malaria,sehingga mengubah pola perilaku untuk hidupsehat dan bersih.Kabupaten Barito Selatan adalah salahsatu kabupaten di Propinsi Kalimantan Tengahyang termasuk dalam kategori daerah endemismalaria sedang dengan angka
 Annual MalariaIncidence
(AMI) pada tahun 2002 sebesar 19,04per 1000 penduduk, dan pada tahun 2003sebesar 20,03 per 1000 penduduk (DinkeskabBarito Selatan, 2004). Permasalahannya adalahapakah terdapat pengaruh lingkungan danperilaku masyarakat terhadap tingginya angkakejadian malaria di Kabupaten Barito Selatan,Propinsi Kalimantan Tengah?. Dengan demikiantujuan penelitian ini adalah menganalisis adanyapengaruh lingkungan dan perilaku masyarakatyang dominan terhadap kejadian malaria diKabupaten Barito Selatan, Propinsi KalimantanTengah.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dirancang sebagaipenelitian observasional yang dilakukan secara
cross-sectional 
, dengan melakukan pengamatanterhadap obyek yang diamati, wawancara danpengisian pertanyaan terstruktur (kuesioner)terhadap responden.Besar sampel dihitung dengan formulaLemeshow, sebesar 174 kepala keluarga yangsecara proporsional diambil di dua wilayahkecamatan yang tinggi angka kejadianmalarianya yaitu Kecamatan Dusun Hilir danKecamatan Dusun Selatan, dan di dua wilayahkecamatan yang rendah angka kejadianmalarianya yaitu Kecamatan Gunung Bintang Awai dan Kecamatan Jenamas, KabupatenBarito Selatan, Propinsi Kalimantan Tengah.Data yang dikumpulkan meliputi suhu,kelembaban, pH air, vegetasi di sekitar rumahpenduduk, musuh alami jentik nyamuk
 Anopheles
, pendidikan, pekerjaan, konstruksirumah, kepadatan vektor (angka kepadatan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->