Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
3. RINGKASAN_SKRIPSI

3. RINGKASAN_SKRIPSI

Ratings: (0)|Views: 199|Likes:
Published by Neo Ewandake

More info:

Published by: Neo Ewandake on Mar 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/04/2013

pdf

text

original

 
SKRIPSI
KONFLIK ANTARA KEPALA DESA DANBADAN PERWAKILAN DESA
(Studi di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek)
Latar Belakang
Desa atau yang di sebut dengan nama lain, adalah kesatuan masyarakathukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentinganmasyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakuidalam sistem Pemerintahan Nasional dan berada di daerah kabupaten
1
 memilikiwewenang untuk mengatur daerahnya sendiri sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999.Atas dasar pertimbangan bahwa Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 yangmenyeragamkan warna, bentuk, susunan dan kedudukan pemerintahan desa,adalah tidak sesuai dengan jiwa Undang-Undang Dasar 1945 dan perlunyamengakui hak asal-usul yang bersifat istimewa sehingga perlu di ganti atau dicabut.Keberadaan Badan Perwakilan Desa (BPD) yang selama ini di kenal dengansebutan Lembaga Musyawarah Desa (LMD), merupakan suatu wujud demokrasiyaitu peran serta masyarakat di dalam sistem pemerintahan dan pembangunandesa. Keberadaan BPD memiliki peranan sangat penting terutama dalammengartikulasikan kepentingan rakyat dengan Kepala Desa atau pemerintahanyang lebih tinggi. Keberadaan BPD dapat di sejajarkan dengan parlemen atau badan legislatif-nya desa, yang berfungsi sebagai penampung berbagai aspirasiyang muncul dan berkembang dalam masyarakat untuk kemudianmengakomodasikan serta memformulasikan dalam kebijakan desa danmensosialisasikan kepada masyarakat.Di harapkan dalam mengelola desa, Kepala Desa beserta perangkat desadengan BPD dapat bekerja sama guna mencapai tujuan bersama, yaitumembangun desa bersama-sama. Di dalam pelaksanaan roda pemerintahan desa
1
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, ketentuan umum.
1
 
 pasti terdapat perbedaan-perbedaan dalam hal visi dalam melihat sesuatu yangterjadi, apakah itu menyangkut masalah pemerintahan, peraturan desa, masalahdana atau masalah yang lainnya.. Konflik yang muncul atau terjadi antara KepalaDesa dan BPD juga dapat di picu oleh aspek-aspek yang sudah terjadi sebelumnyaseperti pada saat pemilihan Kepala Desa.
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui sumber konflik antara Kepala Desa dan BPD.2. Untuk mengetahui bentuk Konflik antara Kepala Desa dan BPD.3. Untuk mengetahui kewenangan Kepala Desa dan Badan Perwakilan Desa.
Definisi Konsep
Definisi konsep di dalamnya merupakan batasan-batasan mengenai pengertian tentang konsep yang berdasarkan pada pendapat para ahli atau peraturan-peraturan yang berlaku. Maka di temukan batasan-batasan yang diinginkan oleh peneliti dalam melihat konsep.
a. Konflik 
Konflik menurut Alfian, dapat diartikan secara luwes dan longgar, di mana perbedaan kepentingan dan pendapat termasuk di dalamnya. Pada tingkat yangtinggi, konflik dapat berwujud pertentangan kepentingan, pendapat dan ide ataulebih tinggi lagi dapat berupa konfrontasi ideologis, bentrokan fisik dansemacamnya.
2
Kewenangan Kepala Desa dan Badan Perwakilan Desa
Kewenangan Kepala Desa dan Badan Perwakilan Desa adalah Tugas, Hak,Wewenang, Kewajiban dan Fungsi dari Kepala Desa dan Badan Perwakilan Desasesuai dengan UU. No.22 Tahun 1999 dan Perundang-undangan di bawahnya.1.Kewenangan Kepala DesaKepala Desa berdasarkan UU. No.22 Tahun 1999 Pasal 101,mempunyai Tugas dan Kewajiban, sebagai berikut :-Memimpin penyelenggaraan Pemerintah Desa-Membina kehidupan masyarakat desa
2
Muhammad Ryaas Rasyid,
 Birokrasi Pemerintahan dan Politik Orde Baru
, Yarsif Watampone,Jakarta, 1998, halaman 189
2
 
-Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat desa-Mendamaikan perselisihan masyarakat di desa-Mewakili Desanya di dalam dan di luar pengadilan dan dapat menunjukuasa hukum dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban Kepala Desa :a.Bertanggung jawab kepada Rakyat melalui Badan Perwakilan Desa. b.Menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan tugasnya kepada Bupati.2.Badan Perwakilan Desa (BPD)Menurut UU. No. 22 Tahun 1999 Pasal 104, Badan Perwakilan Desaatau yang di sebut dengan nama lain berfungsi mengayomi adat istiadat,membuat Peraturan Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat,serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Desa.Sedangkan dalam pandangan lain, Drs. Winarno Suryo Adi Subratamengatakan bahwa BPD merupakan penyandang Demokrasi dan juga sebagai badan legislatif di desa, yang juga berfungsi sebagai pengawas anggaran desa,keputusan desa dan penyelenggaraan Pemerintahan Desa
3
.Dari kedua pandangan di atas peneliti menyimpulkan bahwa BPD atau sebutan lain dalaminstitusi Pemerintahan Desa adalah Badan legislatif desa yang berfungsimengayomi adat istiadat, membuat peraturan desa, penyandang demokrasi,dan sebagai pengawas anggaran desa, keputusan desa dan penyelenggaraanPemerintahan Desa.Berdasarkan uraian diatas, maka dapat di katakan bahwa BPDmempunyai kewenangan-kewenangan, antara lain :- Mengayomi adat istiadat, yaitu menjaga kelestarian adat istiadatyang hidup dan berkembang di desa yang bersangkutan sepanjangmenunjang kelangsungan pembangunan desa.- Legislasi, yaitu merumuskan dan menetapkan Peraturan Desa bersama-sama Pemerintah Desa.
3
Winarno, Adisubrata, Suryo,
 Reformasi Dalam Otonomi Daerah,
Penerbit YPNK, Yogyakarta,1999, halaman 15
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->