• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Pillar
43
Daftar Isi
The Battle of the Ages:The Importance of the Word ....1Meja Redaksi ...................................2Biblical Aesthetics .......................4TKB .....................................................9Wahai Kata Siapa GeranganEngkau .............................................10Intepretasi: Kemampuan atauFungsi? ............................................12Q & A ..............................................13Sersan ...............................................14Pokok Doa .....................................14Liputan NREC 2006 ..................15Resensi: Bulls, Bears, andGolden Calves .............................16
Buletin Pemuda Gereja Reformed Injili IndonesiaFebruari 2007
Pemimpin Redaksi:
Ev. Edward Oei
Wakil Pemimpin Redaksi:
Ev. Diana Ruth
Redaksi Pelaksana:
Adhya KumaraHeruarto Salim
Desain:
Heryanto TjandraJacqueline Fondia Salim
Redaksi Bahasa:
Adi KurniawanMildred Sebastian
Redaksi Umum:
Budiman ThiaDharmawan TjokroErwanJuliwati CokromulioRosdiana SutantoYesaya Ishak
GRII
Lippo BankCab. Pintu Air JakartaAcc. 745-30-707000
Sekretariat GRII
Jl. Tanah Abang III No.1Jakarta PusatTel. +62 21 3810912www.buletinpillar.orgredaksi@buletinpillar.org
Redaksi:Penasihat:
Pdt. Amin TjungPdt. Benyamin F. IntanPdt. Sutjipto SubenoEv. Alwi Sjaaf
Oleh Pdt. Dr. Stephen Tong
The Battle of the Ages
Part 2: The Importance of the Word
Berita Seputar GRII
Kini begitu banyak lulusan sekolah
theology
, penginjil,bahkan kaum awam yang ingin cepat berkhotbahdi mimbar, ingin cepat terkenal, dengan pengertianyang sangat dangkal. Orang-orang seperti ini sangatingin menonjolkan diri. Kita melihat bagaimanaYudas tergeser dan terbuang. Tuhan Yesus tidak pernah membuang atau menghentikan rekan kerja-Nya, tetapi mereka akan pergi dan membuang dirimereka sendiri. Teguran terakhir Yesus adalah,“Dengan ciuman engkau menjual Aku?” Kalimatini akan menghantui Yudas selama-lamanya, karenaia telah menjual Yesus di dalam dan mencium Yesusdi luar. Inilah teguran untuk pengkhianat yang diingatselama-lamanya. Ketika kita bermain-main denganiman dan mempermainkan kerohanian, kita tidak menyadari bahwa kita sedang berada dalampeperangan serius. Martin Luther mengajarkankepada orang Kristen tentang Theologi Salib. Iamengajarkan dua aspek: 1)
The Glorious Christ 
(Kristus yang Mulia), dan 2)
The Suffering Christ 
(Kristusyang Sengsara). Alkitab menyatakan jika kita tidak melihat Kristus yang tersalib, kita tidak akan melihatKristus yang mulia. Keduanya tak terpisahkan. Saatini banyak gereja mau jalan pintas, ingin kemuliaantanpa salib. Kita perlu mengalami rekonstruksipikiran kita, untuk dikembalikan kepada FirmanTuhan, kembali kepada apa yang Kristus telahkatakan, yang dicerahkan dan diingatkan oleh RohKudus.Firman yang kekal adalah dasar peperangan.Firman itu telah selesai ditulis, tetapi pengertianFirman tetap membutuhkan pergumulan riil, yangmenjadi kesulitan bagi orang-orang yangmembaca kitab suci. Banyak orang belajar theologihanya untuk mendapatkan nilai dan gelar, tetapitanpa mempunyai iman yang baik. Mereka hanyamempunyai catatan sejarah bahwa mereka pernahbelajar, pernah baca buku, pernah ikut ujian, danpernah lulus. Orang yang lulus ujian di atas kertastidak tentu lulus ujian dalam peperangan rohani.Kita perlu menyadari bahwa sebagian dari orang-orang yang masuk dalam neraka adalah orang-orang yang pernah belajar theologia sampai tingkatyang tinggi. Hegel, Darwin, Kierkegaard, dan KarlMarx adalah filsuf-filsuf besar yang pernah belajartheologia. Dari mereka semua, hanya Kierkegaardyang masih punya perasaan takut kepada Tuhan,sedangkan yang lain melecehkan kekristenan.Iman penuh pergumulan. Pergumulan itumemungkinkan kita mengetahui bagaimanaberperang selanjutnya dan bagaimana hasilnya.Agama Kristen adalah agama yang percaya kepada“dunia di atas,” tetapi terjun dalam peperangan“dunia di bawah.” Kita mendapatkan wahyu dariTuhan dan wahyu itu diberikan kepada kita denganmenurunkan fakta sejarah. Fakta kelahiran Kristus,kemenangan Kristus, kematian Kristus, kebangkitan
Program Ekstensi Institut Reformed
akan dimulai di Singapura. Kebaktian Pembukaan diadakan tanggal 30Januari 2007, dipimpin oleh Pdt. Benyamin Intan, Ph.D. Dua mata kuliah reguler yang akan segera dimulaiadalah
Prolegomena Theologi dan Bibliologi
dan
Hermeneutika Alkitab
. Untuk informasi lebih lanjut ataupendaftaran, hubungi Pdt. Amin Tjung (telp. +65 96805723 atau amintjung@yahoo.com).
 
Pillar No.43/Februari/07 
2
Dari Meja RedaksDari Meja RedaksDari Meja RedaksDari Meja RedaksDari Meja Redaks
Kekristenan bukan berperang karena semangat ketakutan, sifat paranoid, atau ambisi-ambisi manusia.Kekristenan berperang karena memang antara Kristus dasetan terjadi peperangan laten, di mana kita berada di dalamnya.
Kristus, kenaikan Kristus, dan turunnyaKristus kembali pada waktu hari kiamatini merupakan fakta sejarah yangmerangkai iman Kristen. Di sinilah gerejayang sejati harus membangun diri. Gerejasejati, pertama-tama, harus kembalikepada iman para Rasul. Gereja yang sejatiadalah gereja yang setia kepada pengajaranpara Rasul. Sekitar tahun 1991-1995merebak ajaran Kharismatik. Di dalamgereja ini sebenarnya banyak orang yangcinta Tuhan, tetapi merekamengacaukan antara“apostolic faith” dengan“apostolic ministries.”
 Apostolic faith
(Iman Rasuli) adalah
credo
,ajaran yang dipegang olehpara Rasul. Ini yang harus terusdipertahankan. Gereja haruskembali kepada ajaran Rasuli.
 Apostolic ministries
(Pelayanan Rasul) adalahfenomena-fenomena yang dilakukan olehpara Rasul. Orang Kharismatik menganggap bahwa
apostolic faith
adalahmujizat, karunia lidah, kesembuhan, danlain-lain. Itu adalah
apostolic ministries
.Akibatnya, mereka justru menyepelekandan mengabaikan doktrin, mengabaikan
apostolic faith
yang sesungguhnya.Di dalam menyikapi
apostolic ministries
, kitaperlu teliti melihat bahwa tidak semuaRasul melakukan semua yang digolongkandalam
apostolic ministries
. Tidak semua Rasulmelakukan mujizat, tidak semua Rasulmenyembuhkan, tidak semua Rasul digigitular dan tidak mati, dan tidak semua Rasulberbahasa lidah. Tanda-tanda yang disebutdalam Markus 16:17-18 seringkalidianggap sebagai tanda orang yangdiselamatkan. Kita perlu mengetahuibahwa bagian ayat ini tidak mutlak ada,karena tidak ada pada manuskrip-manuskrip Alkitab yang paling tua. Di siniinti penyelewengan itu, yaitu fenomenapelayanan dianggap sebagai imankepercayaan. Yesus pernah mengatakan,“Jangan beranggapan bahwa semua orangyang mengusir setan, melakukan mujizat,bernubuat dalam nama Yesus, akan masuk sorga. Sesungguhnya dia yang melakukankehendak Bapa yang masuk kerajaansorga.” Tuhan Yesus berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu. Enyahlah engkausekalian pembuat kejahatan.”
1
Jadi yangmenjadi titik pusat bukan gejala pelayanan,melainkan iman kepercayaan sesuai denganapa yang dikatakan Kristus dandikonfirmasikan oleh Roh Kudus, yangadalah Roh Kebenaran.
1. Tantangan Politik
Para murid mulai bergumul berhadapandengan tantangan pertama yang datangdari politik dan kerajaan Romawi. KetikaOktavianus menjadi kaisar, Romawiberubah dari republik menjadi kekaisaran,dan itu disertai dengan semangat ekspansiyang begitu kuat. Semangat ekspansi inikarena ketakutan adanya ancaman.Kekristenan bukan berperang karenasemangat ketakutan, sifat paranoid, atauambisi-ambisi manusia. Kekristenanberperang karena memang antara Kristusdan setan terjadi peperangan laten, di manakita berada di dalamnya. KekaisaranRomawi memberikan toleransi kepadaorang Yahudi untuk tidak melihat kaisarsebagai Tuhan, tetapi boleh menyembahYehowah. Namun, kini ada satu lagi yangmengaku sebagai Tuhan, yaitu Yesus.Maka, pengikut Tuhan yang baru ini perludianiaya. Di sinilah mulai terjadi serangandan penganiayaan terhadap orang Kristen.Tuhan Yesus baru saja bangkit dan RohKudus baru saja turun. Gereja baru sajatumbuh dan berkembang.Dan saat itu penganiayaantelah datang untuk berusahamenumpas kekristenan.Ribuan orang, karena imankepada Kristus, dibunuh.Inilah peperangan yang mulaimeletus. Sampai empat abadpenganiayaan para kaisarRomawi terhadap orang Kristenmembinasakan ratusan ribu orang yangpercaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Itusebabnya, Paulus mengatakan di dalamkonteks penganiayaan seperti ini, bahwaorang yang percaya Yesus adalah Tuhan,pasti diselamatkan (Rom. 10:10).Tantangan pertama muncul justru daripolitik Kerajaan Romawi. Tantangan seriusterhadap kekristenan muncul dari kekuatanpolitik yang tidak menghendaki orangpercaya bahwa Yesus adalah Tuhan.Tantangan politik ini terus terjadi disepanjang sejarah hingga kini dan menjaditekanan bagi iman Kristen danpenganiayaan bagi orang yang percayaYesus adalah Tuhan.
2. Tantangan Filsafat
Tantangan kedua muncul dari filsafatGerika. Filsafat Gerika mencampurberbagai pikiran yang sangat dalam dengan
The Battle of the Ages: The Importance of the Word
Salam, Pembaca Pillar yang setia. Edisi Pillar Februari-April mengajak kita merenungkan tema
Imago Dei (image of God)
. Calvin menjelaskannya dari sisi Kristologi di mana manusia sebagai
imago Dei
mempunyai tiga fungsi yaitusebagai nabi, raja, dan imam. Edisi Februari ini Pillar akan membahas fungsi manusia sebagai nabi yang menjadi wadahkebenaran Allah untuk menginterpretasi diri dan alam sesuai
true knowledge
dari Allah. Setelah kejatuhan,
imago Dei
menjadi rusak sehingga walaupun manusia masih terus melakukan interpretasi tetapi seluruh interpretasi manusiaseringkali meleset dari kebenaran yang Allah sudah tanamkan dalam dunia ciptaan ini. Kecuali kembali menginterpretasidiri dan dunia ini sesuai kebenaran Firman Tuhan, manusia tidak pernah dapat mengatakan interpretasinya pastibenar adanya walaupun kemungkinan itu tetap ada (wahyu umum Allah).Kiranya pembahasan doktrin manusia dalam konteks kehidupan kita sehari-hari sungguh dapat memperlengkapi kitamenjadi manusia yang semakin sesuai dengan panggilan kita sebagai manusia Allah di dunia berdosa ini.
To God be theglory!
Redaksi PILLAR
 
Pillar No.43/Februari/07 
3
istilah yang bermutu sangat tinggi,membuat orang menyangka pikiran inibertingkat akademis tinggi. Ada asumsibahwa yang berakademis tinggi adalahorang pandai, dan kalau pandai pasti tidak salah. Filsafat Gerika menakut-nakutiorang dengan keindahan sastra dan pikiranyang begitu tinggi, sehingga membiusmereka dan membuat mereka tidak mengetahui kelemahan yang ada dalamfilsafat tersebut. Sebelum Sokrates, filsafatGerika tidak mempunyai arah yang jelas,namun kemudian Sokrates mementingkanantropologi, dan bukan theologi.Akibatnya, filsafat Gerikamengembangkan studiantropologi yang mendalam.Sokrates menekankan “kenallahdirimu”
(gnoti seauton)
. Sebelummengenal yang lain, kenallah dirikita sendiri terlebih dahulu,karena dari situ kita baru bisamengenal segala sesuatu. Alkitabmengatakan bahwa kita harus“mengenal Allah” terlebihdahulu. Pengenalan akan Allahadalah awal dari bijaksana.Sokrates hanya mengenal“pengenalan diri sebagai awalpengetahuan.” Sokrates menolak semua mitos-mitos dancenderung percaya adanya Allahyang esa. Tetapi konsepnya tidak jelas danterpengaruh oleh konsep reinkarnasi.Filsafat metafisika yang percaya adanyasatu Allah inilah yang membuat Sokratesdihukum mati. Orang menuduh Sokratesatheis karena telah meninggalkan dewa-dewa Yunani.Lalu apa beda filsafat dan theologi?Keduanya berbicara tentang Allah;keduanya berbicara tentang arti hidup;keduanya berbicara tentang etika; keduanyaberbicara tentang politik dan hukum. Sayamerangkum dengan satu kalimat: “Filsafatselalu mempertanyakan setiap jawaban,sedangkan theologi menjawab setiappertanyaan.”
(Theology keeps answering thequestions and philosophy keeps questioning theanswers)
. Alkitab telah memberikan jawaban-jawaban yang tuntas bagipertanyaan-pertanyaan yang paling pentingdalam kehidupan manusia. Hanyaseringkali banyak orang Kristen tidak melihat dan tidak menjelajah ke dalampertanyaan filsafat dan melihat jawabannyadi dalam Alkitab. Beberapa waktu yanglalu saya mengadakan seminar “Kritik terhadap Da Vinci Code.” Seminar gratisini dilakukan karena manusiamembutuhkan jawaban. Orang di duniabutuh jawaban atas pertanyaan-pertanyaanyang paling krusial tentang hidup.Kekristenan tidak butuh dikasihani.Sebaliknya, kekristenan sangat kasihankepada manusia yang sedang binasa, yangmembutuhkan jawaban bagi hidupnya.Ada seorang murid saya di Bandung yangmeminta saya menjenguk dan menginjiliseorang pemilik bank yang sakit keras. Sayapergi ke rumah sakit dan mendoakannya.Saya menjelaskan kepadanya bahwa TuhanYesus mencintai dia. Sesudah sayamendoakannya, ia mengatakan bahwananti kalau sembuh dia harus membantugereja yang mana, karena begitu banyak pendeta yang mendoakannya. Sayamenjawab, “Tuhan tidak membutuhkanpertolonganmu. Memang engkau pemilibank yang kaya, tetapi maafkan, tolonglahdirimu sendiri. Karena yang perlu ditolongadalah jiwamu, yang kalau mati akanmasuk neraka. Kristus datang mati bagimu.Engkau tidak perlu memberipersembahan, karena dari kalimatmu sayatahu bahwa engkau belum Kristen danengkau belum mengerti apa itupersembahan. Khususnya gereja saya tidak akan memberikan alamat, karena engkautidak berhak menolong kami. Engkaulahyang paling kasihan, yang memerlukanpertolongan Kristus. Itu sebabnya sayadatang berdoa bagimu.” Dia sangatterkejut, dan saya juga sedikit terkejutmelihat dia terkejut. Sekarang berapabanyak orang selalu beranggapan bahwaTuhan butuh diberi makan olehkekayaannya, agar Tuhan tidak kelaparan.Jika kita berkesempatan mendengarkankhotbah, itu adalah anugerah. Tidak adayang kebetulan di dunia ini. Kita harusbersyukur kepada Tuhan, karena dari sinikita mengerti apa arti peperangan rohani.Orang Kristen diserang oleh berbagaifilsafat dan terjepit di tengah berbagaiajaran sesat. Mereka dirayu oleh dunia,diajar dengan berbagai tafsiran yangsembarangan dan serong. Jangan ikutsembarang gereja, yang akhirnyamenyesatkan dan membinasakan engkau.Ikut sembarang gereja sama sepertimenikahi sembarang wanita. Kita haruskembali kepada Tuhan yang sejati, kepadakebenaran Firman yang sejati dengantafsiran dan ajaran yang betul-betul setia.Kita tidak boleh menyamakanTuhan dan hantu. Celaka jika kitatidak bisa membedakan manaTuhan, mana hantu. Peperanganini tidak main-main.Maka, kalau saya simpulkan, ditengah penganiayaan politik,tipuan dari berbagai filsafat duniayang menyesatkan, dan tekanandari berbagai bidat-bidat denganajaran-ajaran yang membawakepada kebinasaan, kita perlulebih peka. Gereja harus peka,harus bangun, dan harus bersiapuntuk berperang. Peperanganorang Kristen awal berlangsungsengit di abad kedua dan ketiga.Sampai pada abad keempat Tuhanmembangkitkan Agustinus yangmenetapkan banyak dasar pengajaranpenting gereja, sehingga gereja menjadikokoh. Namun, peperangan ini belumberhenti di situ. Peperangan ini terus terjadidi sepanjang zaman. Berbagai bentuk barumuncul, namun esensi yang ada tetap sama.Maka kini kita terpanggil masuk ke dalampeperangan rohani, di mana kebenaranTuhan perlu kembali ditegakkan,pengajaran Firman perludikumandangkan,
credo
yang benardinyatakan di tengah dunia, dan cinta kasihTuhan diberitakan. Soli Deo Gloria.
Endnote
1 Parafrase dari Mat. 7:21-23.
The Battle of the Ages: The Importance of the Word
Kaisar Agustus Socrates
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...