Pillar No.43/Februari/07
2
Dari Meja Redaksi Dari Meja Redaksi Dari Meja Redaksi Dari Meja Redaksi Dari Meja Redaksi
Kekristenan bukan berperang karena semangat ketakutan, sifat paranoid, atau ambisi-ambisi manusia.Kekristenan berperang karena memang antara Kristus dan setan terjadi peperangan laten, di mana kita berada di dalamnya.
Kristus, kenaikan Kristus, dan turunnyaKristus kembali pada waktu hari kiamatini merupakan fakta sejarah yangmerangkai iman Kristen. Di sinilah gerejayang sejati harus membangun diri. Gerejasejati, pertama-tama, harus kembalikepada iman para Rasul. Gereja yang sejatiadalah gereja yang setia kepada pengajaranpara Rasul. Sekitar tahun 1991-1995merebak ajaran Kharismatik. Di dalamgereja ini sebenarnya banyak orang yangcinta Tuhan, tetapi merekamengacaukan antara“apostolic faith” dengan“apostolic ministries.”
Apostolic faith
(Iman Rasuli) adalah
credo
,ajaran yang dipegang olehpara Rasul. Ini yang harus terusdipertahankan. Gereja haruskembali kepada ajaran Rasuli.
Apostolic ministries
(Pelayanan Rasul) adalahfenomena-fenomena yang dilakukan olehpara Rasul. Orang Kharismatik menganggap bahwa
apostolic faith
adalahmujizat, karunia lidah, kesembuhan, danlain-lain. Itu adalah
apostolic ministries
.Akibatnya, mereka justru menyepelekandan mengabaikan doktrin, mengabaikan
apostolic faith
yang sesungguhnya.Di dalam menyikapi
apostolic ministries
, kitaperlu teliti melihat bahwa tidak semuaRasul melakukan semua yang digolongkandalam
apostolic ministries
. Tidak semua Rasulmelakukan mujizat, tidak semua Rasulmenyembuhkan, tidak semua Rasul digigitular dan tidak mati, dan tidak semua Rasulberbahasa lidah. Tanda-tanda yang disebutdalam Markus 16:17-18 seringkalidianggap sebagai tanda orang yangdiselamatkan. Kita perlu mengetahuibahwa bagian ayat ini tidak mutlak ada,karena tidak ada pada manuskrip-manuskrip Alkitab yang paling tua. Di siniinti penyelewengan itu, yaitu fenomenapelayanan dianggap sebagai imankepercayaan. Yesus pernah mengatakan,“Jangan beranggapan bahwa semua orangyang mengusir setan, melakukan mujizat,bernubuat dalam nama Yesus, akan masuk sorga. Sesungguhnya dia yang melakukankehendak Bapa yang masuk kerajaansorga.” Tuhan Yesus berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu. Enyahlah engkausekalian pembuat kejahatan.”
1
Jadi yangmenjadi titik pusat bukan gejala pelayanan,melainkan iman kepercayaan sesuai denganapa yang dikatakan Kristus dandikonfirmasikan oleh Roh Kudus, yangadalah Roh Kebenaran.
1. Tantangan Politik
Para murid mulai bergumul berhadapandengan tantangan pertama yang datangdari politik dan kerajaan Romawi. KetikaOktavianus menjadi kaisar, Romawiberubah dari republik menjadi kekaisaran,dan itu disertai dengan semangat ekspansiyang begitu kuat. Semangat ekspansi inikarena ketakutan adanya ancaman.Kekristenan bukan berperang karenasemangat ketakutan, sifat paranoid, atauambisi-ambisi manusia. Kekristenanberperang karena memang antara Kristusdan setan terjadi peperangan laten, di manakita berada di dalamnya. KekaisaranRomawi memberikan toleransi kepadaorang Yahudi untuk tidak melihat kaisarsebagai Tuhan, tetapi boleh menyembahYehowah. Namun, kini ada satu lagi yangmengaku sebagai Tuhan, yaitu Yesus.Maka, pengikut Tuhan yang baru ini perludianiaya. Di sinilah mulai terjadi serangandan penganiayaan terhadap orang Kristen.Tuhan Yesus baru saja bangkit dan RohKudus baru saja turun. Gereja baru sajatumbuh dan berkembang.Dan saat itu penganiayaantelah datang untuk berusahamenumpas kekristenan.Ribuan orang, karena imankepada Kristus, dibunuh.Inilah peperangan yang mulaimeletus. Sampai empat abadpenganiayaan para kaisarRomawi terhadap orang Kristenmembinasakan ratusan ribu orang yangpercaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Itusebabnya, Paulus mengatakan di dalamkonteks penganiayaan seperti ini, bahwaorang yang percaya Yesus adalah Tuhan,pasti diselamatkan (Rom. 10:10).Tantangan pertama muncul justru daripolitik Kerajaan Romawi. Tantangan seriusterhadap kekristenan muncul dari kekuatanpolitik yang tidak menghendaki orangpercaya bahwa Yesus adalah Tuhan.Tantangan politik ini terus terjadi disepanjang sejarah hingga kini dan menjaditekanan bagi iman Kristen danpenganiayaan bagi orang yang percayaYesus adalah Tuhan.
2. Tantangan Filsafat
Tantangan kedua muncul dari filsafatGerika. Filsafat Gerika mencampurberbagai pikiran yang sangat dalam dengan
The Battle of the Ages: The Importance of the Word
Salam, Pembaca Pillar yang setia. Edisi Pillar Februari-April mengajak kita merenungkan tema
Imago Dei (image of God)
. Calvin menjelaskannya dari sisi Kristologi di mana manusia sebagai
imago Dei
mempunyai tiga fungsi yaitusebagai nabi, raja, dan imam. Edisi Februari ini Pillar akan membahas fungsi manusia sebagai nabi yang menjadi wadahkebenaran Allah untuk menginterpretasi diri dan alam sesuai
true knowledge
dari Allah. Setelah kejatuhan,
imago Dei
menjadi rusak sehingga walaupun manusia masih terus melakukan interpretasi tetapi seluruh interpretasi manusiaseringkali meleset dari kebenaran yang Allah sudah tanamkan dalam dunia ciptaan ini. Kecuali kembali menginterpretasidiri dan dunia ini sesuai kebenaran Firman Tuhan, manusia tidak pernah dapat mengatakan interpretasinya pastibenar adanya walaupun kemungkinan itu tetap ada (wahyu umum Allah).Kiranya pembahasan doktrin manusia dalam konteks kehidupan kita sehari-hari sungguh dapat memperlengkapi kitamenjadi manusia yang semakin sesuai dengan panggilan kita sebagai manusia Allah di dunia berdosa ini.
To God be theglory!
Redaksi PILLAR
Leave a Comment