terdapat sisa-sisa keturunannya seperti Suku Sakai/Siak di Riau, dan suku-suku bangsa Papua Melanosoide yang mendiami Pulau Irian dan pulau-pulauMelanesia.2)Bangsa Melayu Tua/Proto Melayu yang merupakan ras Malayan Mongoloidmemiliki ciri-ciri antara lain: Kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggiramping, bentuk mulut dan hidung sedang. Yang termasuk keturunan bangsaini adalah Suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Sasak (Pulau Lombok), SukuDayak (Kalimantan Tengah), Suku Nias (Pantai Barat Sumatera) dan SukuBatak (Sumatera Utara) serta Suku Kubu (Sumatera Selatan).3)Bangsa Melayu Muda/Deutro Melayu yang merupakan rasa MalayanMongoloid sama dengan bangsa Melayu Tua, sehingga memiliki ciri-ciri yangsama. Bangsa ini berkembang menjadi Suku Aceh, Minangkabau (SumateraBarat), Suku Jawa, Suku Bali, Suku Bugis dan Makasar di Sulawesi dansebagainya.Itulah yang menjadi asset bangsa Indonesia pada tingkatan awal, masa pra-sejarah.Bangsa Indonesia pada taraf peradaban yang sederhana belum bersentuhandengan link peradaban dunia, apalagi dengan basic budaya animism membuatbangsa Indonesia tidak keluar untuk melakukan explorasi alam sekitarnya, hidupmasih tergantung kepada alam.
Tingkatan Kedua;
terjadi setelah tahun masehi yaitu dengan masuknyaunsure-unsur peradaban asing. Bermula dengan kedatangan bangsa India padasekitar awal abad masehi dengan membawa Hinduisme-nya, maka terjadilahperubahan-perubahan yang sangat besar dalam kehidupan sosial masyarakat. Yanginti dari Hindu adalah masalah Kasta, yaitu system pelapisan sosial.
Sistemkasta
telah menentukan bahawa masyarakat beragamaHinduboleh dibahagikankepada beberapa kumpulan dan peringkat. Pada umumnya, kelas tertinggi ialahpara
Brahmin
atau
Brahmana
, manakala kelas terendah ialah kaum
pariah
ataudikenali sebagai "mereka yang tidak boleh disentuh" atau dalambahasa Inggeris"untouchables". Rajah di bawah menunjukkan kelas-kelas yang terdapat didalam sistem ini.
Leave a Comment