Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kursi Buat Korupsi

Kursi Buat Korupsi

Ratings: (0)|Views: 1|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Mar 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2014

pdf

text

original

 
[99] Kursi Buat Korupsi
Wednesday, 06 March 2013 01:18 
Korupsi di parlemenbentuknya banyak mulai daribudgeting hingga legislasiitu sendiri. Sejak reformasi, Indonesiamakin demokratis.Sayangnya prosesdemokratisasi itu taksignifikan denganprosespemberantasan korupsi.Bukannya korupsi hilang, tapitambah tak karuan.Jumlahnya pun tak lagi jutaan tapi milyaran. Ada apa? Ya, karena demokrasi itu mahal.Demokrasi butuh uang. Bisadibayangkan, berapa uang yang harus disiapkan oleh seorang wakil rakyat atau kepala daerah agar namanya dikenal dan kemudian dipilih oleh konstituennya. Jika Pramono Anung menyebut kebutuhan menjadi anggotaDPR 6-22 milyar rupiah, pertanyaannya apa iya mereka mau menyediakannya sendiri? Apa mereka mau rugi?Kalau gajinya tak cukup menutup modal bagaimana? Dan banyak pertanyaanlainnya.Fakta menunjukkan, banyak celah yang dipakai oleh partai politik untukmenger uk danauntukmenghidupi partai dan anggotanya. DPR menjadi salah satu ladangnya, selain lewatbirokrasi.SoalnyaDPR memiliki fungsi-fungsi yang bisa dimanfaatkan untuk ‘mengambil untung’.Korupsi partai di parlemen, menurut Koordinator Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan,bentuknya banyak. “Bicara korupsi politisi berarti mengenai kewenangan. Mereka punya budgeting(penganggaran), di mana mereka mengintervensi proses budgeting untuk kemudian digunakan bukanuntukkepentingan rakyat tapi untuk kepentingan mereka,” jelasnya.Mereka misalnya, mengusulkan proses penganggaran yang nanti dikerjakan oleh rekanan mereka, nantidananya lari ke kelompok-kelompok mereka, atau mer eka meminta jatah dari eksekutif. Mereka juga memilikikewenangan untuk menentukan pejabat-pejabat publik.Dalam hal fungsi budgeting, DPR memiliki posisi yang menentukan. Menurut terpidana kasus suap DanaPenyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) Wa Ode Nurhayati, bagi-bagi jatah lumrah terjadi di Badan AnggaranDewan Perwakilan Rakyat. "Semua sudah diplot. Tidak ada satu pun daerah yang tidak diplot (sebagai jatahpihak tertentu)," ujarnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (19/6/2012).Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Haris Iskandar mengungkapkan, hampir semua anggota Komisi X DPR menitipkan proyek universitas kepada pihakpemerintah. Hal ini disampaikan Haris saat bersaksi dalam persidangan kasusdugaan penerimaan suapkepengurusan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional serta Kementerian Pemuda dan Olahragadengan terdakwa Angelina Sondakh, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (18/10/2012).‘Permainan’ politikus juga di bidang legislasi. Menurut Ade, politisi menggunakan kewenangan dalampenyusunan aturan untuk kepentingan mereka sendiri atau mereka memperdagangkan penyusunan aturanuntuk kepentingan mereka.Praktek jual beli ayat undang-undang di Badan Legislasi (Baleg) DPR diyakini bukan hanya isu, melainkanrealitas yang sudah berlangsung lama. Indikasinya banyaknya uji materi undang-undang yang diajukan publikke Mahkamah Konstitusi (MK). Sejak 2003 hingga 2011, terdapat 406 kali pengujian undang-undang ke MK.Ketua MK Mahfud MD menilai buruknya legislasi ini terjadi karena ada praktik jual beli kepentingan dalampembuatan UU itu. "Orang yang berkepentingan itu bisa beli pasal tertentu ke DPR. Jadilah undang-undangberdasar kehendak perorangan, bukan kehendak rakyat," kata Mahfud dalam suatu kesempatan.Partai IslamBegitu ada seorang presiden partai Islam terkena kasus korupsi, ada pihak yang mengusulkan agar partaiIslam itu mengubah asasnya menjadi asas sekuler. Alasannya, partai Islam itu telah memperburuk citra Islam.Menurut juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) M Ismail Yusanto, bahwa keterlibatan politikus partai Islammemperburuk citra Islam, itu ya. Tapi, lanjutnya, persoalannya bukan pada asas partai Islam itu. “Itu terjadikarena partai Islam itu jauh dari Islam, akhirnya korupsi,” tandasnya.Ia menandaskan, di dalam sistem yang buruk, yaitu demokrasi, siapapun memang akan cenderung menjadiburuk. Menurutnya, hanya mereka yang berusaha keras menjaga kebersihan diri terus menerus yang bisa 
SEARCHSEBARKAN ARTIKEL INI:RUBRIK MEDIA UMAT
search...
Search
  Anjangsana AspirasiBisnis SyariahCerminEditorialEkonomiFokusHeadline NewsHikmahKonsultasiKristologiMancanegaraMedia DaerahMedia NasionalMedia UtamaMercusuar MuslimahNews Dalam Negeri
HomeTentang KamiDaftar AgenKontakDownload
TABLOID MEDIA UMAT
MediaUmat
Join the conversationMediaUmatArim Nasim: “Shared Service, UpayaPemerintah Sempurnakan Privatisasi Listrik” ow.ly/2vuEU5
2 days ago·reply·retweet·favorite
ihsan_mediaumat"Dunia adalah perhiasan dansebaik-baik perhiasan adalah wanita Sholehah"(HR.Muslim)
3 days ago·reply·retweet·favorite
ihsan_mediaumat"Atau siapakah yangmemperkenankan (doa) orang yg dlm kesulitanapabila ia berdoa kepada-Nya.." (an-Naml: 62)
3 days ago·reply·retweet·favorite
ihsan_mediaumat“Islam bermula dlm keadaanasing & akan kembali dianggap asing sbgmnabermula. Maka beruntunglah orang2 asing itu(ghuraba).” (HR. Muslim)
3 days ago·reply·retweet·favorite

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->