Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Isi Filsafat Hukum

Isi Filsafat Hukum

Ratings: (0)|Views: 22 |Likes:
Published by Seamus Coleman
filsafat hukum
filsafat hukum

More info:

Published by: Seamus Coleman on Mar 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT HUKUMTujuan Instruksional Umum:
Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat:1.Memahami pengertian filsafat.2.Memahami pengertian hukum.3.Mengetahui pengertian filsafat hukum.
Tujuan Instruksional Khusus:
Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu:1.Membedakan pengertian Ilmu Filsafat dan Agama.2.Menyebutkan ruang lingkup Ilmu Filsafat.3.Menyebutkan pengertian hukum dari berbagai sarjana.4.Mengetahui pengertian Filsafat Hukum dari berbagai sarjana.
Pengertian Filsafat dan Agama
Adakalanya orang mengatakan bahwa orang harus berfilsafat. Sehingga untuk dapat berfilsafat, terlebih dahulu orang harus mengetahui apa yang disebut denganfilsafat. Sesungguhnya, istilah “
 filsafat 
” merupakan suatu istilah dari bahasa Arabyang terkait dengan istilah dari bahasa Yunani, yaitu:
 Filosofia
.
1
 Secara
etimologis
, kata “filsafat” berasal dari kata majemuk, yakni:
 filo
dan
 sofia
.
 Filo
artinya ‘cinta’ dalam arti yang seluas-luasnya, yaitu ingin dan karenaingin itu, lalu berusaha mencapai yang diingini. Sedangkan
Sofia
artinya‘kebijaksanaan’. Bijaksana inipun merupakan kata asing, yang artinya ialah‘pandai’: mengerti dengan mendalam. Jadi secara etimologis, filsafat dapatdimaknakan: “Ingin mengerti dengan mendalamatau “cinta kepadakebijaksanaan”. Dengan demikian, rumusan tersebut di atas dapat disebut sebagaisuatu definisi atau pembatasan yang semata-mata berdasarkan atas keterangannama atau pembatasan nama.
1
I.R. Poedjawijatna,
Pembimbing Ke Arah Alam Filsafat
, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta,1990, halaman 1.
 
Dari sudut isinya, terdapat banyak perumusan yang dikemukakan para penulisfilsafat. Filsafat dapat diartikan sebagai pandangan hidup manusia, yang tercermindalam berbagai pepatah, slogan, lambang dan sebagainya.
2
Filsafat dapat jugadiartikan sebagai ilmu. Dikatakan sebagai ilmu karena filsafat adalah pengetahuanyang metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan dengan kata lainfilsafat memiliki objek, metode, dan sistematika tertentu, terlebih-lebih bersifatuniversal. Dalam kaitannya dengan salah satu unsur yang dipenuhi filsafat sebagaisuatu ilmu, yaitu adanya
objek tertentu
yang dimiliki filsafat.Menurut Poedjawijatna, objek suatu ilmu dapat dibedakan menjadi dua, yakni
objek materia
dan
objek forma
. Objek materia adalah lapangan atau bahan penyelidikan suatu ilmu, sedangkan objek forma adalah sudut pandang tertentuyang menentukan jenis suatu ilmu. Objek materia filsafat adalah sesuatu yang adadan mungkin ada. Pada intinya objek materia filsafat dapat dibedakan menjaditiga macam, yaitu tentang hakikat Tuhan, hakikat alam, dan hakikat manusia.Barangkali, objek materia filsafat sama dengan objek ilmu lainnya, tetapi yangmembedakan adalah objek formanya. Objek forma filsafat terdapat pada sudut pandangnya yang tidak membatasi diri dan hendak mencari keterangan sampaisedalam-dalamnya atau sampai kepada hakikat sesuatu, sehingga terdapatkebenaran, jika filsafat dikatakan sebagai ilmu tanpa batas.
3
 Jika ditelaah lebih mendalam, filsafat memiliki sedikitnya tiga sifat pokok,yaitu: menyeluruh, mendasar, dan spekulatif.
4
 
Menyeluruh
, artinya cara berfikir filsafat tidak sempit, dari sudut pandang ilmu itu sendiri (
 fragmentaris
atau
 sektoral 
), senantiasa melihat persoalan dari tiap sudut yang ada.
Mendasar
,artinya bahwa untuk dapat menganalisa suatu persoalan bukanlah pekerjaan yangmudah, mengingat pertanyaan-pertanyaan yang dibahas berada di luar jangkauan“ilmu biasa”.
2
Lihat Darji Darmodiharjo dan Shidarta,
Pokok-pokok Filsafat Hukum, Apa danBagaimana Filsafat Hukum Indonesia
, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1995,halaman 4.
3
I. R. Poedjawijatna,
Op. Cit.
, halaman 6-9.
4
Jujun S. Suriasumantri,
Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer
, Penerbit Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1998.
 
Untuk itu, ciri ketiga dari filsafat yang berperan, yaitu
spekulatif 
. Langkah-langkah spekulatif yang dijalankan oleh filsafat tidak boleh sembarangan, tetapiharus memiliki dasar-dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.Di samping ketiga ciri filsafat tersebut di atas, ada ciri lain yang perluditambahkan, yaitu sifat
refleksif kritis
dari filsafat.
5
 Refleksi 
berarti pengendapandari pemikiran yang dilakukan secara berulang-ulang dan mendalam
(contemplation)
. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaanyang lebih jauh lagi dan dilakukan secara terus-menerus.
Kritis
berarti analisisyang dibuat filsafat tidak berhenti pada fakta saja, melainkan analisis nilai. Sebab, jika yang dianalisis hanya fakta saja, maka subjek (manusia) tersebut barumelakukan observasi, dan hasilnya ialah gejala-gejala semata. Lain halnya, jikayang dianalisis nilai, maka hasilnya bukan gejala-gejala melainkan
hakikat
.Ada beberapa sarjana penulis filsafat yang mengemukakan pendapatnyatentang filsafat, antara lain:a.Plato : filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapaikebenaran yang asli. b.Aristoteles : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaranyang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu matematika,logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.c.Al Farabi : Filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam maujud bagaimana hakekat yang sebenarnya.d.Descartes : Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan di manaTuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan.e.Immanuel Kant : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokodan pangkal dari segala pengetahuan yang tercakup didalam empat persoalan, yaitu metafisika, etika, agama,dan antropologi.
6
5
Darji Darmodiharjo & Shidarta,
Op. Cit
., halaman 7.
6
Lili Rasjidi,
Dasar-Dasar Filsafat Hukum
, Penerbit PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 1990,halaman 5.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->