Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Anti Korupsi Dan Sekolah

Pendidikan Anti Korupsi Dan Sekolah

Ratings: (0)|Views: 1,115 |Likes:
Published by nahot

More info:

Published by: nahot on Mar 08, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2012

pdf

text

original

 
Menggantungkan Nasib Pemberantasan Korupsi pada Sekolah
1
Oleh : Fahriza Marta Tanjung, S.Pd.
2
Pendidikan Anti Korupsi
Harus diakui bahwa upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),melakukan penindakan terhadap koruptor, telah memberikan harapanbaru bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Bukan hanyapejabat di lingkungan eksekutif, tetapi juga pejabat di legislatif bahkan judikatif, yang juga punya fungsi penindakan, tidak lepas dari jerat KPK.Hanya saja kasus-kasus yang ditangani oleh KPK masih merupakanpuncak gunung es dari sekian banyak tindak pidana korupsi yang terjadi.Upaya penindakan KPK masih sangat terbatas dengan jumlah personilKPK, jumlah Pengadilan Tipikor dan kewenangan KPK dalam melakukanpenindakan. Berdasarkan Pasal 11 UU No. 30 tahun 2002 kewenangan KPK untuk melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan, dibatasi olehtindak pidana korupsi yang :a.Melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara dan oranglain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukanoleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara.b.Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat; dan/ atau
c.
Menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp. 1.000.000.000,- (satumilyar rupiah).
3
Koruptor yang tidak ingin terjerat KPK cukup menghindar dari delik-delik diatas.Dengan kondisi ini, maka upaya penindakan KPK tidak akan berartibanyak karena hanya mampu memangkas puncak gunung es korupsi itusendiri. Korupsi yang “
kecil-kecil
” akan menjamur dan berpotensi untukmenimbulkan kerugian negara dalam jumlah yang lebih besar lagi.Bukankah korupsi yang nilainya triliunan atau milyaran dimulai dari yangrecehan?
1
Bahan Diskusi pada Diskusi Publik “ Memberantas Korupsi melalui Pendidikan “ SEMAF FIS Unimed, SeGIMedan dan SAHdaR, Unimed, 21 Februari 2009
2
Penulis adalah Guru SMK di Percut Sei Tuan dan Sekretaris Serikat Guru Indonesia Kabupaten Deli Serdang(SeGI-DS)
3
UU No. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi
 
Hal inilah yang kemudian mendorong KPK untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi sedari dini. Dalam Rencana Stratejik KPK tahun 2008-2011 tergambar bahwa salah satu sasaran untuk bidang pencegahanadalah pembentukan budaya masyarakat anti korupsi, melalui pendidikanyang profesional baik sektor formal maupun informal secara bertahap.
4
 Deputi Bidang Pencegahan KPK, Eko Soesamto Tjiptadi, menjelaskanbahwa KPK telah memprogramkan Pendidikan Anti Korupsi mulai dari TK,SD, SMP, SMA bahkan sampai perguruan tinggi. Target dari pelaksanaanprogram ini adalah untuk terciptanya generasi yang memahami apa itukorupsi dan akibatnya bagi bangsa dan negara, yang berani mengatakan“TIDAK” terhadap korupsi sehingga akan timbul kesadaran bersama untukbangkit melawan korupsi.
5
Berkaitan dengan itu, pada tanggal 23 Oktober 2008 yang lalu,Ketua KPK telah menyerahkan modul Pendidikan Anti Korupsi kepadaMendiknas sebagai pertanda dimulainya kerja sama antara KPK dengan jajaran Depdiknas dalam pemberantasan korupsi dengan sekolah sebagaiujung tombaknya. Dalam kesempatan ini KPK menyebutkan bahwa moduluntuk tingkat taman kanak-kanak berbentuk buku dongeng. Materinyaberisi tentang nilai kejujuran, kesederhanaan, kebersamaan, dan tolong-menolong. Sedangkan untuk tingkat SD, materinya merupakan kelanjutandari tingkat di bawahnya. Adapun materi yang dibahas pada tingkatsekolah menengah pertama seputar definisi korupsi. Pada tingkatpendidikan berikutnya, sekolah menengah atas, modul memuat materitentang uang negara, uang rakyat, dan sejarah perlawanan kaum mudaterhadap korupsi.
6
 Jika dilihat struktur silabus Pendidikan Anti Korupsi, mulai daritingkat TK sampai tingkat SMA, maka kurang lebih sama denganPendidikan Agama, Pendidikan Budi Pekerti dan PendidikanKewarganegaraan. Sehingga muncul pertanyaan, ketika Pendidikan AntiKorupsi melibatkan sekolah, apakah pendidikan ini akan efektif ?Mengingat di sekolah juga sudah ada pendidikan agama ataupun
4
 www.kpk.go.iddiakses tanggal 14 Februari 2009
5
Sumut Pos, 5 Desember 2008
6
Suara Pembaruan, 23 Oktober 2008
 
pendidikan moral yang tidak mampu memberikan kontribusi signifikanterhadap pembentukan kepribadian siswa.Sekolah kini juga telah berkembang menjadi lahan yang subur bagitumbuh kembangnya korupsi. Apalagi, departemen yang menanganisekolah, yaitu Departemen Pendidikan dan Departemen Agama, pernahtercatat sebagai departemen terkorup.
Korupsi di Sekolah
Sudah menjadi rahasia umum bahwa di lingkungan pendidikan punkorupsi telah mewabah. Kalau di sekolah melibatkan kepala sekolahsampai penjaga sekolah sementara di dinas melibatkan kepala dinassampai tukang sapu.Di sekolah, korupsi terjadi mulai proses penerimaan siswa barusampai dengan kelulusan siswa. Dalam penerimaan siswa baru, isu
 jualbeli bangku
bukan lagi menjadi sekedar isu. Hal ini terjadi umumnya padasekolah-sekolah negeri favorit. Setelah siswa mengikuti proses belajarmengajar semakin banyak pungutan yang dibebankan. Survei ICW (AdeIrawan dkk : 2004) menyebutkan paling tidak ada 46 jenis pungutan disekolah yang dibebankan kepada siswa maupun guru.
7
Ironisnya, korupsi di sekolah juga terjadi dalam bentuk
 jual beli nilai
.Kasus ini biasanya terjadi ketika siswa akan mengikuti seleksi PMP diperguruan tinggi. Siswa yang berminat pada jurusan tertentu, denganmembayar sejumlah uang, dapat memanipulasi nilai di
rapor 
-nya sehinggalayak untuk lulus PMP. Tentunya dengan bantuan pihak yang berwenang disekolah.Di dinas, korupsi yang terjadi biasanya adalah urusan surat-menyurat. Misalnya dalam pengurusan pangkat yang harganya kinimencapai 200 500 ribu atau pengangkatan untuk jabatan kepalasekolah, tersiar kabar harganya dapat mencapai 50 – 100 juta tergantungseberapa
basah
sekolah yang akan dipimpin.Demikian juga bantuan-bantuan yang diberikan ke sekolah,walaupun mekanismenya sudah dipersingkat, dari pusat langsung
7
Ade Irawan, dkk (2004)
Mendagangkan Sekolah
. Jakarta : Indonesia Corruption Watch

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rizal Enjoy Aja liked this
Musril Yas liked this
wsleo liked this
Ujang Sumarna liked this
Muh. Ansyaruddin liked this
yuniarto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->