Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
33 Efek Penerapan Compic Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Autis Non Verbal Veva Lenawaty m Psi Dan Dr Endang Widyorini Psi.unlocked

33 Efek Penerapan Compic Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Autis Non Verbal Veva Lenawaty m Psi Dan Dr Endang Widyorini Psi.unlocked

Ratings: (0)|Views: 1|Likes:
Published by Djati Hendr

More info:

Published by: Djati Hendr on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2014

pdf

text

original

 
 
EFEK PENERAPAN
COMPIC
TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTIS NON VERBALOleh :Veva LenawatyUNIKA Soegijapranata SemarangEndang WidyoriniUNIKA Soegijapranata SemarangM.Yang RoswitaUNIKA Soegijapranata SemarangAbstract
Autism is a pervasive developmental disorder that affects qualitative disorder in socialinteraction, communication, interest and activity. A child with autism suffers fromcommunication in the aspect of language or oral skill. The children doesn’t understandgestures or signaling, as a result he finds difficulties in expressing his desire. Thecommunication constraint in an effective way makes him behave deficiently such as underpressure, aggressive, self-destructive, temper tantrum and frustration. This research isintended to indentifi the application effect of COMPIC in increasing communication skill onan autistic non verbal children.COMPIC is a visual supporting device which assist anautistic non verbal to communicate. This research administers a model experiment of singlesubject design, i.e an experiment research with few or one subject. This research appliesparadigma A-B-A. Data collection uses rating scale on communication ability for an autisticnon verbal children. The measurement is assessed by the time of baseline, treatment, posttreatment and evaluation. The result of the research reveals that the effect of COMPIC couldenhance the communication ability of an autistic non verbal children. The result showsimproved rating scale score and spontaneous response on the autistic non verbal children.Keywords : Autism, COMPIC method, Coummunication skill
Latar Belakang Masalah
Setiap makhluk hidup selalu mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan.Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak kadangkala mengalami gangguan baiksebelum proses kelahiran maupun setelah proses kelahiran. Gangguan perkembangan inisemakin kompleks karena adanya perubahan gaya hidup masyrakat maupun kemajuan ilmu
 
 
teknologi (Handojo, 2003, h. 3). Gangguan perkembangan yang terjadi pada anak sangatberagam. Salah satu gangguan perkembangan yang saat ini cukup menjadi perhatian utamaadalah autisme.Autisme dalam istilah kedokteran dan psikologi termasuk dalam gangguanperkembangan
pervasif 
yang ditandai dengan adanya distorsi perkembangan fungsipsikologis dasar majemuk, seperti perkembangan perilaku, berbahasa dan gerakan motorik. Tidak mengherankan jika penderita autisme mengalami gangguan dalam menjalankanfungsi kognitif, emosi dan psikomotorik.Salah satu masalah pada anak autis adalah masalah komunikasi. Komunikasi adalahproses dua arah yang melibatkan seseorang yang memberikan pesan dan orang lain yangmenerima dan bertingkah laku sesuai pesan tersebut (Dredge dan Crosthwaite, 1986, h.105). Menurut Bondy dan Frost (Fadhilah dan Sjah, 2003, h.213) tujuan komunikasi adalahuntuk mengungkapkan keinginan, mengekspresikan perasaan dan bertukar informasi.Ada dua komponen penting dalam terciptanya komunikasi secara efektif.Komponen pertama adalah kemampuan untuk memahami pesan (pemahaman) yaitukemampuan mendengarkan suara atau melihat aksi, kemampuan mengolah pesan, danmenyimpannya dalam memori. Komponen kedua adalah kemampuan berespon terhadappesan (ekspresi) yaitu kemampuan memilih kata atau aksi yang tepat, kemampuanmenyusun kata-kata dan aksi-aksi menjadi pesan yang dapat dimengerti (Dredge danCrosthwaite, 1986, h.105).Pada anak autis ditemukan tidak semuanya dapat berbahasa verbal bahkan ada yangsampai dewasa hanya dapat berbahasa non verbal (Farida, 2007, h.29). Keterbatasankomunikasi pada anak autis meliputi anak autis dengan komunikasi verbal, dimana anakbisa bicara tetapi belum tentu bisa berkomunikasi. Komunikasi yang dilakukan kurangoptimal, dimana anak hanya mengulang perkataan atau membeo jika ditanya jawaban yangdiberikan tidak nyambung atau tidak sesuai dengan pertanyaan. Berkaitan dengan haltersebut Baron dan Bolton (1994,h.14) mengatakan bahwa anak autis mempunyai masalahatau gangguan dalam komunikasi seperti perkembangan bahasa yang lambat atau samasekali tidak ada, sulit berbicara, penggunaan kata-kata yang tidak sesuai artinya. Lebihlanjut Baron dan Bolton menjelaskan bahwa anak autis sebagian tidak berbicara (nonverbal) atau sedikit bicara (kurang verbal) sampai usai dewasa. Oleh karena itu tidakmengherankan jika sebagian besar anak autis mengalami kesulitan dalam menggunakanbahasa dan berbicara. Sehingga mereka sulit melakukan komunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Anak autis yang bisa berbicara belum tentu memiliki pemahaman bahasa yang
 
 
baik serta dapat berkomunikasi dengan benar, karena pada umumnya mereka berbicaradengan cara
rote learning
atau menghafalkan tanpa tahu maknanya. Sebaliknya anak autisyang non verbal adalah anak autis yang tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa atauberbicara, tidak mengerti bahasa gerak atau isyarat sehingga tidak bisa mengekspresikankeinginannya dengan gerak atau isyarat (Budhiman, 2002, h.3). Keterbatasan komunikasipada anak autis non verbal dan kemampuan melakukan komunikasi yang efektif, bagi anakautis non verbal sangatlah penting. Tanpa kemampuan tersebut, anak akan mudah frustasisehingga menunjukkan perilaku negatif karena kebutuhan - kebutuhannya tidak dapatdipenuhi oleh lingkungan. Anak tidak dapat mengutarakan apa yang diinginkan dan apayang tidak diinginkan, anak tidak dapat mengekspresikan diri sehingga bertindak atauberperilaku negatif untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Anak autis mempunyaiketerbatasan yang ditunjukkan dengan tidak mampu mengungkapkan diri secara efektif,merasa tertekan untuk dapat ekspresi, sehingga seringkali merasa frustasi bila tidak bisadimengerti keinginannya. Perilaku negatif yang muncul antara lain marah-marah tanpasebab atau alasan yang jelas,
temper tantrum
(mengamuk tak terkendali), menyerang ataumerusak , agresif, bahkan menyakiti dirinya sendiri. Hal ini sesuai dengan pendapat Siegell(1996,h.25) bahwa
 
gangguan perkembangan bicara atau bahasa pada anak autis seringmembuat mereka frustasi karena masalah komunikasi. Keterbatasan dalam menangkappesan yang disampaikan orang lain, dan kesulitan dalam merespon atau menjawabpercakapan serta keterbatasan dalam mengungkapkan atau mengekspresikan diri akankebutuhannya sering membuat mereka tertekan. Oleh karena itu perlu dilakukan intervensiuntuk membantu anak autis dalam mengatasi keterbatasan dalam komunikasi.Gemah (2004, h. 7) mengatakan bahwa banyak anak autisme memperoleh hasillebih baik bila belajar dengan menggunakan visual (penglihatan). Belajar secara visualmemudahkan anak autisme untuk dapat berkonsentrasi dan memahami sesuatu, misalnyadengan melihat benda konkrit, foto berwarna , gambar atau simbol.Anak autis memiliki ciri khas dalam belajar yaitu mudah memahami dan mengingatberbagai hal yang di raba (
visual learner atau visual thinking
), mudah memahami berbagaihal yang ia alami (
hands on learner
) oleh karena itu penggunaan alat bantu denganmemakai strategi visual (alat bantu visual) dapat digunakan dalam mengajarkanketrampilan komunikasi. Salah satu strategi visual yang dapat digunakan dalam membantuanak autis berkomunikasi adalah COMPIC.
COMPIC
sebagai salah satu alat bantukomunikasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anak autis non

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->