SEKILAS MENGENAIPRAPERADILAN
Menurut ketentuan Pasal 1 ayat 10 Kitab Undang-Undang Hukum AcaraPidana, praperadilan adalah wewenang Pengadilan Negeri untuk memeriksa danmemutus menurut cara yang diatur dalam Undang-Undang ini, tentang :a.sah atau tidaknya suatu penangkapan dan atau penahanan tersangka ataukeluarganya atau pihak lain atas kuasa tersangkanya ; b.sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan atas permintaan demi tegaknya hukum dan keadilan ;c.permintaan ganti kerugian atau rehabilitasi oleh tersangka atau keluarganya atau pihak lain atas kuasanya yang perkaranya yang tidak diajukan ke pengadilan.Menurut ketentuan di atas, tampak bahwa praperadilan merupakan wewenangyang dimiliki oleh Pengadilan Negeri dalam memutus sah atau tidaknya tindakan penyidik dan atau penuntut umum dalam setiap rangkaian penyidikan hingga pada penuntutan.
A. Pasal 1 ayat 10 huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
Penangkapan dan atau penahan tersangka merupakan serangkaian bagian pada proses penyidikan perkara pidana. Penangkapan adalah suatu tindakan penyidik berupa pengekangan sementara waktu kebebasan tersangka atau terdakwa apabilaterdapat cukup bukti guna kepentingan penyidikan atau penuntutan dan atau peradilandalam hal serta menurut cara yang diatur dalam Undang-Undang ini.
Proses penangkapan itu sendiri wewenangnya terletak pada pihak penyidik dan penuntutumum. Sedangkan penahanan adalah penempatan tersangka atau terdakwa di tempattertentu oleh penyidik atau penuntut umum atau hakim dengan penetapannya dalamhal serta cara yang diatur dalam Undang-Undang ini.
Penyebab dilakukannyatindakan penahanan ialah :
1
Pasal 1 ayat 20 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
2
Pasal 1 ayat 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
Leave a Comment