Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
25Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
b070210

b070210

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,447|Likes:
Published by Biodiversitas, etc
Species diversity of the Genus Hoya (Asclepiadaceae) in Bukit Batikap Sanctuary Forest, Central Kalimantan
Species diversity of the Genus Hoya (Asclepiadaceae) in Bukit Batikap Sanctuary Forest, Central Kalimantan

More info:

categoriesTypes, Research, Science
Published by: Biodiversitas, etc on Mar 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/01/2013

pdf

text

original

BioSMART
ISSN: 1411-321X
Volume 7, Nomor 2
Oktober 2005
Halaman: 125-130
\ue000 2005 Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta
\u2665 Alamat korespondensi:

Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali 82191.
Tel. & Fax.: +62-368-21273.
e-mail: direkbg@singaraja.wasantara.net.id, igtirta59@yahoo.com

\u2665 Alamat korespondensi:

Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126
Tel. & Fax.: +62-271-663375.
e-mail: biology@mipa.uns.ac.id

Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Karet PTPN IX Kebun Batu Jamus
Karanganyar Hasil Fitoremediasi dengan Azolla microphylla Kaulf untuk
Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza sativa Linn.)

The benefit of rubber factory liquid waste of PTPN IX Kebun batu jamus Karanganyar as the
result of phytoremediation with Azolla microphylla Kaulf. for the rice growth (Oryza sativa Linn.)
DWI YULIANTI, KUSUMO WINARNO\u2665, WIDYA MUDYANTINI
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta 57126
Diterima: 18 April 2005. Disetujui: 1 Juli 2005.
ABSTRACT

The aim of the research was to find out the influence for the application of Azolla microphylla Kaulf. to the fixing of the quality of rubber factory liquid waste. Moreover, it was done in order to analyze the rice (Oryza sativa Linn.) growth after the distribution of rubber factory liquid waste as the result of phytoremediation with A. microphylla. The research used Complete Random Design employing waste concentration treatment by 0%, 10%, 15%, 20%, and 25%. The parameter measurement had been done before and after the processing with A. microphylla during 12 days. The parameter were temperature, pH, DO, BOD, COD, TSS, ammonia, and total nitrogen (N). The distribution of rubber factory liquid waste as the result of processing withAzolla micropphylla Kaulf. to the rice was done until the plants had attained the age of 6 weeks after planting. The parameter of the observed growth were the number of leaves, the number of shoots, the wet weight plant, the dry weight plants, and the dry weight ratio of shoot-roots (S-R). Analyze the data conducted by using Analisis Varian (ANOVA) continued by DMRT test at 5% level. The result of this research showed thatA .

microphylla is quite influential in the fixing the quality of rubber factory liquid waste, especially in reducing the temperatur, BOD, and

TSS. The distribution of rubber factory liquid waste as the result of phytoremediation with A. microphylla to the rice did not influence on the rice growth including the number of leaves, the number of shoots, the wet weight plants, the dry weight plant, and the dry weight ratio of shoot-roots (S- R).

Key words: rubber factory liquid waste, Azolla microphylla Kaulf., rice growth.
PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup pesat selain menguntungkan, juga menimbulkan masalah yang serius terhadap lingkungan. Pembangunan industri-industri baru, di satu sisi dapat meningkatkan kemakmuran, namun di sisi lain dapat membawa dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Salah satu industri tersebut yaitu industri pengolahan karet alam yang banyak ditemukan pada berbagai wilayah di Indonesia. Industri pengolahan karet alam merupakan industri yang mengolah lateks (getah) karet menjadi karet setengah jadi, bentuk karet tersebut dapat berupa sit, krep dan karet remah. Dalam pengolahannya, industri karet menggunakan bahan- bahan kimia sebagai bahan koagulan lateks dan air dalam jumlah yang cukup besar untuk pencucian tangki-tangki tempat lateks serta untuk proses penggilingan. Dengan begitu limbah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut berupa cairan. Dalam setiap produksi, limbah cair yang dihasilkan

\u00b1400 m3 per hari. Limbah cair tersebut ditampung dalam

kolam penampungan yang akan dikeluarkan ke sungai setelah 3 hari. Limbah cair pabrik karet mengandung komponen karet (protein, lipid, karotenoid, dan garam anorganik), lateks yang tidak terkoagulasi dan bahan kimia yang ditambahkan selama pengolahan (Suwardin, 1989). Karakteristik limbah cair pabrik karet tersebut yaitu berwarna keruh dan berbau tidak enak. Adanya bahan- bahan organik tersebut menyebabkan nilai BOD dan COD menjadi tinggi. Limbah dengan karakteristik tersebut dapat mencemari lingkungan, baik pencemaran udara maupun pencemaran air.

Limbah cair pabrik karet perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu untuk menanggulangi pencemaran. Pengo- lahan limbah sekarang ini yang sedang berkembang adalah menggunakan tanaman air pada kolam penampungan limbah. Tanaman air sepertiEichhornia danAzolla memi- liki kelebihan sebagai \u201cdecontaminant\u201d dalam pengolahan limbah dengan alasan pertumbuhannya cepat, mempunyai daya afinitas terhadap logam berat, mudah dipanen dan memiliki potensi ekonomis (Yulianingtyas dan Qomariyah, 1994). Salah satu jenisAz olla yang dapat digunakan sebagai penjernih air yaitu Azolla microphylla Kaulf. Limbah hasil fitoremediasi, dapat dimanfaatkan sebagai

BioSMART Vol. 7, No. 2, Oktober 2005, hal. 125-130
126

pemacu pertumbuhan berbagai jenis tanaman, karena dalam limbah cair pabrik karet mengandung unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu limbah pabrik karet dapat berperan dalam memacu pertumbuhan tanaman padi (Widyaningrum, 1989). Tanaman padi memerlukan hara untuk tumbuh dan berkembang.

Berdasarkan uraian di atas, perlu dilakukan penelitian mengenai kemampuan tanaman Azolla microphylla Kaulf. dalam meningkatkan kualitas limbah cair pabrik karet serta pemanfaatan limbah cair pabrik karet hasil fitoremediasi dengan A. microphylla untuk pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa L.).

BAHAN DAN METODE
Waktu dan tempat penelitian

Penelitian dilakukan selama bulan Nopember 2003 s.d. Januari 2004 di Rumah Kaca Fakultas Pertanian dan Laboratorium Pusat MIPA Sub Lab Biologi dan Kimia, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Alat dan bahan

Alat: pH meter elektrik, DO meter elektrik, timbangan elektrik, bak plastik, oven, mikroburet, pipet, gelas ukur, erlenmeyer, corong gelas, incubator, botol-botol inkubasi winkler, pot dari kayu, saringan, penggaris, desikator, cawan goach, filter kertas, labu refluk, bunsen, alat destilasi, pisau, spektrofotometer, alat penyaring, tabung reaksi, lemari asam, dan labu kjedahl.

Bahan: limbah cair pabrik karet PT. Perkebunan Nusantara IX Batu Jamus Karanganyar, A. microphylla, benih padi varietas IR 64, tanah regosol dan bahan kemikalia untuk uji BOD, COD, amoniak, dan nitrogen (N) total.

Cara kerja
Pengolahan limbah cair pabrik karet

Tanaman A. microphylla muda berumur 2 hari dibiakkan pada bak-bak berdiameter 40 cm. Dibiarkan selama 7 hari, lalu memilih A. microphylla yang berdiameter (1,5 cm, warna daun hijau cerah dan panjang akar (2 cm). Dilakukan uji pendahuluan selama 7 hari untuk menentukan konsentrasi air limbah yang tertinggi yang memungkinkan A. microphylla dapat tumbuh dengan baik. Konsentrasi limbah cair yang digunakan yaitu 25%, 50%, 75%, 100% dari limbah murni dan 0% (sebagai kontrol), yang diberi A. microphylla sebanyak 50 g (atau dengan luas penutupan (70%). A. microphylla dapat hidup dengan baik pada konsentrasi 25%. Konsentrasi yang digunakan dalam perlakuan selanjutnya untuk media tumbuh padi adalah konsentrasi 25%, 20%, 15%, 10% dari limbah murni (dari konsentrasi terbaik hasil fitoremediasi yang diturunkan konsentrasinya) dan 0% (sebagai kontrol).

Bak-bak dengan diameter 40 cm diisi air limbah yang telah disiapkan dengan konsentrasi mulai dari 10%, 15%, 20%, 25%, dan 0% (air sumur sebagai kontrol) yang diberi

A. microphylla sebanyak 50 g. Masing-masing perlakuan

dengan 3 ulangan. Sebelum dan sesudah perlakuan, limbah cair diukur parameter fisika dan kimianya meliputi suhu, DO, pH, BOD, COD, TSS, NH3 dan nitrogen total berdasarkan metode Alaerts dan Santika (1984). Pengukuran dilakukan setelah 12 hari perlakuan.

Penanaman padi (Oryza sativa L.)

Penanaman padi dilakukan hingga padi berumur 6 minggu, dengan urutan kerja yaitu: tanah kering dihaluskan kemudian disaring dengan menggunakan saringan diameter 2 mm, lalu dimasukkan ke dalam pot plastik berdiameter 25 cm setinggi 20 cm. Disiapkan tanah yang telah dihaluskan ke dalam pot dari kayu kemudian diolah sehingga tanah dalam keadaan siap tanam. Tanah dibiarkan selama 6 hari. Benih direndam dalam air selama 2 hari 1 malam. Setelah itu benih siap untuk disebarkan dalam tempat persemaian. Bibit berumur 21 hari siap dipindahkan ke penanaman. Dalam 1 pot percobaan terdiri dari 1 tanaman. Setiap perlakuan terdiri dari 5 pot percobaan sebagai ulangan. Pengairan dimulai setelah 1 minggu penanaman hingga 6 minggu penanaman. Perlakuan pemberian limbah cair hasil pengolahan yaitu dilakukan 1 minggu sekali sesuai dengan konsentrasi limbah hasil pengolahan yaitu 0%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Volume limbah setiap pot adalah 0,5 liter. Perlakuan dilakukan selama 5 minggu.

Pengukuran pertumbuhan tanaman padi
Berat basah tanaman. Penimbangan berat basah
tanaman dilakukan setelah panen.

Berat kering tanaman. Tanaman saat panen dimasukkan dalam kantong kertas kemudian dioven pada suhu 600C hingga kering, kemudian ditimbang.

Jumlah daun. Semua daun yang ada pada tanaman
dihitung setiap1 minggu hingga panen dilakukan.

Rasio berat kering akar dan pucuk (S-R). Akar dan pucuk dipisahkan saat panen, masing-masing dioven pada suhu 60oC, kemudian ditimbang dan dihitung rasio berat kering akar dan pucuk.

Jumlah anakan. Dihitung semua jumlah anakan pada
tanaman padi setelah panen.
Teknik pengumpulan data.
Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan lima tingkat konsentrasi limbah yang diberi
A. microphylla.

Faktor percobaan: Konsentrasi limbah cair.
K0 = konsentrasi limbah 0%
K1 = konsentrasi limbah 10%
K2 = konsentrasi limbah 15%
K3 = konsentrasi limbah 20%
K4 = konsentrasi limbah 25%

Analisis data

Pengaruh konsentrasi limbah cair yang diperlakukan dengan A. microphylla terhadap parameter yang diukur ditentukan dengan Analisis Varian (ANAVA), dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf uji 5% untuk mengetahui ada tidaknya beda nyata.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengolahan limbah cair pabrik karet
Hasil uji pendahuluan terhadap pengukuran nilai
parameter limbah cair pabrik karet pada konsentrasi 100%
YULIANTI dkk. \u2013 Fitoremediasi limbah cair pabrik karet dengan Azolla microphylla
127

diperlihatkan pada Tabel 1, sedangkan perubahan parameter lingkungan setelah pengolahan dengan A. microphylla Kaulf. selama 12 hari diperlihatkan pada Tabel 2.

Tabel 1. Nilai parameter limbah cair pabrik karet pada
konsentrasi 100%.
Parameter
Nilai
BMLC
pH
5,85
6- 9
DO (mg/L)
1,66
-
Suhu (0C)
30,5
-
BOD (mg/L)
249
60
COD (mg/L)
842
200
TSS (mg/L)
35
100
Amoniak (mg/L)
0,11
5
N total (mg/L)_5,85
0,00
10
Keterangan: BMLC = Baku Mutu Limbah Cair berdasarkan
lampiran A. IV Kep-51/MENLH/10/1995.

Dari data di atas dapat diketahui bahwa pada parameter pH, BOD dan COD tidak sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan. Limbah dengan parameter pH, BOD dan COD di atas baku mutu dapat mencemari lingkungan, sehingga perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

Suhu
Pengolahan limbah cair pabrik karet denganA.
microphylla selama 12 hari dapat menurunkan dalam

limbah. Hasil uji ANAVA terhadap suhu menunjukkan adanya pengaruh perlakuan terhadap nilai suhu. Perlakuan dapat menurunkan nilai suhu. Pengolahan limbah dengan menggunakan A. microphylla dapat menurunkan suhu karena A. microphylla pada saat digunakan sebagai biofilter limbah selama 12 hari mengalami pertumbuhan yang cepat, hal ini sesuai dengan masa regenerasiAzolla yang cepat yaitu 3-5 hari. PertumbuhanAzolla yang cepat menyebabkan penutupan permukaan air limbah. Menurut Tamad (2002) penutupanAzo lla dapat menurunkan suhu air genangan, karena cahaya matahari yang diterima oleh

Azolla digunakan untuk fotosintesis. Selain itu Azolla

mengandung air yang tinggi (80-90% bobot) sehingga efektif dalam menyerap panas cahaya matahari. Suhu pada air limbah menjadi menurun akibat penutupan permukaan air oleh A. microphylla.

Oksigen terlarut (DO)

Pengolahan limbah dengan A. microphylla selama 12 hari dapat menaikkan nilai DO. Perbedaan perubahan DO disebabkan semakin tinggi konsentrasi limbah, maka semakin tinggi juga unsur hara yang dikandung di dalam limbah, unsur hara tersebut digunakan A. microphylla untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis adalah oksigen, hal ini menyebabkan oksigen yang terlarut dalam limbah setelah pengolahan selama 12 hari menjadi meningkat. Menurut Fardiaz (1992) oksigen terlarut (DO) dapat berasal dari proses fotosintesis tanaman air yang jumlahnya tidak tetap tergantung dari jumlah tanaman. Jumlah tanaman setelah pengolahan limbah selama 12 hari menunjukkan bertambah pada beberapa konsentrasi kecuali konsentrasi 0% karena unsur hara yang terkandung dalam konsentrasi 0% sedikit, sehingga pertumbuhanA.

microphylla menjadi terhambat dan menyebabkan

terhambat juga proses fotosintesis sehingga peningkatan DO pada konsentrasi 0% relatif kecil bila dibandingkan dengan konsentrasi lainnya.

Tabel 2. Perubahan parameter lingkungan setelah pengolahan
dengan A. microphylla selama 12 hari.
Perlakuan
Konsentrasi
Sebelum Sesudah
Perubahan
Suhu(oC)
0%
30,26
30,06b
-0,20
10%
30,20
29,90b
-0,30
15%
29,86
28,90a
-0,97
20%
30,16
29,16a
-1,00
25%
30,03
29,60ab
-0,43
DO (mg/L)
0%
4,50
6,10
1,60
10%
2,40
7,43
5,03
15%
2,43
8,43
6,00
20%
2,03
7,83
5,80
25%
1,76
7,16
5,40
pH
0%
6,80
7,36
0,56
10%
6,83
7,54
0,71
15%
6,73
7,52
0,79
20%
6,62
7,25
0,63
25%
6,59
7,32
0,73
BOD (mg/L)
0%
4,67
2,93a
-1,74
10%
24,33
8,83b
-15,50
15%
54
3,67a
-50,33
20%
62
2,20a
-59,80
25%
106
5,07a
-100,93
COD (mg/L)
0%
22,00
116,33
94,33
10%
55,33
97,67
42,34
15%
130,67
67,33
-63,34
20%
138,67
90,67
-48,00
25%
205,33
103,33
-102,00
TSS (mg/L)
0%
55,00
30,00a
-25,00
10%
53,33
48,33b
-5,00
15%
45,00
40,00ab
-5,00
20%
43,33
36,67ab
-6,66
25%
31,67
35,00b
3,33
Amoniak (mg/L)
0%
0,0000
0,0033
0,0033
10%
0,0067
0,0033
-0,0033
15%
0,0067
0,0000
-0,0067
20%
0,0133
0,0067
-0,0063
25%
0,0400
0,0133
-0,0206
Nitrogen Total (mg/L)
0%
4,67
0,87
-3,80
10%
2,33
1,00
-1,33
15%
1,17
1,20
0,03
20%
0,00
1,05
1,05
25%
0,66
1,09
0,43

Keterangan: Tanda (-) menunjukkan nilai yang berkurang. Angka yang diikuti dengan huruf yang sama dalam satu kolom menunjukkan tidak berbeda nyata pada uji DMRT 5%.

Derajat keasaman (pH)
Pengolahan limbah cair pabrik karet denganA.
microphylla selama 12 hari dapat meningkatkan nilai pH.

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Reni Astuti liked this
Lisanti Emelda liked this
Dwi Novilolita added this note|
aduuuuhhh ini makalah ny thanks bgt... ngebantu pmbuatan makalah ak maaf klo ak ngambil bny bgt info dr makalah ini ARIGATOU GOZAIMASHITA
Yayat Rukayat liked this
Arief Satya liked this
Joko Sumarsono liked this
Joko Sumarsono liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->