Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Islam n Kebudayaan Lokal

Islam n Kebudayaan Lokal

Ratings: (0)|Views: 120|Likes:
Published by Wahyu Hendratno

More info:

Published by: Wahyu Hendratno on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/10/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Sebagai sebuah kenyataan sejarah, agama dan kebudayaan dapat salingmempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. Agama adalah simbol yangmelambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbolsupaya manusia bisa hidup di dalamnya. Agama memerlukan sistem simbol, dengan kata lainagama memerlukan kebudayaan agama. Tetapi keduanya perlu dibedakan. Agama adalahsesuatu yang final, universal, abadi (
 parennial 
) dan tidak mengenal perubahan (
absolut 
).Sedangkan kebudayaan bersifat partikular, relatif dan temporer. Agama tanpa kebudayaanmemang dapat bekembang sebagai agama pribadi, tetapi tanpa kebudayaan agama sebagaikolektivitas tidak akan mendapat tempat.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan,
 pertama
agamamemperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya, nilainya adalah agama, tetapisimbolnya adalah kebudayaan. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan.
 Kedua
, agama dapat mempengaruhi simbol agama. Dalam hal ini kebudayaan Indonesiamempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. Dan
ketiga
, kebudayaan dapat menggantikan sitem nilai dan simbol agama.Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan, yaitu, keduanya adalah sistemnilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan.Agama, dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlahkonsepsi mengenai konstruksi realitas, yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tatanormatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. Sementara senitradisi merupakan ekspresi cipta, karya, dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesan-pesan religiusitas, wawasan filosofis dan kearifan lokal (
local wisdom
).Baik agama maupun kebudayaan, sama-sama memberikan wawasan dan cara pandangdalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya.Misalnya, dalam menyambut anak yang baru lahir, bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan
aqiqah
untuk penebusan (
rahinah
) anak tersebut, sementara kebudayaan yangdikemas dalam
marhabaan
dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain,
1
 
tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu mendoakan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. Demikian juga dalam upacara tahlilan, baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dancara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal .Oleh karena itu, biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut.Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan, sedangkan kebudayaan memberikekayaan terhadap agama. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. Karena seni tradisi, budaya lokal, atau adatistiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifatabsolut.
 
Artinya: Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.
BAB IIISI MAKALAH
2
 
Epistemologi Pribumisasi Islam
Gagasan pribumisasi Islam, secara geneologis dilontarkan pertama kali olehAbdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar bagaimanaIslam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaanyang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. Sehingga, tidak adalagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakatmuslim di Timur Tengah. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini, pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya- budaya setempat, akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. Inti ‘Pribumisasi Islam’adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya, sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan.Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan,melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yangotentik dari agama, serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkanantara agama dan budaya.Pada konteks selanjutnya, akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuaidengan konteks lokalnya, dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islamdi seluruh penjuru dunia. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. Dengan demikian,Islam tidak lagi dipandang secara tunggal, melainkan beraneka ragam. Tidak ada lagianggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar, karenaIslam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut.Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia,sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo, menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat, sebagai salah satunya,dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’, yang mulia. Sehingga berangkan dari pemahaman ini, masyarakat harus memuliakan kelahiran, perkawinan, kematian, dansebagainya. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->