Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Penjualan

Konsep Penjualan

Ratings: (0)|Views: 15 |Likes:
Published by akmalraihan
Konsep Penjualan
Konsep Penjualan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: akmalraihan on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2014

pdf

text

original

 
Bab IIKAJIAN PUSTAKA2.1.Review Hasil-hasil Penelitian Terdahulu
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh S. Hadiyanto pada tahun 1996, mahasiswaInstitut Keguruan Ilmu Pendidikan Jakarta / 1996, dengan judul “Hubungan Antara PotonganPenjualan Terhadap Volume Penjualan Pada PT. Pantja Niaga Jakarta”.Dari penelitian teknis analisis yang digunakan adalah analisis product moment, hasildeskriptif menunjukan bahwa untuk potongan penjualan (variabel X) diperoleh dengan uji linier sederhana, diperoleh persamaan regresi Y = 355,82 + 27.710X dengan melakukan uji kelinieranmaka dapat disimpulkan bahwa persamaan tersebut terdapat hubungan yang positif antara potongan penjualan dengan volume penjualan PT Pantja Niaga Jakarta.
2.2.Deskripsi Teoritis2.2.1.Hakikat penjualan
Keberhasilan suatu perusahaan pada umumnya dinilai berhasil dilihat darikemampuannya dalam memperoleh laba. Dengan laba yang diperoleh, perusahaan akan dapatmengembangkan berbagai kegiatan, meningkatkan jumlah aktiva dan modal serta dapatmengembangkan dan memperluas bidang usahanya.Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan mengandalkan kegiatannya dalam bentuk  penjualan, semakin besar volume penjualan semakin besar pula laba yang akan diperoleh
 
 perusahaan. Perusahaan pada umumnya mempunyai tiga tujuan dalam penjualan yaitu mencapaivolume penjualan, mendapatkan laba tertentu, dan menunjukan pertumbuhan perusahaan.Menurut Joel G. Siegel dan Joe K. Shim yang diterjemahkan oleh Moh. Kurdi,“Penjualan adalah Penerimaan yang diperoleh dari pengiriman barang dagangan atau dari penyerahan pelayanan dalam bursa sebagai barang pertimbangan. Pertimbangan ini dapat dalam benuk tunai peralatan kas atau harta lainnya. Pendapatan dapat diperoleh pada saat penjualan,karena terjadi pertukaran, harga jual dapat ditetapkan dan bebannya diketahui”.
1
Dalam kegiatan ini penjualan akan melibatkan debitur atau disebut juga pembeli serta barang-barang atau jasa yang diberikan dan dibayar oleh debitur tersebut dengan cara tunaiataupun kredit.Penjualan barang dagang oleh sebuah perusahaan dagang biasanya hanya disebut“Penjualan”, jumlah transaksi yang terjadi biasanya cukup besar dibandingkan jenis transaksilainnya. Dalam menjual barang dagangannya perusahaan dapat menerapkan tiga metode penjualan yang sering dikenal yaitu penjualan tunai, penjualan kredit, dan penjualan konsinyasi.
2.2.2Hakikat Penjualan kredit
Kebutuhan manusia yang beraneka ragam dengan itu selalu meningkat, sedangkankemampuan untuk mencapai sesuai yang diinginkannya itu terbatas. Hal ini menyebabkanmemerlukan bantuan untuk memenuhi hasrat dari cita-citanya. Dalam hal ini ia berusaha, makauntuk meningkatkan usahanya atau untuk meningkatkan bantuan dalam bentuk pemodalan.
1
Siegel, Joel G dan Jae K. Shim yang diterjemahkan oleh Moh Kurdi (1999), Kamus Istilah Akuntansi
,
Jakarta : PT Elex Media Komputindo, hal 404.
 
 
Dalam kehidupan sehari-hari kata kredit bukanlah merupakan perkataan yang asing bagimasyarakat kita. Perkataan kredit tidak saja dikenal oleh masyarakat dikota-kota besar tapisampai didesa-desapun kata kredit tersebut sudah sangat populer.Menurut Soemarso SR, “Penjualan kredit adalah penjualan barang dagang scara tidak tunai yang dicatat sebagai debit pada perkiraan piutang dagang dan kredit pada perkiraan penjualan”.
2
Seseorang atau suatu badan yang memberikan kredit (kreditur) percaya bahwa penerimakredit (debitur) pada masa yang akan datang akan sanggup memenuhi segala yang telahdijanjikan. Apa yang telah dijanjikan itu dapat berbentuk segala sesuatu yang telah dijanjikan itu berbentuk sebagai berikut :Barang terhadap uangBarang terhadap jasaJasa terhadap jasaJasa terhadap barangUang terhadap jasaBerdasarkan pendapat Thomas Suyatno,dkk. “Dengan diterimanya kontraprestasi padamasa yang akan datang, maka jelas terganbar bahwa kredit dalam arti ekonomi adalah penundaan pembayaran dari prestasi yang diberikan sekarang, baik dalam bentuk barang, uang maupun jasa.Disini terlihat pula bahwa faktor waktu merupakan faktor utama yang memisahkan prestasi dankontraprestasi”.
3
2
 
Soemarso SR (1999), Akuntansi Suatu Pengantar, Edisi Sembilan, Rineka Cipta, Jakarta, hal 178.
 
3
 
Thomas Suyatno, dkk (1991), Dasar-dasar Perkreditan, Jakarta : Gramedia, hal 11.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->