Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mengenal Sistem Reproduksi Pada

Mengenal Sistem Reproduksi Pada

Ratings: (0)|Views: 8 |Likes:
Published by Laode Yusrin

More info:

Published by: Laode Yusrin on Mar 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2014

pdf

text

original

 
MENGENAL SISTEM REPRODUKSIPADA IKAN
Des 17 Posted by Jakes Sito (www.waroengweb.co.id)  Reproduksi merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu organisme.Bayangkan apabila ada suatu organisme yang tidak melakukan reproduksi, tentu saja akanmenganggu keseimbangan alam. Ingat rantai makanan? Bayangkanlah salah satu mata rantaitersebut hilang. Tentu akan tidak seimbang proses alam ini. Yang akan menghancurkan sebuahekosistem,atau bahkan peradaban.Ikan melakukan reproduksi secara eksternal. Dalam hal ini, ikan jantan dan betina akan salingmendekat satu sama lain kemudian si betina akan mengeluarkan telur. Selanjutnya si jantan akansegera mengeluarkan spermanya, lalu sperma dan telur ini bercampur di dalam air. Carareproduksi ini dikenal sebagai oviparus, yaitu telur dibuahi dan berkembang di luar tubuh ikan.Ikan terkenal sebagai mahluk yang mempunyai potensi fekunditas yang tinggi dimanakebanyakan jenis ikan yang merupakan penghasil telur beribu-ribu bahkan berjuta-juta tiaptahun. Apabila alam tidak mengaturnya maka dunia akan sangat padat dengan ikan.Cara reproduksi ikan yang ada antara lain :1. Ovipar, sel telur dan sel sperma bertemu di luar tubuh dan embrio ikan berkembang di luar tubuh sang induk. Contoh : ikan pada umumnya2. Vivipar, kandungan kuning telur sangat sedikit, perkembangan embrio ditentukan olehhubungannya dengan placenta, dan anak ikan menyerupai induk dewasa.3. Ovovivipar, sel telur cukup banyak mempunyai kuning telur, Embrio berkembang di dalamtubuh ikan induk betina, dan anak ikan menyerupai induk dewasa. Contoh : ikan-ikan livebearersFaktor-faktor yang mempengaruhi kematangan seksual ikan antara lain spesies, ukuran, danumur. Secara umum ikan-ikan yang mempunyai ukuran maksimum kecil dan jangka waktuhidup yang relatif pendek, akan mencapai kematangan kematangan seksual lebih cepatdibandingkan ikan yang mempunyai ukuran maksimum lebih besar.Ada berbagai cara yang sudah dilakukan oleh orang-orang perikanan yang bekerja di bidangakuaultur. Adanya pemijahan buatan dapat mempercepat produksi ikan di sebuah tambak atauhatchery. Hal ini dilakukan untuk mengejar target pasar agar kebutuhan konsumen terpenuhi.Dengan cara menyuntikan hormon untuk mematangkan sel telur. Sehingga kita dapatmengawinkan ikan sesuai kebutuhan yang kita inginkan.1. Perkembangan Gamet Jantan Pada Ikan
 
Alat kelamin jantan meliputi kelenjar kelamin dan saluran-salurannya. Kelenjar kelamin jantandisebut testis. Pembungkus testikular yang mengelilingi testis, secara luas menghubungkan jaringan-jaringan testis, membentuk batasan-batasan lobular yang mengelilingi germinalepithelium. Spermatozoa dihasilkan dalam lobule yang dikelilingi sel-sel sertoli yangmempunyai fungsi nutritif.Saluran sperma terdiri dari dua bagian. Bagian pertama berbatasan dengan testis, berguna untuk membuka lobule (juxta-testicular part) dan bagian lainnya adalah saluran sederhana yangmenghubungkan bagian posterior testis ke genital papilla. Pada beberapa ikan, misalnya ikansalmon, tidak memiliki kantung seminal, tetapi pada bagian luar saluran sperma terdapat sel-selyang berfungsi mengatur komposisi ion-ion cairan seminal dan mensekresi hormon.2. Perkembangan Gamet Betina Pada IkanPerkembangan gamet betina atau disebut juga oogenesis terjadi di dalam ovarium. Oogenesisdiawali dengan perkembangbiakan oogonium beberapa kali melalui pembelahan mitosis, untuk memasuki tahap oosit primer. Selanjutnya terjadi pembelahan meiosis I, membentuk oositsekunder dan polar body I melalui proses meiosis II oosit sekunder membelah menjadi oosit dan polar body II.Oogenesis adalah proses kompleks yang secara keseluruhan merupakan pengumpulan kuningtelur. Secara substansial, kuning telur terdiri atas tiga bentuk yaitu : kantung kuning telur (yolk vesicle), butiran kuning telur (yolk globule) dan tetesan minyak (oil droplet). Kantung kuningtelur berisi glikoprotein dan pada perkembangan selanjutnya, menjadi kortikal alveoli. Butir- butir kuning telur terdiri atas lipoprotein, karbohidrat dan karoten. Oil droplet secara umumterdiri atas gliserol dan sejumlah kecil kolesterol.3. Pembuahan (Fertilisasi) Pada IkanPembuahan adalah bersatunya oosit (telur) dengan sperma membentuk zigot. Pada proses pembuahan ini terjadi percampuran inti sel telur dan inti sperma. Kedua inti ini masing-masingmengandung gen (pembawa sifat keturunan) sebanyak satu sel (haploid).Hanya satu sperma yang dibutuhkan untuk membuahi satu sel telur (monosperm). Meskipun berjuta-juta spermatozoa dikeluarkan pada saat pemijahan dan menempel pada sel telur tetapihanya satu yang dapat melewati mikrofil, satu-satunya lubang masuk spermatozoa pada sel telur.Kepala spermatozoa menerobos mikrofil dan bersatu dengan inti sel telur, sedangkan ekornyatertinggal pada saluran mikrofil tersebut dan berfungsi sebagai sumbat untuk mencegahspermatozoa yang lain masuk.Cara lain yang digunakan sel telur mencegah sperma lain masuk adalah terjadinya reaksi kortikalmikrofil menjadi lebih sempit dan spermatozoa yang bertumpuk pada saluran mikrofil terdorongkeluar. Reaksi korteks juga berfungsi membersihkan korion dari spermatozoa yang melekatkarena akan mengganggu proses pernafasan zigot yang sedang berkembang.
 
Ada beberapa hal yang mendukung berlangsungnya pembuahan yaitu spermatozoa yang tadinyatidak bergerak dalam cairan plasmanya, akan bergerak setelah bersentuhan dengan air dandengan bantuan ekornya, bergerak ke arah telur. Selain itu, telur mengeluarkan zat gimnogamonyang berperan menarik spermatozoa ke arahnya.4. Pemijahan (Ovulasi) IkanPersiapan tempat pemijahanSebagian besar ikan memerlukan jenis substrat tertentu sebagai sarang untuk tempat pemijahan.Tempat pemijahan dapat berupa cekungan, batu-batuan, vegetasi, lumpur, sarang busa dansebagainya Keberhasilan proses pemijahan berhubungan erat dengan keberadaan substrat. Jikasubstrat yang sesuai tidak ditemukan, maka proses pemijahan akan mengalami kegagalan atau penundaan.Ikan Nocomis sp., Semotilus sp. dan Exoglossum sp. biasanya membuat sarang dengan membuattimbunan kerikil, telur diletakkan di sela-sela kerikil kemudian ditimbun lagi dengan kerikil baru. Kemudian sarang akan dijaga oleh ikan jantan. Ikan sepat (Trichogaster pectoralis) danikan cupang (Betta imbilis) membuat sarang busa sebelum memijah. Pemijahan berlangsung di bawah sarang busa, kemudian telur-telur yang diserakkan diletakkan diantara sarang busa. Ikan jantan akan menjaga telur-telur tersebut sampai menetas.5. Kebutuhan Lingkungan untuk Memijah (trigger) IkanPemijahan ikan dipengaruhi oleh faktor eksternal (eksogenous) dan internal (endogenous).Kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap pematangan gonad akhir dan ovulasi oosit. Faktor eksternal yang mempengaruhi reproduksi yaitu pendorong dan penghambat hormonegonadotropin, gonadotropin pra ovulasi dan respon ovarium terhadap GtH. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi pemijahani adalah photo periode, suhu, substrat untuk pemijahandan hubungan dengan individu lain.Pada sebagian besar ikan teleostei, adanya perbedaan antara factor eksternal dan internal akanmendorong ikan melakukan strategi reproduksi tertentu. Fuktuasi kondisi lingkungan dapatmempengaruhi aktifitas neuroendokrin dan endokrin. Sementara itu neuroendokrin dan endokrin berperan penting dalam merangsang pematangan akhir oosit dirangsang.Pada banyak kasus reproduksi ikan, sering ditemukan bahwa proses ovulasi ikan tidak dapat berlangsung, meskipun proses vitellogenesis sudah sempurna. Keberhasilan proses ovulasiditentukan oleh mekanisme fisiologi, proses metabolisme dan kesesuaian dengan faktor eksternal(kehadiran pejantan, substrat untuk pemijahan, rendahnya ancaman predator dan sebagainya). Namun demikian informasi tentang peran factor eksternal dalam proses reproduksi masih sangatterbatas. Menurut Stacey (1984), beberapa faktor eksternal yang berperan penting bagikeberhasilan proses reproduksi adalah:1. Photo periode

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->