Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Karl Popper

Karl Popper

Ratings: (0)|Views: 346|Likes:
Published by Iwel Nagan

More info:

Published by: Iwel Nagan on Mar 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/16/2013

pdf

text

original

 
The Power of Eleven blogBlogcrowdsGeckoandFlyForumemail“Karl Raimund Popper (1902- ); Problematika Teori Metode Ilmiah”Friday, February 02, 2007PEMBAHASANRaimund Adalah Seorang Pemikir yang menguasai banyak bidang; sejrah,kesusatraan, psikologi, polirik dan filsafat. The Logic of Scientific Discoverymenjadikannya terkenal sebagai seorang filusuf. Ia banyak berhubungan dengananggota-angota lingkaran pena dan melontarkan banyak mengkritisi persoalan metodeinduktif yang berdasarkan fakta. Ia mempertanyakan berapa pun jumlah fakta yang dikumpulkan tidak dapat menjamin sebagai sebuah kebenaran umum. Menurut Poper suatu teori dikategorikan ilmiah tidak cukup dengan adanya pembuktian, tetapi iaharus dapat diuji (testable).Jika teori tersebut tidak lolos dari ujian maka teori tersebut tidak benar dan harusdiganti dengan teori yang lebih tepat. Sebaliknya, jika teori tersebut bertahan dalamujian maka kebenarannya ilmiahnya akan semakin kokoh dan terpecayaSesuai dengan pemikiran Popper diatas, sebuah epistemologi penemuan ilmiah yanglogis harus diteliti dengan menggunakan sebuah teori metode ilmiah. Teori metodeilmiah menggunakan hubungan analisis logis murni diantara pernyataan-pernyataanilmiah.Kemudian memilih metode-metode dengan menentukan cara yang tepat dimana pernyataan-pernyataan ilmiah dapat sesuai dengan teori metode ilmiah. Keputusan-keputusan yang kita pilih tadi akan sangat bergantung kepada sejumlah tujuan yangmungkin kita pilih. Keputusan yang kita ambil bertujuan untuk menetapkan hukum-hukum yang tepat yang disebut Poper sebagai “sebuah metode empirik". MenurutPopper, metode empirik ini sangat berkaitan erat dengan kriteria demakrasi. DimanaPopper juga mengajukannya untuk menggunakan sebagai aturan-aturan untuk menetukan ketahanan daya uji pernyataan ilmiah, yang disebut juga sebagaifalsifiabiti.Kenapa Pernyataan-Pernyataan Tentang Methodologi Sangat Di Butuhkan?Apakah aturan-aturan metode ilmiah, dan mengapa kita membutuhkannya?Apakah teori aturan-aturan diatas dapat menjadi sebagai sebuah metodologi?Sebuah cara yang salah satunya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, akandengan leluasa tergantung kepada sikap seseorang terhadap ilmu pengetahuan.Mereka yang condong ke aliran positivisme, akan melihat bahwa ilmu pengetahuanempirik sebagai sebuah sitem pernyataan yang dapat mencukupi ukuran-ukuran logis.
 
Seperti penuh arti atau verifiability, yang akan memberikan sebuah jawaban. Namun jawaban yang berbeda akan dilontarkan oleh mereka yang memandang perbedaankarakteristik dari pernyataan empirik sebagai kelemahan mereka yang harusdirevisi/diperbaiki.Dalam kenyataannya mereka dapat dikritisi dan digantikan dengan sesuatu yang baik lainnya; dan mereka yang menghargainya sebagai tugas mereka untuk menganalisiskemampuan karakterisitik keilmuan untuk dikembangkan. Dan juga untumenganalisis tingkatan karakteristik dimana sebuah pilihan dibentuk. Dalam kasus-kasus krusial yang terjadi antara pertentangan system teori.Poper sangat mengakuti bahwa ada sebuah kebutuhan untuk suatu teori anilisa logis.Untuk sebuah analisa yang tidak memperhatikan bagaimana teori-teori tersebut berubah dan berkembang. Akan tetapi analisa macam ini tidak menerangkan aspek yang menyangkut ilmu pengetahuan empirik yang diakui Popper sebagai seseuatuyang harus mendapatkan hadiah (penghargaan)yang tinggi. Sistem lain seperti ilmumesin klasik akan menjadi ilmiah dalam beberapa tingkatan yang kamu inginkan;namun mereka yang menegakannya secara dogmatis dan menyakininya. Barangkali,itulah bentuk usaha mereka untuk mempertahankan sebuah sistem yang sukses untuk menyerang para penganut kritisime sepanjang tidak dapat dibuktikan dengan penuhkeyakinan. Mengadopsi sebuah kebalikan dari sikap kiritis dalam pandangan Popper adalah sebagai sesuatu yang tepat bagi seorang ilmuwan.Dalam kenyataannya, tidak ada bukti teori yang meyakinkan yang pernahdihasilkan.untuk itu mungkin untuk dikatakan bahwa hasil-hasil percobaan dapatdipercaya. Atau pertentangan-pertentangan yang dinyatakan untuk ada diantara hasil-hasil percobaan dan teori hanya akan muncul dan hilang seiring dengan kemajuan pemahaman kita. (Dalam usaha menyerang Einsteins, kedua argumen tersebut seringdigunakan untuk mnedukung mekanika Newton dan pendapat serupa belimpah-limpah dalam bidang ilmu social.) Proper mengatakan bahwa apabila kamu menuntutsebuah bukti yang sempurna atau penyangkalan yang sempurna pada ilmu pengetahuan empirik, kamu tidak akan pernah mendapatkan manfaat dari percobaantersebut, dan tidak akan pernah dapat belajar bahwa betapa salahnya/keliru kamu.Dengan demikian Propper menggolongkan ilmu pengetahuan empirik menjadistruktur formal dan struktur logis dari statemen-statemennya. Kita tidak akan bisauntuk mengeluarkan bentuk kebalikan dari metapisika yang dihasilkan dari pengangkatan suatu teori ilmiah yang telah usang kedalam sebuah kebenaran yangtidak dapat dipertentangkan lagi.Propper mengusulkan bahwa ilmu pengetahuan empirik harus digolongkan denganmenggunkan sebuah metode yaitu dengan cara kita menghadapkannya dengan sebuahsistem ilmiah. Dengan sistem ilmiah tersebut kita dapat mengetahui dengan sistemapakah kita bekerja dan apakah yang dapat kita lakukan dengan sistem-sistem ilmiahtadi. Itulah beberapa aturan yang hendak ditetapkan oleh Popper yang akanmembimbing para ilmuwan ketika mereka sibuk dalam riset atau penemuan mereka.Maka dengan arti demikian kita dapat mengerti.Pendekatan Naturalistik Terhadap Teori Metode
 
Sebuah sindiran yang kemukakan oleh Popper pada bagian yang lalu sebagai perbedaan yang mendalam antara posisi Popper dan posisi para penganut aliran positivis yang membutuhkan beberapa amplikasi.Para penganut aliran positivis mereka tidak menyukai sebuah gagasan yangdihadapkan yang hanya akan menghasilkan permasalahan yang penuh arti yang berada diluar bidang kajian ilmu pengetahuan empirik yaitu ketika masalah-masalahdihadapkan dengan teori filsafat asli.Dia tidak menyukai sebuh gagasan yang akan menjadi sebuah teori pengetahuan yangasli, teori metodologi dan efistemology (istilah) yang asli. Dia mengharapkan untuk dapat melihat dalam permasalahan nosof dengan hanya “permasalahan biasa atauhanya teka-teki saja.” Sekarang keinginan ini, yang mana dia sendiri tidamengungkapkan sebuah keinginan atau usulan sebagai fakta pernyataan yang dapatmemuaskan. Untuk sesuatu yang lebih mudah daripada mengungkap sebuah permasalahn apakah seperti “yang tidak berarti” atau “kepura-puraan” saja. Yangharus kamu lakukan adalah menentukan sebuah arti sempit kesenangan untuk sebuaharti. Dan kamu akan dibatasi untuk mengatakan pertanyaan yang menyenangkan apasaja yang mana kamu tidak menentukan makna apa saja yang terdapat didalamnyaSelain itu apabila kmau mengakui sesuatu yang penuh arti yang tidak menerimasebagai permasalahan dalam ilmu alam. Mestinya ada ajaran/ dogma, makna/arti yangsekali ditegakkan adalah selalu meninggikan pertarungan mati diatas. Ajaran makatidak akan leluasa untuk diserang. Ia telah menjadi (Dalam Wittgensteins perkataansendiri). Sesuatu yang tidak disangkal dan pasti.Pernyataan kontroversial apakah filosofi ada atau mempunyai hak untuk tetap adaadalah hampir sama lamanya filsafat tersebut. Berkali-kali keseluruhan pergerakanfilsafat baru yang muncul pada akhirnya mengungkap permasalah-permaslahanfilsafat lama sebagai permasalahan semu, yang menghadapi kebohongan dankejahatan filsafat dengan arti yang baik dan ilmu pengetahuan positif. Empiris yang penuh makna.Pada jaman ini selalu melakukan sebuah pertahanan dari“filsafat tradisional” yang berusaha menjelaskan kepada para pemimpin baru serangan posoitivistik. Pokok  permasalahan filsafat ialah analisis kritik terhadap permohonan autoritas pengalaman,dengan tepat pengalaman tersebut dimana setiap penemuan baru positivisme berada,seperti pernah terjadi pengambilan kearaifan untuk pendanaan.Permasalahan diatas bagaimanapun aliran postivisme hanya menjawab dengan sebuahangkatan atau mengangkat bahu. Mereka mengartikan tidak ada sesuatu terhadap diasemenjak mereka tidak memiliki ilmu pengetahuan empiris, yang dengan sendirinya penuh makna. Eksperimen atau percobaan baginya adalah sebuah program bukansebuah masalah (kalau dikaji dengan psikologi empiris).Saya tidak berpikir bahwa aliran positivisme memungkinakan untuk menanggapi ataumenjawab berbagai macam perbedaan terhadap usaha pribadi untuk menganalisis“percobaan” yang saya tafsirkan sebagai sebuah metode ilmu pengetahuan empiris.Untuk hanya dua jenis atau bentuk pernyataan yang ada untuk menghilangkan pengulangan logis dan pernyataan-pernyataan empiris. Jika metodologi yang dipakai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->