Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Khalifah Bani Abbasiyah

Khalifah Bani Abbasiyah

Ratings: (0)|Views: 79 |Likes:
Published by Iwel Nagan

More info:

Published by: Iwel Nagan on Mar 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2013

pdf

text

original

 
Khilafah Bani Abbasiyyah
Bani Abbasiyyah merupakan keturunan dari Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652) yang juga merupakan paman dari Nabi Muhammad, oleh karena itu mereka termasuk ke dalamBani Hasyim. Sedangkan Bani Umayyah yang merupakan salah satu kabilah dalamQuraisy, bukan termasuk yang seketurunan dengan Nabi.Kekuasaan dinasti Bani Abbas, atau khilafah Abbasiyah. sebagaimana disebutkanmelanjutkan kekuasaan dinasti Bani Umayyah. Dinasti Abbasiyah didirikan olehAbdullah al Saffah Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abass. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun (l32-656 H / 750-1258 M).Selama dynasti ini berkuasa pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuaidengan perubahan politik, sosial, dan budaya. Berdasarkan perpola perubahan pemerintahan dan politik itu, para sejarawan biasa masa pemerintahan Bani Abbasmenjadi lima periode.1.Periode Pertama (132-232H / 750- 847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama.2.Periode Kedua (232- 334 H / 847-945 M), disebut masa pengaruh Turki Pertama.3.Periode Ketiga (334- 447 H / 945-l055 M), masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persiakedua.4.Periode Keempat (447-590H / 1055-1194 M), masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah; biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua.5.Periode Kelima (590-656 H / 1194-l258 M), masa khalifah bebas dari pengaruhdinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad.Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbas mencapai masa keemasannya. Secara politis, para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran, masyarakat mencapai tingkat tertinggi.Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan fi lsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun, setelah periode ini berakhir, pemerintahan Bani Abbasmulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang..
Abdullah al Saffah Muhammad al-Abass (750 - 754 M)
Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al Saffah Muhammad ibn Ali ibn Abdullahibn al-Abass. Muhammad bin Ali, cicit dari Abbas menjalankan kampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Parsi padamasa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Pada masa pemerintahan KhalifahMarwan II, pertentangan ini semakin memuncak dan akhirnya pada tahun 750, Abu al-Abbas al-Saffah menang melawan pasukan Bani Umayyah dan kemudian dilantik sebagai
 
khalifah.Masa pemerintahan Abu al-Abbas, pendiri dinasti ini,sangat singkat, yaitu daritahun 750 M sampai 754 M..
Abu Jafar al- Manshur (754-775 M)
Inilah pembina sebenarnya dari daulat Abbasiah. Dia dengan keras menghadapi lawan-lawannya dari Bani Umayyah, Khawarij, dan juga Syi’ah yang merasa dikucilkan darikekusaan. Untuk mengamankan kekuasaannya, tokoh-tokoh besar yang mungkin menjadisaingan baginya satu per satu disingkirkannya. Abdullah bin Ali dan Shalih bin Ali,keduanya adalah pamannya sendiri yang ditunjuk sebagai gubernur oleh khalifahsebelumnya di Syria dan Mesir, karena tidak bersedia membaiatnya, dibunuh oleh AbuMuslim al-Khurasani atas perintah Abu Jafar. Abu Muslim sendiri karena dikhawatirkanakan menjadi pesaing baginya, dihukum mati pada tahun 755 M.Pada mulanya ibu kota negara adalah al-Hasyimiyah, dekat Kufah. Namun, untuk lebihmemantapkan dan menjaga stabilitas regara yang baru berdiri itu, al-Mansyur memindahkan ibu kota negara ke kota yang baru dibangunnya, Bagdad, dekat bekas ibukota Persia, Ctesiphon, tahtn 762 M. Dengan demikian, pusat pemerintahan dinasti BaniAbbas berada di tengah-tengah bangsa Fersia. Di ibu kota yang baru ini al-Manshur melakukan konsolidasi dan Penertiban pemerintahannya.Hal ini kelak menyebabkan terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa- bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahan Bani Abbas, bangsa-bangsa non Arab banyak yang masuk Islam.Bangsa-bangsa itu memberi saham tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuandalam Islam. Pengaruh persia sangat kuat di bidang pemerintahan. Di samping itu, bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu, filsafat, dan sastra. pengaruhIndia terlihat dalam bidang kedokteran, ilmu matematika, dan astronomi. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu,terutama filsafat.Imam-imam mazhab hukum yang empat hidup pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama. Imam Abu Hanifah (700-767 M) dalam pendapat-pendapat hukumnyadipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di Kufah. Pada masa khalifah al-Manshur ini
Imam Abu Hanifah wafat (150 H / 767 M)
. Di saat yang sama,
Imam Syafi’i lahir.
Di kota Madinah, Imam Malik (713-795 M) banyak menggunakan hadis dan tradisimasyarakat Madinah dalam madzabnya. Kelak ke dua mazhab hukum ini ditengahi olehImam Syafi’i (767-820 M) dan Imam Ahmad ibn Hanbal (780-855 M).Di samping empat pendiri mazhab besar tersebut, pada masa pemerintahan Bani Abbas banyak mujtahid mutlak lain yang mengeluarkan pendapatnya secara bebas dan
 
mendirikan mazhabnya pula. Akan tetapi, karena pengikutnya tidak berkembang, pemikiran dan mazhab-madzab itu hilang bersama berlalunya zaman.Mulai muncul pemikiran Mu’tazilah. Tokoh perumusnya, Abu al-Huzail al-Allaf (135-235 H /752-849 M), ada di era ini.Al-Manshur mengangkat sejumlah pejabat di lembaga eksekutif dan yudikatif. Di bidang pemerintahan, dia menciptakan tradisi baru mengangkat Wazir (Perdana Menteri) sebagaikoordinator departemen. Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak, berasalfui Balkh, Persia. Dia juga membentuk lembaga protokol negara, sektretaris negara, dankepolisian negara di samping membenahi bersenjata. Dia menunjuk Muhammad ibn Abdal-Rahman sebagai hakim pada lembaga kehakiman negara.Jawatan pos yang ada sejak masa dinasti Bani Umayyah di tingkatkan perananyatambahan tugas. Kalau dulu hanya sekedar untuk mengantar surat, pada masa al-Manshur, jawatan pos ditugaskan untuk impun seluruh informasi di daerah-daerahsehingga ini strasi kenegaraan dapat berjalan lancar. Para direktur jawatan bertugasmelaporkan tingkah laku gubernur setempat kepada khalifah.Khalifah al-Manshur berusaha menaklukkan kembali daerah yang sebelumnyamembebaskan diri dari pemerintah pusat, memantapkan keamanan di daerah perbatasan.Di antara -usaha tersebut adalah merebut benteng-benteng di Asia, Malatia, wilayahCoppadocia dan Cicil ia pada tahun 756-758. Ke utara bala tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan ati selat Bospoms. Di pihak lain, dia berdamai denganConstantine V dan selama genjatan senjata 758-765 M, ium membayar upeti tahunan.Bala tentaranya juga berdengan pasukan Turki Khazar di Kaukasus, Daylami di lautKaspia,Turkidi bagian lain Oksus dan India.Pada masa al-Mansur pengertian khalifah kembali berubah. Dia berkata, “lnnamd anaSulthan Allah fi ardhlhl (sesungguhnya saya adalah kekuasaan Tuhan di bumi-Nya)”.Dengan demikian, konsep khilafah dalam pandangannya dan berlanjut ke generasisesudahnya merupakan mandat dari Allah, bukan dari manusia, bukan pula sekedar  pelanjut Nabi sebagaimana pada masa al- K hulafi’ al - Rasyadun. Di samping itu, berbeda dari daulat Umayyah, khalifah-khalifah Abbasiyah memakai “gelar tahta”,seperti al-Manshur adalah “gelar tahta” Abu Ja’far.Kalau dasar-dasar pemerintahan daulat Abbasiyah diletakkan dan dibangun oleh Abu al-Abbas dan Abu Ja’far al-Manshur, maka puncak keemasan dari dinasti ini berada padatujuh khalifah sesudahnya, yaitu al-Mahdi (775-785 M), al-Hadi (775-786M), Harun al-Rasyid (786-809 M), al-Ma’mun (813-833 M), al- Mu’tashim (833-842M), al-Wasiq (842-847 M), dan al-Mutawakkil (847-861 M)..
al-Mahdi (775-785 M)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->