Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perahu Pinisi Di Sulawesi Selatan Dan Dinamikanya

Perahu Pinisi Di Sulawesi Selatan Dan Dinamikanya

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 1,175 |Likes:
Published by andiadri
Dr. ANDI ADRI ARIEF : SOSIOLOGI PERIKANAN
Dr. ANDI ADRI ARIEF : SOSIOLOGI PERIKANAN

More info:

Published by: andiadri on Mar 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2013

pdf

text

original

 
TRANSFORMASI PROSES PEMBUATAN, POLA HUBUNGAN KERJA DANDISTRIBUSI PENDAPATAN PADA INDUSTRI PERAHU PINISI DISULAWESI SELATAN(Studi Kasus di Kelurahan Tanalemo Kecamatan Bontobahari KabupatenBulukumba)
Oleh : Andi Adri Arief 
1
 Resa Dian Riandy Nurdin
2)
ABSTRAK 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana transformasi proses pembuatan, pola hubungan kerja serta distribusi pendapatan pada kelompok kerjayang ada pada industri perahu
 pinisi
di Kelurahan Tana Lemo
.
Jenis penelitian studikasus dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasilnya menunjukkan bahwa permintaan pasar yang semakin besar terhadap perahu pinisi menyebabkan terjadinya tansformasi proses pembuatan dengan tujuanagar dapat lebih efektif dan efisien dalam proses pembuatannya. Sementara polahubungan kerja yang terbentuk memunculkan tiga status kedudukan dalam organisasikerja yaitu; jurangan, ponggawa dan sawi. Adapun distribusi pendapatan dalamkelompok kerja berdasarkan kesepakatan bahwa keuntungan bersih diterima oleh juragan setelah dikurangi 10 % dari nilai kontrak untuk upah ponggawa, 20 % darinilai kontrak untuk bonus prestasi kerja, sisa nilai kontrak yang ada dibagi dengan jumlah hari kerja kemudian dibagi dengan jumlah
 sawi
sebagai nilai upah
 sawi
 perhari.
PENDAHULUAN 
Melalui perkembangan dalam jangka waktu panjang sampai sekarang, salahsatu pekerjaan atau mata pencaharian yang dijumpai di dalam masyarakat maritim diIndonesia adalah pekerjaan membuat perahu, baik untuk angkutan maupun untuk  penangkapan ikan. Kondisi ini tentunya tidak terlepas dari kondisi geografis yangsebagian besar (70 %) adalah laut dan memiliki pulau yang sangat banyak sehinggaselain pemanfaatan sumberdaya perikanan, konteks pelayaran pun menduduki posisisentral dalam lalulintas
antar pulau, negara bahkan antar benua (Dahuri, 2002).
1
)
Contact Person : Dr. Andi Adri Arief, S.Pi, M.Si.Dosen Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan,Universitas Hasanuddin. Jl. Perintis Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea, Makassar 90245.
 E-mail : adri_arief@yahoo.com
1
 
Dalam catatan sejarah disebutkan bahwa orang Bugis-Makassar telah terkenalsebagai pelaut yang tangkas dan berani mengarungi lautan. Mereka sudah mengenal pantai Malaysia, Aceh, Borneo, Jambi, Bonts, Nusatenggara, Maluku dan Australiayang dikenali dengan istilah
 pasompe
(Abu Hamid, 2004). Konteks inimemperlihatkan bahwa sebagai suku bangsa pelaut, orang Bugis, Makassar danMandar, telah mampu menciptakan teknologi pelayaran yang sesuai dengan alamlingkungan kelautan. Bahkan beberapa ciptaan perahu layar yang terkenal dan banyak diminati hingga dewasa ini di dunia internasional seperti jenis perahu layar tipe ‘
 pinisi
’ dan ‘
lambo
’karena kekhasannya.Salah satu sentra produksi pembuatan perahu layar jenis
 pinisi
di SulawesiSelatan adalah kelurahan Tanalemoh Kabupaten Bulukumba. Bahkan komersialisasi perahu pinisi melalui pesanan dari luar negeri telah hadir di Bontobahari sejak akhir tahun 1980-an. Dalam perkembangannya pesanan perahu oleh pembeli baik daridalam maupun dari luar negeri semakin meningkat, sehingga Tana Beru dan TanaLemo dengan sendirinya telah menjadi pusat dari pembuatan perahu
 pinisi
diSulawesi Selatan. Data Kopinkra Tanalemo (1999) disebutkan bahwa jumlahinvestasi infrastruktur di Tana Beru dan Tana Lemo diperkirakan mencapai Rp. 647 juta, mencakup peralatan listrik, peralatan pertukangan, bangunan bantilang, dansarana angkutan dalam mendukung besarnya permintaan pesanan perahu pinisi dari berbagai negara.Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanatransformasi proses pembuatan, pola hubungan kerja serta distribusi pendapatan padakelompok kerja yang ada pada industri perahu
 pinisi
di Kelurahan Tana Lemo dalamkonteks kekinian.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2008 sampai Januari 2009di kelurahan Tanalemo Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba. Strategiuntuk mencapai tujuan penelitian menggunakan metode studi kasus (Yin, 1996)dengan
 
 pendekatan kombinasi metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui pilihan model
dominant-less dominant design
dimana pendekatan kualitatif sebagai pendekatan utama (
qualitative dominant 
) dan pendekatan kuantitatif sebagai pendekatan pendukung (
quantitative-less dominant 
)
 
(Creswell, 1994).Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan informan dan quisioner yang diberikankepada responden. Sementara untuk data sekunder diperoleh dari instansi terkait,laporan penelitian, literatur, dan karya ilmiah. Data yang telah diperoleh diolahdengan pendekatan induktif, melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan. Analisis kuantitatif digunakan untuk melihat pendapatan bersih dalam pembuatan satu unit perahu dengan menggunakan rumus pendapatan (Soekartawi,1995), yaitu :
2
 
Pd = TR – TCDimana : Pd = Pendapatan (Rp)TR = Total Revenue (Total Penerimaan) (Rp)TC = Total Cost (Total Biaya) (Rp)
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Kelurahan Tanalemo sebagai Wilayah Penelitian
Kelurahan Tanalemo sebagai lokasi penelitian, wilayah daratnya didominasidataran rendah. Dari garis pantai hingga 2 kilometer ke darat, dataran rendah berisilokasi pembuatan perahu, permukiman, pohon kelapa, dan kebun palawija. Terdapat bukit berbatu yang ditumbuhi pohon jati dan kayu bitti serta perdu, semakin kedaratsemakin berbukit. Kelurahan Tanalemo berjarak kurang lebih 26 km dari ibukotakabupaten Bulukumba, dapat ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 30-45 menit.Luas wilayah kelurahan Tanalemo sekitar 25,14 Km
2
. Secara administrasi;sebelah selatan berbatasan dengan Laut Flores; sebelah timur berbatasan dengan DesaBira; sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Tanaberu; sebelah utara berbatasandengan Desa Ara. Pantai Tanalemo, Tanaberu, dan Sapolohe merupakan daratan yang berbatasan langsung dengan laut Flores dan menjadi kawasan ibukota kecamatanBontobahari.
 
Kelurahan
TanaLemo memiliki jumlah penduduk sebanyak 3.948 jiwayang didominasi pekerjaan secara berturut-turut dibidang pertanian (40%), perikanan(30%), pengrajin (10%) (BPS Bulukumba, 2007).
B.
Transformasi Proses Pembuatan Perahu Pinisi
Pembuatan perahu
 pinisi
memiliki jangka waktu pembuatan yang tidak singkat, untuk perahu pinisi dengan ukuran 70 ton dibutuhkan waktu sekitar 6-8 bulan. Namun yang menjadi menarik bahwa pembuatan perahu
 pinisi
dalam kontekskekinian telah banyak mengalami pergeseran (transisi) atau mengalami trasformasidalam proses pembuatannya, mulai dari pergeseran nilai/kepercayaan dan tranformasikemampuan peralatan (teknologi).Pembuatan perahu pinisi pada masa lalu (sebelum era 1990-an), masalah ritualsangat disakralkan, makna integratif dari kepercayaan mengenai mitos, ritus, fetis,magic dan kultus terhadap kegiatan pembuatan perahu
 pinisi
telah menjadi motivasitersendiri yang tertafsirkan sebagai kekuatan pelengkap bagi keahlian yangdilaksanakan dengan baik dan memberikan “pengaruh psikologis” yang membuatkeyakinan akan keberhasilan dari pekerjaan yang dilakukan atau semacam bimbinganalamiah yang diperoleh dari kepercayaan yang diyakininya (Malinowski, 1922 dalamSmellser, 1987; Sallatang; Arief, 2007; Saenong, 2007) .
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->