4.
Latihan manajemen diri.
Tenangkan diri Anda, tarik nafas dalam-dalam, ingatkan kembali diriAnda terhadap tujuan terbesar Anda. Tampilkan percaya diri dan konsentrasi. Visualisasikanserangan lisan dan pikiran dengan respon yang hangat. Jangan lepas kendali. Antisipasi serangandan praktekkan dengan tidak memberi makanan berupa amarah. Kemarahan lebih cepat meluap jika tidak dihambat. Biarkan amarah orang tersebut, tanpa gangguan untuk sejumlah alasantertentu. Tanyakan apakah ia mempunyai waktu untuk meluapkan semua perasaaannya. Jangan pura-pura paham, jika Anda tidak dapat mengatakannya, Jangan.
5.
Terlibat sebagai pendengar aktif.
Mendengarkan berarti kemampuan untuk mengekspresikan pandangan orang lain. Konentrasi terhadap aoa yang disampaikan orang lain.Hal ini sangat sulit untuk dilakukan ketika Anda juga mencoba untuk menemukan jawaban Anda.Ini bukan pertandingan; maka sediakan waktu untuk mendengar dan respon Anda.
6.
Jangan katakan “ Sebenarnya saya tahu persis perasaan Anda.”
Tapi berupayalah untuk merasakan itu, dan beri saran sebagai contoh atas sesuatu yang pernah Anda temukan dan bekerja untuk Anda. Dan mungkin saja itu juga bekerja untuk mereka.
7.
Hindari penyelaan, tetapi tetapkan batas-batasannya.
Jika salah saorang pembicara masih bertahan dengan itu, dekati ia dan katakana padanya bahwa Anda juga ingin menunjuk perhatiandari orang lain yang ada di ruangan tersebut.
8.
Jangan bertindak melebihi batas apalagi dengan kata-kata emosional.
Ingat, Anda adalahseorang yang professional. Memilki perbedaan dari yang lainnya, menanamkan apa yang terjadi.Kata-kata yang Anda interprestasikan satu cara mungkin berarti lain bagi yang orang lain.Berikan mereka manfaat dari keraguan yang ada.
9.
Gunakan bahasa tubuh secara terbuka.
Duduk atau Berdiri dengan kedua lengan yang rileksdi kedua sisi tubuh Anda. Jangan pindahkan kedua lengan Anda, atau menaruh kedua tanganAnda di pinggul. Lakukan kontak mata jika memungkinkan.
Leave a Comment