Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Urgensi Dan Relevansi Filsafat Hukum Dalam Pembangunan Hukum Di Indonesia

Urgensi Dan Relevansi Filsafat Hukum Dalam Pembangunan Hukum Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 530 |Likes:
urgensi dan relevansi filsafat hukum dalam pembangunan hukum di indonesia, tinjauan ontologis filsafat hukum, pembangunan hukum di indonesia, bahan referensi artikel hukum tentang urgensi filsafat hukum dan pembangunan hukum di indonesia, cik yang, sh, filsafat hukum bersumber pada ide dasar pancasila, hukum sebagai gejala sosial
urgensi dan relevansi filsafat hukum dalam pembangunan hukum di indonesia, tinjauan ontologis filsafat hukum, pembangunan hukum di indonesia, bahan referensi artikel hukum tentang urgensi filsafat hukum dan pembangunan hukum di indonesia, cik yang, sh, filsafat hukum bersumber pada ide dasar pancasila, hukum sebagai gejala sosial

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: heroherlambangbratayudha on Mar 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

 
URGENSI DAN RELEVANSI FILSAFAT HUKUM DALAMPEMBANGUNAN HUKUM DI INDONESIAOleh : Cik Yang, SH
BAB I
 
PENDAHULUAN
 1.
 
Latar Belakang PermasalahanFilsafat hukum dan pembangunan hukum pada dasarnya merupakan dua konsep yang berbeda, namun memiliki titik temu pada objek pembahasannya yaitu tentang hukum.Filsafat hukum sebagai suatu disiplin keilmuan, sementara pembangunan hukummerupakan suatu kebijaksanaan yang bersifat nasional dalam bentuk pembangunan di bidang hukum. Pembangunan di bidang hukum menjadi penting karena bertujuan untuk menghasilkan produk-produk hukum yang dapat mendukung dan mengamankan pembangunan hukum Nasional dan sebagai aktualisasi dari konsep Negara hukumsebagaimana yang ditegaskan dalam Undang-undang dasar 1945.Sebagai suatu disiplin keilmuan, filsafat hukum melakukan usaha pengkajian tentanghukum secara mendasar dengan sistematis dan dengan metode yang rasional. Oleh karenaitu filsafat hukum akan memberikan jawaban terhadap apakah hukum itu, yang padahakikatnya pertanyaan ini tidak bisa dijawab oleh hukum dan ilmu-ilmu lainnya. Atasdasar pendekatan dan pengkajian filsafat hukum inilah maka hukum yang akan dibangunakan tetap berlandaskan nilai ideologi, nilai budaya, nilai historis, nilai sosiologis dan nilai juridis. Di samping itu filsafat hukum bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai dan dasar-dasar hukum sampai pada dasar-dasar filsafatnya.Pembangunan hukum yang dilandaskan pada nilai-nilai tersebut tidak sajamenciptakan dan melahirkan hukum-hukum yang bias menjawab berbagai kebutuhanmasyarakat secara internal, akan tetapi juga akan dapat menjawab dan sekaligus merespon perkembangan kehidupan sejalan dengan dinamika pembangunan bangsa. Pembangunanhukum yang dilandasi oleh nilai dasar atau nilai ideologis, nilai historis, nilai sosiologisdan nilai juridis serta nilai filosofisnya akan memberikan dampak positif bagi masyarakatuntuk dapat menikmati rasa keadilan, kepastian dan manfaat hukum yang pada akhirnyaakan bermuara kepada pembentukan sikap dan kesadaran masyarakat terhadap hukum.Kaitannya dengan pembentukan hukum di Indonesia, setidaknya kita sadar bahwa hukumdi bentuk karena pertimbangan keadilan
(gerechtigkeit)
disamping sebagai kepastianhukum
(rechtssicherheit)
dan kemanfaatan
(zweckmassigkeit).
 2.
 
Permasalahan
 
Adapun permasalahan dari paper dengan judul “ Urgensi dan Relevansi Filsafat
Hukum Dalam Pembangunan Hukum Di Indonesia
“ yang akan diuraikan oleh Penulis
dalam tulisan ini adalah :a.
 
Apa sajakah yang menjadi kajian filsafat hukum ? b.
 
Bagaimanakah pembangunan hukum di Indonesia ?c.
 
Bagaimanakah peranan filsafat hukum dalam pembangunan hukum di Indonesia ?3.
 
Maksud Dan TujuanMaksud dan tujuan dari penulisan paper ini berdasarkan permasalahan- permasalahan yang telah dirumuskan diatas, adalah sebagai berikut :a.
 
Untuk mengetahui apa saja yang menjadi kajian filsafat hukum. b.
 
Untuk mengetahui bagaimana pembangunan hokum di Indonesia.c.
 
Untuk mengetahui peranan filsafat hukum dalam pembangunan hukum di Indonesia.4.
 
Kegunaan PenulisanSemoga dalam penulisan paper ini dapat berguna bagi semua pihak. Denganadanya tulisan ini diharapkan dapat berguna bagi penulis dan dapat berguna untuk menambah khazanah keilmuan terutama di bidang hukum dan semoga keberadaan paper ini dapat memberi masukan bagi semua pihak.5.
 
Metode PenulisanMetode penelitian yang digunakan pada makalah ini adalah metode pendekatan
 yuridis normatif 
yaitu berpedoman pada tinjauan kepustakaan yang dapat dijelaskansebagai berikut : Melalui penelitian
normatif 
melalui study kepustakaan (
libraryresearch
) yaitu bahan-bahan yang diperoleh melalui buku-buku dan tulisan lainnya.6.
 
Sistematika PenulisanDalam memudahkan memahami isi paper ini penulis menyusun makalah inidalam beberapa bab, lebih jelasnya sebagai berikut :BAB I PENDAHULUAN1.
 
Latar Belakang Permasalahan2.
 
Permasalahan3.
 
Maksud Dan Tujuan4.
 
Kegunaan Penulisan5.
 
Metode Penulisan
 
6.
 
Sistematika PenulisanBAB II PEMBAHASAN1.
 
Kajian Filsafat Hukum2.
 
Pembangunan Hukum di Indonesia3.
 
Peranan Filsafat Hukum salam Pembangunan Hukum di Indonesia.BAB III PENUTUP1.
 
Kesimpulan2.
 
SaranDAFTAR PUSTAKA
BAB II
 
PEMBAHASAN
 1.
 
Kajian Filsafat HukumAda pendapat yang mengatakan bahwa karena filsafat hukum merupakan bagiankhusus dari filsafat pada umumnya, maka berarti filsafat hukum hanya mempelajari hukumsecara khusus. Sehingga, hal-hal non hukum menjadi tidak relevan dalam pengkajianfilsafat hukum. Penarikan kesimpulan seperti ini sebetulnya tidak begitu tepat. Filsafathukum sebagai suatu filsafat yang khusus mempelajari hukum hanyalah suatu pembatasanakademik dan intelektual saja dalam usaha studi dan bukan menunjukkan hakekat darifilsafat hukum itu sendiri. Sebagai filsafat, filsafat hukum tunduk pada sifat-sifat, cara-caradan tujuan-tujuan dari filsafat pada umumnya. Di samping itu, hukum sebagai obyek darifilsafat hukum akan mempengaruhi filsafat hukum. Dengan demikian secara timbal balik antara filsafat hukum dan filsafat saling berhubungan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa filsafat hukum adalah cabang filsafat, yaitu filsafat tingkah laku atau etika, yangmempelajari hakikat hukum. Dengan perkataan lain, filsafat hukum adalah ilmu yangmempelajari hukum secara filosofis. Jadi objek filsafat hukum adalah hukum, dan obyek tersebut dikaji secara mendalam sampai kepada inti atau dasarnya, yang disebut hakikat.Pertanyaan tentang apa hakikat hukum itu sekaligus merupakan pertanyaan filsafathukum juga. Pertanyaan tersebut mungkin saja dapat dijawab oleh ilmu hukum, tetapi jawaban yang diberikan ternyata serba tidak memuaskan. Hal tersebut tidak lain karenailmu hukum hanya memberikan jawaban yang sepihak. Ilmu hukum hanya melihat gejala-gejala hukum sebagaimana dapat diamati oleh pancaindra manusia mengenai perbuatan- perbuatan manusia dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat. Sementara itu pertimbangan nilaidi balik gejala-gejala hukum, luput dari pengamatan ilmu hukum. Norma atau kaidah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->