Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGARUH KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT MELAKUKAN NEGOSIASI DI KELAS XI PEMASARAN SMKN 1 MAGETAN088

PENGARUH KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT MELAKUKAN NEGOSIASI DI KELAS XI PEMASARAN SMKN 1 MAGETAN088

Ratings: (0)|Views: 198 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : MOHAMMAD RIFKI ADITIA, HARTI ,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : MOHAMMAD RIFKI ADITIA, HARTI ,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Mar 20, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

 
PENGARUH KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERHADAPPRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT MELAKUKANNEGOSIASI DI KELAS XI PEMASARAN SMKN 1 MAGETAN
Moh. Rifki AditiaFakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang Surabaya
ABSTRAK 
Prestasi belajar merupakan suatu masalah yang selalu menjadi topik utama dalam bidang pendidikan. Asumsi tersebut berkembang dengan pertimbangan bahwa prestasi belajar merupakanindikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa. Prestasi belajar merupakan suatu penilaian dari hasil pendidikan, umumnya dirumuskan pada suatu evaluasi atau biasanya yang disebut sebagai rapor. Maksud penilaian hasil-hasil pendidikan itu ialah untuk mengetahui sejauh manakah kemajuan kemampuan individu siswa tersebut. Dan penelitian inimemiliki tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kemampuan komunikasi siswa terhadap prestasi belajar mata diklat melakukan negosiasi di kelas XI Pemasaran SMK Negeri 1 Magetan.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh kemampuan komunikasi siswa terhadap prestasi belajar. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang digunakan yaitu variabel bebas dan vaiabel terikat. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode pengumpulan datasebagai berikut: observasi, dokumentasi, angket.Dari hasil analisis regresi linier sederhana diperoleh nilai Uji t regresi sederhana lebih besar dari t tabel
 
, maka kemampuan komunikasi efektif berpengaruh signfikan terhadap prestasi belajar mata diklat melakukan negosiasi.Kata Kunci : kemampuan komunikasi, prestasi belajar 
 ABSTRACT 
Scholastic achievement is a problem that has always been an important topic in the field of education. The assumptions have been developed on the basis of learning outcomes is anindicator of the quality and quantity of knowledge that has been dominated by students. Scholasticachievement is an assessment of educational outcomes, are generally formulated an evaluation or commonly known as a report card. The purpose of education evaluation of the results is todetermine the degree to which the progress of the capacity of each student. And this study aims todetermine whether the influence of communication skills training to learn from the achievementsof the class XI negotiated SMK Negeri a Magetan marketing.This study includes a quantitative descriptive study. The research was conducted todetermine the magnitude of the effect of communication skills learning outcomes. In this studythere are two variables used the independent variable and tied vaiabel. In this study, researchersconducted a study using data collection methods include: observation, documentation,questionnaires. From the results of the simple linear regression analysis of t test values obtained by a simple regression, is greater than t tables, then the effective communication abilities significantlyexposed impact on learning achievement eye negotiate training. Keywords: communication skills, school performance.
PENDAHULUAN
Setiap warga negara berhak 
1
 
mendapat pendidikan layasebagaimana tercantum dalamUndang-Undang Dasar 1945, dandiatur melalui Peraturan Pemerintah,sedangkan pelaksanaan program pendidikan dilakukan dalam suatusistem yang disebut Sistem Pendidikan Nasional.Dalam rangka peningkatansumber daya manusia, pendidikanmerupakan suatu upaya yang tepat danefektif, maka kualitas pendidikan terusdiupayakan, misalnya perbaikan saranadan prasarana pendidikan, pembaharuan kurikulum, pelatihanguru dan sebagainya agar siswamemperoleh prestasi belajar yang baik.Prestasi belajar merupakan suatumasalah yang selalu menjadi topiutama dalam bidang pendidikan.Asumsi tersebut berkembang dengan pertimbangan bahwa prestasi belajar merupakan indikator kualitas dankuantitas pengetahuan yang telahdikuasai oleh siswa. Prestasi belajar merupakan suatu penilaian dari hasil pendidikan, umumnya dirumuskan pada suatu evaluasi atau biasanya yangdisebut sebagai rapor. Maksud penilaian hasil-hasil pendidikan ituialah untuk mengetahui sejauhmanakah kemajuan kemampuanindividu siswa tersebut.Berbagai penilaian dalam proses belajar tersebut diberikan melalui kuis,tugas, Ulangan harian, UTS, dan UASdari materi diklat yang diberikan, hasilsiswa tersebut dinamakan indeks prestasi. Indeks prestasi merupakanrumusan terakhir yang diberikan olehguru mengenai kemajuan atau hasil belajar. Dengan belajar setiap individuakan memperoleh pemahaman ilmu pengetahuan, yang diharapkan dapatmembentuk kecakapan, keterampilan,sifat, pengertian, harga diri, minat,watak dan penyesuaian diri bagi setiapindividu tersebut. Secara tidalangsung prestasi yang dicapai dapatmenjadi prediksi bagi keberhasilanindividu dimasa depan sehinggaterbentuklah sumber daya manusiayang berkualitas. Hasil dari tindakanmengadakan penilaian itu laludinyatakan dalam suatu pendekatanyang perumusannya bermacam-macam.Hasil belajar yang optimal banyak dipengaruhi oleh berbagaikomponen belajar mengajar, menurutMuhibbin (2003:43) faktor yangmempengaruhi prestasi belajar siswaadalah faktor internal dan faktoeksternal. Faktor internal yaitu aspek fisiologi (yang bersifat jasmaniah) danaspek psikologi (yang bersifatrohaniah), sedangkan faktor eksternaladalah lingkungan dan pertemanan.Hal ini dapat menentukan tinggirendahnya prestasi belajar seorangsiswa.Diantara faktor-faktor yangmempengaruhi hasil belajar siswa,kemampuan berkomunikasi siswamempunyai peranan penting bagimereka. Prestasi belajar akademik dapat dioptimalkan jika dibangundengan komunikasi yang baik.komunikasi yang baik diperlukankemampuan komunikasi sepertimenulis, membaca, berbicara,mendengarkan, dan berpiki(kemampuan bernalar), karena dalamkehidupannya, manusia selalumelakukan kegiatan komunikasisebagai bukti kesadaran akankeberadaannya, yaitu mengadakan aksidan ber-reaksi atas stimuli yang datang padanya. Pratikto (1982:11)mengatakan selagi ia masih hidup,manusia selalu melakukan berbagaikebutuhannya, dalam hal ini kegiatankomunikasi adalah yang paling banyak dilakukan.Kemampuan komunikasi turut berperan dalam menentukan siswa
2
 
untuk membuatnya menjadi tahu danmendapatkan pengetahuan sebagaisumber ilmu baik di lingkungansekolah maupun lingkungan luar sekolah mereka. Dengan berkomunikasi siswa mendapatkanhubungan timbal balik dari interaksiyang dilakukan dengan individu lain.Salah satu masalah kemampuankomunikasi siswa SMK(SekolahMenengah Kejuruan) dalam kehidupansehari-harinya adalah perbedaan penggunaan bahasa dalamlingkungannya, serta belum adanyasikap membiasakan pada diri siswauntuk menggunakan bahasa yangefektif sehingga mendukungkemampuan berkomunikasinya.Bahasa dianggap sebagai alat yang paling sempurna dan mampumembawakan pikiran dan perasaan baik mengenai hal-hal yang bersifatkonkrit maupun yang bersifat abstrak (Effendi, 1985:5). Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi, manusia dituntut untumempunyai kemampuan berbahasayang baik. Seseorang yang mempunyaikemampuan berbahasa yang memadaiakan lebih mudah menyerap danmenyampaikan informasi baik secaralisan maupun tulisan.Kemampuan berkomunikasisiswa dalam kegiatan sehari-hari dilingkungan sekolah rendah karenasebagian besar siswa kurang antusiasketika sedang berkomunikasi denganindividu lain. Siswa lebih bersifat pasif, enggan, takut atau malumengemukakan pendapatnya. Tidak  jarang siswa merasa kurang mampudalam berkomunikasi sebab melakukankomunikasi dianggap sulit, danmenakutkan. Hal ini menyebabkansiswa menjadi takut atau phobiaterhadap komunikasi secara langsung.Ketakutan yang muncul dari dalam dirisiswa tidak hanya di sebabkan olehsiswa itu sendiri. Tetapi juga di dukungoleh ketidak mampuan gurumenciptakan situasi kondusif untuk dapat menciptakan keharmonisandalam suasana tersebut.Dalam mengembangkankomunikasi, siswa bisa sukses dalam pekerjaan, pendidikan, usaha dandalam hubungan sosial sangattergantung pada bagaimana siswamengelola konflik yang bisa munculsebagai akibat langsung dari buruknyakomunikasi. Maka termasuketerampilan komunikasi adalahkemampuan mengelola masalahdengan negosiasi. Negosiasi adalahkemampuan membangunkesepakatan dan saling percaya denganmenempatkan semua pihak padakedudukan sederajat. Masalah dalamkomunikasi bisa saja terjadi dalamkehidupan sehari-hari siswa karena pengaruh dari orang lain yangmempersepsi buruk pemikiran dantindakan siswa (Devi, 2008:67).Kemampuan siswamengkomunikasikan pesan kepadaorang lain dapat meminimalisimasalah tersebut, bahkan bisa dirubahatau berubah menjadi simpatik.Kemampuan berkomunikasimerupakan faktor penting dari sebuahkegiatan negosiasi, salah satu matadiklat yang diberikan di kelas XI jurusan pemasaran sebagai mata diklatkejuruan yang menuntut para siswauntuk memiliki kemampuankomunikasi adalah melakukannegosiasi. Hal ini dikarenakan padamata diklat melakukan negosiasi salahsatu kompetensi dasar yang harusdicapai oleh siswa adalah melakukan proses tawar-menawar dengan calon pelanggan.Kemampuan komunikasi sangatdiperlukan untuk mata diklat kejuruanterutama mata diklat negosiasi, yangdalam kegiatan negosiasi juga terdapat
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->