Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kinetika saponifikasi

kinetika saponifikasi

Ratings: (0)|Views: 529 |Likes:
Published by ariffaahh
kinetika saponifikasi etil asetat
kinetika saponifikasi etil asetat

More info:

Published by: ariffaahh on Mar 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2013

pdf

text

original

 
KINETIKA SAPONIFIKASI ETILASETAT
A.
 
Tujuan PercobaanMenentukan Orde reaksi, konstanta laju reaksi dan faktor pre-eksonansial darireaksi saponifikasi ester dengan metode konduktometri.B.
 
PendahuluanSabun merupakan garam logam alkali dengan rantai asam monocarboxilicyang panjang. Larutan alkali yang digunakan dalam pembuatan sabun bergantung pada jenis sabun tersebut. Larutan alkali yang biasa digunakan pada sabun kerasadalahC.
 
Dasar Teori1. kinetika KimiaKinetika kimia merupakan bagian dari ilmu Kimia Fisika yang mempelajari tentangkecepatan reaksi-reaksi kimia dan mekanisme reaksi-reaksi yang bersangkutan. Tidak semuareaksi kimia dapat dipelajari secara kinetik. Reaksi-reaksi yang berjalan sangat cepat sepertireaksi-reaksi ion atau pembakaran dan reaksi-reaksi yang sangat lambat seperti pengkaratan,tidak dapat dipelajari secara kinetik. Diantara kedua jenis ini, banyak reaksi-reaksi yangkecepatannya dapat diukur.Ditinjau dari fase zat yang bereaksi, dikenal dua macam reaksi, yaitu :1.
 
Reaksi homogen, yaitu reaksi dimana tidak terjadi perubahan fase.2.
 
Reaksi heterogen, yaitu reaksi dimana terjadi perubahan fase.Kecepatan reaksi adalah kecepatan perubahan konsentrasi terhadap waktu, jadi tanda negatif menunjukkan bahwa konsentrasi berkurang bila waktu bertambah. (sukarjo. 1997 : 323-324)Kinetika kimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari laju danmekanisme reaksi kimia. Besi lebih cepat berkarat dalam udara lembabdaripadadalam udara kering, makanan lebih cepat membusuk bila tidak didinginkan,kulit bule lebih cepat menjadi gelap dalam musim panas daripada dalam musim dingin.Inimerupakan tiga contoh yang lazim dari perubahan kimia yangkompleksdengan laju yang beraneka menurut kondisi reaksi .(www.chem-is-try.org/10/11/2011).
 
2
. Laju ReaksiBidang kimia yang mengkaji kecepatan , atau laju terjadinya reaksi kimia dinamakankinetika kimia ( chemical kinetics ). Energi kinetik adalah energi yang tersedia karenagerakan suatu benda. Laju reaksi yaitu perubahan konsentrasi reaktan atau produk terhadapwaktu (M/s) (Chang, 2004; 30).
 
Setiap reaksi dapat dinyatakan dengan persamaan umum :Reaktan produk Persamaan ini, memberitahukan bahwa ,selama berlangsungnya suatu reaksi, molekul reaktan bereaksi sedangkan molekul produk terbentuk. Sehingga dapat diamati jalanya reaksi dengancara memamntau menurunnya konsentrasi reaktan atau meninggkatnya konsentrasi produk .A BMenurunnya jumlah molekul A dan meningkatnya molekul B seiring dengan waktu. Secaraumum, akan lebih mudah apabila menyatakan laju dalam perubahan konsentrasi terhadapwaktu. Jadi , untuk reaksi diatas dapat dinyatakan laju sebagaiLaju = -
 

atau laju =

 
Dengan ∆[A] dan ∆[B] adalah perubahan konsentrasi ( dalam molalitas ) selama waktu ∆t.Karena konsentrasi A menurun selama selang waktu , ∆[A] merupakan kuantitas negatif.
Laju reaksi adalah kuantitas positif, sehingga tanda minus diperlukan dalam rumus laju agar lajunya positif. Sebaliknya ,pada laju pembentukan produk tidak memerlukan tanda minus
sebab ∆[B] adalah kuantitas positif (konsentrasi B meningkat seiring waktu) (Chang, 2004;
30).Untuk menentukan laju dari reaksi kimia yang diberikan, harus ditentukan seberapacepat perubahan konsentrasi yang terjadi pada reaktan atau produknya. Secara umum,
apabila terjadi reaksi A → B, maka mula
-mula zat yang A dan zat B sama sekali belum ada.Setelah beberapa waktu, konsentrasi B akan meningkat sementara konsentrasi zat A akanmenurun (Partana, 2003 :47).
Hukum Laju ,
dalam membahas reaksi kesetimbangan kimia telah ditekankan bahwareaksi ke kanan maupun ke kiri dapat terjadi begitu produk terbentuk, produk ini dapat bereaksi kembali menghasilkan reaktan semula.
 
Laju bersih ialah:
 Laju bersih = laju ke kanan
 – 
laju ke kiri
Dapat dikatakan, pengukuran konsentrasi memberikan laju bersih, bukannya sekedar laju kekanan. Bagaimanapun, sesaat sebelum reaksi yang dimulai dari reaktan murni, konsentrasireaktan jauh lebih tinggi dibandingkan produknya sehingga laju ke kiri dapat diabaikan.Selain itu, banyak reaksi berlangsung sempurna (K>>1) sehingga laju yang terukur hanyalahreaksi ke kanan atau eksperimen dapat diatur agar produknya dapat dialihkan jika terbentuk.Dalam subbab ini, persamaan diberikan pada laju ke kanan saja(www.chem-is-try.org/10/11/2011).
 
Hukum laju dapat ditentukan pula dengan melakukan serangkain eksperimen secara
sistematik pada reaksi A + B → C, untuk menentukan orde reaksi terhadap A maka
konsentrasi A dibuat tetap sementara konsentrasi B divariasi kemudian ditentukan lajureaksinya pada variasi konsentrasi tersebut. Sedangkan untuk menentukan orde reaksi B,maka konsentrasi B dibuat tetap sementara itu konsentrasi A divariasi kemudian diukur lajureaksinya pada variasi konsentrasi tersebut (Partana, 2003 :49).
 
3
. Orde ReaksiOrde dari suatu reaksi menggambarkan bentuk matematika dimana hasil perubahandapat ditunjukkan. Orde reaksi hanya dapat dihitung secara eksperimen dan hanya dapatdiramalkan jika suatu mekanisme reaksi diketahui seluruh orde reaksi yang dapat ditentukansebagai jumlah dari eksponen untuk masing-masing reaktan, sedangkan hanya eksponenuntuk masing-masing reaktan dikenal sebagai orde reaksi untuk komponen itu. Orde reaksiadalah jumlah pangkat faktor konsentrasi dalam hukum laju bentuk diferensial. Padaumumnya orde reaksi terhadap suatu zat tertentu tidak sama dengan koefisien dalam persamaan stoikiometri reaksi (Hiskia, 2003).Orde suatu reaksi ialah jumlah semua eksponen (dari) konsentrasi dalam persamaanlaju. Jika laju suatu reaksi berbanding luus dengan pangkat suatu konsentrasi dari hanya satu pereaksiLaju = k[A] ( keenan, 1989; ).Ada beberapa macam orde reaksi :a.
 
Reaksi orde nolReaksi dinyatakan berorde nol terhadap salah satu pereaksinya apabila perubahankonsentrasi pereaksi tersebut tidak mempengaruhi laju reaksi. Artinya asalkan terdapat jumlah tertentu, perubahan konsentrasi pereaksi itu tidak mempengaruhi laju reaksi. Biladinyatakan dalam laju reaksi :V = -

= k [A]
o
 Integrasinya diperoleh = [A] = -kt + [Ao]Dengan membuat plot [A] terhadap t akan diperoleh garis-garis lurus dengan slope(kemiringan) = -k. Reaksi orde nol dapat digambarkan dengan grafik sebagai berikut :Pemetaan garis lurus reaksi orde nol
hasil reaksi.[A] berkurang dari maksimum [A]o pada waktu t=0 menjadi [A] = 0 pada waktu t = [A]o/k .tetapan laju = k ,kemiringan kurva (petrucci,1987; ). b.
 
Reaksi orde pertama

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->