Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ushul fiqh bagian 11 - zariahi - agustianto

ushul fiqh bagian 11 - zariahi - agustianto

Ratings:

5.0

(3)
|Views: 1,599|Likes:
Published by Edy Ramdan

More info:

Published by: Edy Ramdan on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2013

pdf

text

original

agustianto.niriah.com
Penerapan Dzari\u2019ah dalam Ekonomi Islam
A. Pengertian Dzariah
Secara etimologi, dzari\u2019ah berarti jalan yang menuju kepada sesuatu. Secara umum
dzari\u2019ah mengandung dua pengertian, yaitu saad al-dzari\u2019ah (sesuatu yang dilarang) danfath
dzariah (sesuatu yang dituntut dilaksanakan).
B. Saad Dzari\u2019ah

Menurut imam Asy Syatibi adalah melaksanakan sesuatu pekerjaan yang semula mengandung kemaslahatan menuju pada suatu kerusakan (kemafsadatan). Contohnya seseorang yang telah dikenai kewajiban zakat, namun belum haul (genap setahun) ia menghibahkan hartanya kepada anaknya sehingga dia terhindar dari kewajiban zakat.

a. Jenis Saad Dzari\u2019ah
1) Dzari\u2019ah dari segi kemafsadatan
Menurut Imam Asy Syatibi, terbagi atas 4 jenis, yaitu:

a) Perbuatan yang dilakukan tersebut membawa kemafsadatan yang pasti. Misalnya menggali sumur di depan rumah orang lainpada waktu malam dan menyebabkan pemilik rumah tersebut jatuh ke dalam sumur tersebut. Maka ia dikenai hukuman karena melakukan perbuatan dengan sengaja.

b) Perbuatan yang boleh dilakukan karena jarang mengandung kemafsadatan.
Misalnya menjual makanan yang tidak mengandung kemafsadatan
c) Perbuatan yang dilakukan kemungkinan besar akan membawa kemafsadatan.
Misalnya menjual senjata kepada musuh.
d)Perbuatan yang pada dasarnya boleh dilakukan karena mengandung kemaslahatan,
tetapi memungkinkan terjadinya kemafsadatan. Seperti bay\u2019 al ajal yaitu jual beli
dengan harga lebih tinggi dari harga asal karena tidak kontan.
2) Dzariah dari segi kemafsadatan yang ditimbulkan
Menurut Ibnu Qayyim Aj-Jauziyah, pembagiannya ada 2 jenis, yaitu:
a) Perbuatan yang membawa kepada suatu kemafsadatan, seperti meminum minuman
keras yang mengakibatkan mabuk, sedangkan mabuk adalah perbuatan mafsadat
b) Suatu perbuatan yang pada dasarnya diperbolehkan atau dianjurkan tetapi dijadikan
sebagai jalan untuk melakukan suatu perbuatan haram, baik disengaja ataupun
1
agustianto.niriah.com
tidak. Seperti seorang lelaki menikahi wanita yang ditalak tiga dengan tujuan agar
wanita itu bias kembali pada suaminya yang pertama (nikah at-tahlil)
b. Kehujjahan Saad Dzari\u2019ah

Ulama Malikiyyah dan ulamaHanabilah menyatakan bahwa saad dzari\u2019ah dapat diterima sebagai salah satu dalil dalam menetapkan hukumsyara\u2019, dengan alasan hal tersebut berdasarkan pada:

1) Surat Al-An\u2019am 6:108
\u201cdan jangan kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena nanti
mereka akan memaki Allah dengan tanpa batas tanpa pengetahuan\u201d
2) Sabda Rasulullah SAW
\u201csesungguhnya sebesar-besar dosa besar adalah seseorang melaknat keduaorang tuanya.

Lalu Rasulullah ditanya orang \u2018wahai Rasulullah, bagaimana mungkin seseorang melaknat kedua ibu bapaknya?\u2019 Rasulullah menjawab, \u2018seseorang mencaci maki ayah orang lain, maka ayahnya juga akan dicacimaki orang itu, dan seseorang mencaci maki ibu orang lain, maka ibunya juga akan dicacimaki orang itu,\u201d (H.R. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)

Hadis ini menunjukkan bahwa saad dzari\u2019ah termasuk salah satu alas an untuk menetapkan hukumsyara\u2019, karena sabda Rasulullah tersebut masih bersifat dugaan, namun atas dasar dugaan itu, Rasulullah melarangnya.

Ulama Hanafiyah, Syafi\u2019iyyah, dan Syi\u2019ah dapat menerima saad dzari\u2019ah sebagai dalil dalam masalah-masalah tertentu dan menolaknya pada kasus-kasus lain. Imam Syafi\u2019I memperbolehkan seorang yang uzur, sakit, musafir untuk meninggalkan shalat jum\u2019at dan menggantinya dengan shalatdzuhur. Orang yang uzur tidak puasa diperbolehkan, tetapi jangan makan didepan orang lain yang tidak megerti uzurnya,karena akan menimbulkan fitnah.

Ulama Hanafiah menggunakan saad dzari\u2019ah dalam berbagai kasus hukum. Misalnya mengatakan bahwa orang yang melaksanakan puasa yaum al syakk (akhir bulansya\u2019ban yang diragukan apakah telah masuk bulan ramadhan atau belum) sebaiknya dilakukan secara diam- diam, apalagi bila ia seorang mufti.

A. Fath Dzariah

Ibn Qayyim al-Jauzilah dan Imam al-Qafari mengatakan bahwa fath dzari\u2019ah adalah suatu perbuatan yang dapat membawa kepada sesuatu yang dianjurkan, bahkan diwajibkan. Misalnya shalat jum\u2019at itu hukumnya wajib, maka usahakanlah sampai ke mesjid dan meninggalkan aktifitas yang juga diwajibkan.

2
agustianto.niriah.com
Tapi menurut Wahbah al-Zuhaili, hal tersebut tidak termasukdzari\u2019ah, tetapi
muqaddimah (pendahuluan) dari suatu pekerjaan. Jika hendak melakukan suatu perbuatan yang
hukumnya wajib, maka berbagai upaya dalam rangka melaksanakan kewajiban tersebut
hukumnya wajib. Begitu pula dengan sesuatu yang haram.

Terhadap hokum muqaddimah tersebut para ulama sepakat menerimanya, tetapi tidak sepakat untuk hal tersebut dikategorikandzari\u2019ah. Ulama malikiyyah dan Hanabilah memasukkannya sebagai fath dzari\u2019ah. Ulama hanafiyyah dan Syafi\u2019iyyah serta sebagian Malikiyyah menyebutnya sebagi hukummuqaddimah, bukan termasuk dzari\u2019ah. Namun mereka sepakat untuk menjadikannya sebagaihu jjah dalam menetapkan hukum.

10.6 \u2018Urf
A. Pengertian \u2018urf

Secara etimologi,urf berarti baik, kebiasaan dan sesuatu yang dikenal. Adat dan\u2018Urf adalah dua kata yang sinonim (mutaradif) Namun bila digali asal katanya, keduanya berbeda. \u2018adat berasal dari kata\u2018ada-ya\u2019udu artinya perulangan (berulang-ulang), \u2018urf berasal dari\u2018arafa \u2013 ya\u2019rifu, sering diartikan dengan \u201csesuatu yang dikenal\u201d (dan diakui orang banyak)

Tidak ada perbedaan yang prinsip antara adat dan\u2018urf, karena pengertian keduanya sama, yaitu perbuatan yang telah berulang-ulang dilakukan sehingga menjadi dikenal dan diakui orang banyak. Jadi meskipun asal kata keduanya berbeda,namun perbedaannya tidak berarti.(Amir Syarifuddin,II, hlm.364). Oleh karena kedua kata itu sama, maka 5 kaedah utama menggunakan kata \u2018adat, bukan \u2018urf

\u2018Urf adalah suatu keadaan, ucapan, perbuatan, atau ketentuan yang sudah dikenal
manusia dan telah menjadi tradisi dalam masyarakat. Di kalangan masyarakat sering disebut
sebagai adat.
B. Perbedaan adat dengan \u2018urf
Namun ada yang membedakan makna keduanya. Adat memiliki cakupan makna yang
lebih luas. Adat dilakukan secara berulang-ulang tanpa melihat apakah adat itu baik atau buruk

Adat mencakup kebiasaan pribadi, seperti kebiasaan seorang dalam tidur jam sekian, makan dan mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Adat juga muncul dari sebab alami, seperti cepatnya anak menjadi baligh di daerah tropis, cepatnya tanaman berbuah di daerah tropis. Adat juga bisa muncul dari hawa nafsu dan kerusakan akhlak, seperti suap, pungli dan korupsi. \u201cKorupsi telah membudaya, terjadi berulang-ulang dan dimana-mana\u201d.

Sedangkan \u2018urf tidak terjadi pada individu. \u2018Urf merupakan kebiasaan orang banyak
\ufede\ufecc\ufed3 \u0648\u0623 \u0644\ufeee\ufed7 \ufef2\ufed3 \u0645\ufeee\ufed7 \u0631\ufeee\ufeec\ufee4\ufe9f \u0629\u062f\ufe8e\ufecb
Kebiasaan mayoritas suatu kaum dalam perkataan atau perbuatan. A.Aziz Khayyath, Nazhayyah
al-\u2019Urf, Amman, Maktabah Al-Aqsha, hlm 24
Mustafa Ahmad Zarqa (Yordania), \u2018urf bagian dari \u2018adat, karena adat lebih umum dari
\u2018urf. Suatu \u2018urf harus berlaku pada kebanyakan orang di daerah tertentu bukan pada pribadi atau
3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->