Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
69Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ushul fiqh bagian 01 - agustianto

ushul fiqh bagian 01 - agustianto

Ratings:

4.56

(9)
|Views: 6,235 |Likes:
Published by Edy Ramdan

More info:

Published by: Edy Ramdan on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2013

pdf

text

original

 
 agustianto.niriah.com
PENGANTAR USHUL FIQH(Untuk Pertemuan Pertama)1. Pendahuluan
Ilmu ushul fiqh memiliki kedudukan yang sangat penting dalam memahami kandungan Al-quran dan hadits. Orang yang ingin memahami dalil-dalil syariáh (Al-quran & Sunnah) danmenetapkan hukum suatu kasus, mestilah mengetahui secara baik qaidah-qaidah ushul fiqh.Imam Asy-Syatibi (w.790 H), mengatakan, mempelajari ilmu ushul fiqh merupakan sesuatu yang
dharuri
(sangat penting dan mutlak diperlukan), karena melalui ilmu inilah dapat diketahuikandungan dan maksud setiap dalil syara’ (Al-quran dan hadits) sekaligus bagaimanamenerapkannya. Gambar di bawah ini menjelaskan posisi ushul fiqh dalam kerangka hukumIslam (Islamic Legal Framework).
ISLAMIC LEGAL FRAMEWORK
 AL-QURAN DAN SUNNAH
FIQH/Hukum IslamUSHUL FIQH
(Metodologi Merumuskan Hukumdari sumbernya)Metodologi Istimbath)
Source of Bilieve,Law & Values(Aqidah, Syariah, Aklhlak)
1. ArabicGrammarandLexicon,2. MaqashidSyariahHistory ofLegalDevelopment(Tarikh tasyri’)
Qawaid Fiqh
 Gambar 1.1 Islamic Legal Framework
Gamba
r Islamic legal framework
ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan Sunnah merupakansumber kepercayaan, sumber hukum dan sumber nilai-nilai Islam yang meliputi
aqidah
, syariahdan akhlak. Teks-teks Alquran dan hadits tersebut harus dipahami dan digali kandungannyadengan menggunakan disiplin ilmu khusus, yakni ilmu ushul fiqh. Tanpa ilmu ushul fiqh,kandungan hukum dan dictum-diktum hukum Alquran dan hadits tidak akan bisa diformulasikan.Artinya, tanpa ilmu ushul fiqh, maka ayat-ayat Al-quran dan teks-teks hadits tidak akan bisa digaliuntuk melahirkan fiqh (hukum Islam).Dengan demikian,
ushul fiqih
merupakan metodologi perumusan hukum Islam (
istimbath
)dari sumbernya. Hasil istimbath tersebut menghasilkan hukum Islam (
fiqih
), yang kemudian fiqhtersebut dipergunakan oleh umat Islam sebagai norma dan aturan dalam kehidupan sehari-hari
1
 
 agustianto.niriah.com
secara terapan. Dalam pengembangan fiqh terapan, dapat pula digunakan qaidah-qaidah fiqhsebagai petunjuk dan prinsip yang harus diikuti. Jika ushul fiqh opbyeknya adalah dalil-dalilsyariah, maka qaidah fiqh obyeknya adalah perbuatan / tingkah laku manusia yang terkait denganhukum.Dalam memahami syariah Islam, para ulama ushul fiqh umumnya menggunakan dua bentukpendekatan :1. Melalui Qaidah-qaidah Kebahasaan (Arabic Grammar and Lexicon)2. Melalui pendekatan
maqoshid syariáh
 
Pendekatan melalui qaidah-qaidah kebahasaan adalah untuk mengetahui dalil-dalil yang
‘am
 (umum) dan
khash
(khusus) ,
muthlaq - muqayyad, nasikh-mansukh, amr 
(bentuk perintah),
nahy
(bentuk larangan), dsb.
 
Pendekatan maqashid al-syariáh, adalah penetapan hukum syariah berdasarkan maksud dantujuan syariah, yakni berdasarkan pertimbangan kemaslahatan. Jadi, penekanannya terletakpada upaya menyingkap dan menjelaskan hukum dari satu kasus yang dihadapi melaluipertimbangan maslahah.
Maqashid Syariah
diterapkan baik terhadap kasus yang ada nashnya dalam Al-quran danhadits, maupun terhadap kasus yang belum ada nashnya. Penerapan
maqashid syariah
padakasus yang ada dalilnya dalam Al-quran terlihat pada beberapa ijtihad Umar bin Khattab danijtihad Ibnu Taymiyah terhadap teks hadits mengenai
tas’ir 
(intervensi harga) sebagaimana yangakan dijelaskan nanti. Sedangkan teori yang digunakan untuk menyingkap dan menjelaskanhukum syariah dari berbagai kasus yang tidak ada nashnya secara khusus dapat diketahuidengan metode (istislah dan maslahah mursalah) , istihsan, sadd zariáh, úrf, istishab, qaulshahabi dan dsb. Jadi, berbagai metode yang digunakan dalam menyingkap dan menjelaskanhukum pada setiap kasus yang tidak ada nashnya, harus berorientasi kepada kemaslahatan.Penetapan hukum Islam berdasarkan pendekatan
maqashid syariah
pada umumnya sejalanatau muthabaqah dengan pendekatan kebahasaan
.
Seperti kewajiban shalat dan puasa yangdifahami dari sejumlah ayat.
Menurut pendekatan maqashid,
shalat dimaksudkan untukmemelihara agama
(hifzud al-din)
. Menurut pendekatan kebahasaan (lughawi), shalat menjadikewajiban yang mesti dilaksanakan. Namun terkadang, pendekatan
maqashid syariah
dapatmeninggalkan makna tekstual suatu ayat dan hadits dan dengan sendirinya mengabaikanpendekatan kebahasaan, dasarnya adalah pertimbangan kemaslahatan dan prinsip-prinsipumum, seperti keadilan dan kemudahan (taysir). Penerapan
maqashid
seperti ini selalu terjadidalam masalah mu’amalah. Sekalipun secara literal terlihat menyimpang dari teks, namunberdasarkan prinsip-prinsip umum Al-quran, penetapan suatu hukum tertentu adalahmengamalkan tujuan umum Al-quran. Terlalu banyak contoh dalam masalah ini, sebagaimanayang akan dijelaskan nanti.Untuk memantapkan dan melengkapi pendekatan
maqashid syariah
diperlukan pengetahuantentang tarikh tasyri’, yaitu bagaimana ulama menetapkan hukum sepanjang sejarah, mulai darisejarah tasyri’ di masa Nabi, masa sahabat, tabi’in, imam mazhab, sampai kepada zaman taqliddan kebangkitan kembali ijtihad. Dengan mempelajari bagaimana cara (metode) ulamamenetapkan hukum di zamannya, akan memberikan ilmu tersendiri bagi kita saat ini untukmenetapkan hukum-hukum Islam di era kontemporer. Misalnya bagaimana Umar bin khattabmenetapkan hukum syariah dalam menghadapi berbagai kasus yang beliau hadapi. BagaimanaAbu Bakar berijtihad dalam masalah zakat perusahaan (syirkah), bagaimana Ibnu Taymiyah
2
 
 agustianto.niriah.com
berijtihad dalam mekanisme pasar, bagaimana Abu Yusuf berijtihad tentang teknis penghitungankuantitas pajak (kharaj) yang berbeda dengan teknis Umar bin Khattab. Semua metode ijtihadmereka perlu dicontoh untuk menjawab problematika ekonomi Islam yang senantiasa muncul danberkembang.
2.
 
Pengertian Ushul Fiqh
Jika dilihat dari asal katanya,
ushul fiqh
merupakan bentuk
tarkib idhafi
(kalimatmajemuk) yang terdiri dari dua kata (
mudhaf 
dan
mudhaf ilaih), yaitu kata ushul = mudhaf 
dan
fiqh = mudhaf ilaih
.Dalam bahasa Arab,
ushul
(
لﻮﺻأ
) adalah bentuk jamak dari
ashl
(
ﻞﺻأ
).
 Ashl
secaraetimologi diartikan sebagai: fondasi sesuatu yang bersifat materi ataupun bukan. Namun dalamtermonologi syariah, kata
 Ashl
mempunyai beberapa arti, yaitu:a.
 
Dalil ; yakni landasan hukum.Contoh :
 
ﻰﻟﺎﻌﺗ
 
 ﻪﻟﻮﻗ
 
ةﻼﺼﻟا
 
بﻮﺟو
 
ﻰﻓ
 
ﻞﺻﻷاو
 
 Artinya : Dalil wajibnya shalat adalah firman Allah SWT.
Maksudnya, yang menjadi dalilnya shalat adalah ayat Al-Qur’an dan Sunnah.Dalam kalimat di atas, kata al-ashl, berarti dalil atau landasan hukum syariah
b.
 
Qaidah,
yaitu dasar atau fondasi sesuatu.
 c.
 
Rajih,
yaitu yang terkuat, seperti ungkapan para ahli
ushul
 ﺔﻘﻴﻘﺤﻟا
 
مﻼﻜﻟا
 
ﻰﻓ
 
ﻞﺻﻷاو
 
Artinya:Yang terkuat dari kandungan suatu hukum adalah arti hakikatnya (bukan arti
majazi)4. Istishab,
yakni memberlakukan hukum yang sudah ada sejak semula selama belum ada dalilyang mengubahnya.
نﺎآ
 
ﺎﻣ
 
ﻰﻠﻋ
 
نﺎآ
 
ﺎﻣ
 
ءﺎﻘﺑ
 
ﻞﺻﻷا
 
Sedangkan Fiqh secara etimologi ialah
 
ﻢﻬﻔﻟا 
 
yang berarti pemahaman yang mendalam.Seperti pada ayat-ayat berikut :
ﺂَ  ﻬِ ﺑ 
 
َ  نﻮُ  ﻌَ  ﻤْ  ﺴَ  ﻳﱠ  ﻻ 
 
ٌ  ناَ  ذاَ  ء 
 
ْ  ﻢُ  ﻬَ  ﻟَ  و 
 
ﺎَ  ﻬِ ﺑ 
 
َ  نوُ  ﺮِ ﺼْ  ﺒُ  ﻳﱠ  ﻻ 
 
ٌ  ﻦُ  ﻴْ  ﻋَ  أ  
 
ْ  ﻢُ  ﻬَ  ﻟَ  و 
 
ﺎَ  ﻬِ ﺑ 
 
َ  نﻮُ  ﻬَ  ﻘْ  ﻔَ  ﻳ ﱠ  ﻻ 
 
ٌ  بﻮُ  ﻠُ  ﻗ  
 
ْ  ﻢُ  ﻬَ  ﻟ  
 
ِ ﺲﻧِ ﻹْ  اَ  و 
 
ﱢ  ﻦِ ﺠْ  ﻟا 
 
َ  ﻦِ ﻣ 
 
اً  ﺮﻴِ ﺜَ  آ 
 
َ  ﻢﱠ  ﻨَ  ﻬَ  ﺠِ ﻟ  
 
ﺎَ  ﻧْ  أَ  رَ  ذ 
 
ْ  ﺪَ  ﻘَ  ﻟَ   َ  نﻮُ  ﻠِ ﻓﺎَ  ﻐْ  ﻟا 
 
ُ  ﻢُ  ه 
 
َ  ﻚِ ﺌَ  ﻟْ  وُ  أ  
 
ﱡ  ﻞَ  ﺿَ  أ  
 
ْ  ﻢُ  ه 
 
ْ  ﻞَ  ﺑ 
 
ِ مﺎَ  ﻌْ  ﻧَ  ﻷْ  ﺎَ  آ 
 
َ  ﻚِ ﺌَ  ﻟْ  وُ  أ  
  Artinya :
3

Activity (69)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bachtiar Arifin liked this
Sapto Sutardi liked this
Amirudieen Kalhonahoo added this note
isi nya bagus dan mudah di mengerti tpi syang susah amat mau dikopi untuk belajar gtu...
Amar Udn liked this
Han Syech liked this
Mutiara Nashiha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->