Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
191Activity
×

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ushul fiqh bagian 03 - agustianto

ushul fiqh bagian 03 - agustianto

Ratings:

5.0

(3)
|Views: 89,105|Likes:
Published by Edy Ramdan

More info:

Published by: Edy Ramdan on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/03/2013

pdf

text

original

 
 agustianto.niriah.com
BAB 3 DARI BUKU USHUL FIQH EKONOMIHUKUM, HAKIM, MAHKUM FIH, DAN MAHKUM ‘ALAIH3.1 Hukum3.1.1 Pengertian Hukum
Pengertian hukum menurut ushul fiqih adalah Titah Allah yang berkaitan denganperbuatan orang mukallaf, baik berupa tuntutan, pilihan maupun
wadh’i .
 
ﺎﻌﺿو
 
وأ
 
اﺮﻴﻴﺨﺗ
 
وأ
 
ﺎﺒﻠﻃ
 
ﻦﻴﻔﻠﻜﻤﻟا
 
لﺎﻌﻓﺄﺑ
 
ﻖﻠﻌﺘﻤﻟا
 
ﻰﻟﺎﻌﺗ
 
ﷲا
 
بﺎﻄﺧ
 
Gambar 3.1 Pembagian Hukum
1
 
 agustianto.niriah.com
3.2 Hakim3.2.1 Pengertian Hakim A. Pengertian Hakim Secara Etimologi
Secara etimologi Hakim mempunyai 2 pengertian:a. Pembuat Hukum, Yang menetapkan Hukum, Yang memunculkan hukum, Yang menjadisumber hukum, Yang menerbitkan hukumb. Yang menemukan, menjelaskan, memperkenalkan dan menyingkapkan hukum
B. Pengertian Hakim Secara Terminologi
Pengertian hakim secara terminology adalah sebagai berikut:a.
 
Hakim merupakan persoalan mendasar dan penting dalam ushul fiqh, karena berkaitandengan, “Siapa pembuat hukum sebenarnya dalam syariat Islam”, “Siapa memberikanpahala dan dosa”.b.
 
Semua Hukum tersebut bersumber dari Allah swt, melalui Nabi saw, maupun ijtihad paramujtahid yang didasarkan pada metode istimbath, seperti qiyas, ijma’, dan metode istimbathlainnya. Kaedah Ushul .
ﷲ 
 
ﻻا 
 
ﻢﻜﺣ 
 
ﻻ 
 
(Tidak ada hukum kecuali bersumber dari Allah)
c.
 
Hakim adalah Allah, Dialah Pembuat hukum dan satu-satunya sumber hukum yang dititahkankepada seluruh mukallaf, baik berkaitan dengan hukum taklify (wajib, sunnah, haram,makruh, mubah), maupun hukum wadh’iy (
sabab, syarat, mani’, sah, batal/fasid, azimah danrukhshah)
3.2.2 Dalil Hakim
Dalil-dalil yang menyatakan hanya Allah SWTPembuat Hukum:a. Al-An’am, (6) ayat 57“Menetapkan hukum itu hanya Allah. Dialah yang menjelaskan kebenaran dan Dia Pemberikeputusan yang paling baik”b. Al-Maidah, (5) ayat 49“Dan Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkanAllah dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka”
2
 
 agustianto.niriah.com
c. Al-Maidah (5) ayat 44,45,-
 
Barang siapa yang tidak memutuskan hukum menurut apa yang diturukan Allah, makamereka itulah orang-orang kafir -
 
Barang siapa yang tidak memutuskan hukum menurut apa yang diturukan Allah, makamereka itulah orang-orang yang
zalim
-
 
Barang siapa yang tidak memutuskan hukum menurut apa yang diturukan Allah, makamereka itulah orang-orang yang
fasiq
d. Menetapkan hukum apapun harus merujuk Alquran dan Sunnah (QS. An-Nisaa 4:59)“Apabila kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah danRasulnya, jika kamu beriman kepada Allah dan Hari kiamat”e. Allah membatalkan iman seseorang sampai ia rela menetapkan hukum sesuai dengankehendak Allah dan rela dengan hukum-hukum Allah tersebut : (QS 4:65)“Demi Tuhanmu, Mereka pada hakikatnya tidak beriman, hingga mereka menjadikan kamu(Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian merekatidak merasa keberatan terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengansepenuhnya.”Kita dan semua ulama sepakat tantang “Hanya Allah sebagai Hakim, (pembuat
syari)
”,Tetapi bagaimana jika wahyu (
syara’)
belum turun seperti di zaman sebelum Nabi Muhammaddiutus (Zaman Fatrah)?Dalam hal ini timbul persoalan, “Siapa hakim,
syari’
atau pembuat hukum?” Apakahtelah ada kewajiban bagi manusia untuk menjalankan syariat atau keharusan baginya untukmeninggalkan larangan? sementara rasul pembawa syariat belum datang?Apakah akal sebelum datangnya wahyu mampu menentukan (mengetahui) baikburuknya sesuatu, sehingga orang yang berbuat baik diberi pahala dan orang yang berbuatburuk dikenakan dosa (sanksi hukum)? sehingga akal bisa menjadi pembuat hukum?Dalam menyelesaikan persoalan inilah, kita perlu melihat kembali definisi Hakim yangkeduaBerkaitan dengan definisi
Hakim
yang kedua,yaitu: Yang menemukan, menjelaskan,memperkenalkan dan menyingkapkan hukum, para ulama ushul membaginya kepada duakondisi (masa), yaitu:
3

Activity (191)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bachtiar Arifin liked this
Rio Hermadi liked this
awal_jihad liked this
Vina Aulia liked this
Sinta Nuriah liked this
percaya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->