agustianto.niriah.com
6.3 Kehujjahan Al-quran Menurut Pandangan Ulama Mazhab
Para ulama ushul fiqh sepakat bahwa Al-Quran merupakan sumber utama hukum Islam
dan wajib diamalkan. Para mujtahid tidak dibenarkan menjadikan dalil lain sebagai hujjah
sebelum membahas dan meneliti ayat-ayat Al-Quran. Jika tidak ditemukan dalam Al-Quran
barulah dibenarkan mencari dalil yang lain.
A. Pandangan Abu Hanifah
Abu Hanifah sependapat dengan jumhur bahwa Al-Quran merupakan sumber hukum
pertama hukum Islam. Namun ia berbeda mengenai Al-Quran itu, apakah mencakup makna dan
lapaz atau maknanya saja.Menurut Abu Hanifah hanya maknanya saja, Misalnya ia mengatakan
boleh shalat dalam bahasa \u2018ajam (luar Arab).Tapi ini bagi orang pemula dan, tidak untuk
seterusnya .
B. Pandangan Imam Malik
Hakikat Al-Quran adalah kalam Allah yang lapaz dan maknanya dari Allah. Ia bukan
makhluk, karena kalam adalah termasuk sifat Allah. Suatu yang termasuk sifat Allah, tidak
dikatakan makhluk, bahkan dia memberikan predikat kafir zindiq terhadap orang yang
menyatakan Al-Quran makhluk.
Imam Malik mengikuti ulama salaf (sahabat-tabi\u2019in) yang membatasi pembahasan Al-
Quran sesempit mungkin, agar tidak terjadi kebohongan atau tafsir serampangan terhadap Al-
Quran, maka kitab Al-Muwaththa\u2019 dan Al_Mudawwanah, sarat dengan pendapat sahabat dan
tabi\u2019in.
Petunjuk lapaz yang terdapat dalam Al-Quran ada dua macam, yaitumuhk amat dan
mutasyabihat (sesuai surah Ali Imran ayat 7)
1) Ayat-ayat Muhkamat
Ayatmuhkay at adalah ayat yang tegas dan terang maksudnya serta dapat dipahami dengan
mudah.
2) Ayat-ayat mutasyabihat
Ayatmutasyabihat adalah ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian yang tidak
dapat ditentukan artinya, kecuali setelah diselidiki secara mendalam.
Pembagian Muhkamat Menurut Imam Malik
Muhkamat terbagi kepada dua, yaitu lapaz nash dan lapaz zhahir.
3
Leave a Comment