Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum Fisika Dasar II - DEVIASI DAN INDEKS BIAS PRISMA

Laporan Praktikum Fisika Dasar II - DEVIASI DAN INDEKS BIAS PRISMA

Ratings: (0)|Views: 4,019 |Likes:
Laporan praktikum ketiga dalam mata kuliah fisika dasar 2 jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Manado program studi Fisika Geothermal
Laporan praktikum ketiga dalam mata kuliah fisika dasar 2 jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Manado program studi Fisika Geothermal

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Yonathan Andrianto Suroso on Mar 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2014

pdf

text

original

 
 
 NAMA : YONATHAN ANDRIANTO SUROSO NIM : 12300041
Laporan Praktikum Fisika Dasar 2
 
Judul Percobaan : Deviasi dan Indeks Bias Prisma
 
Jurusan FisikaUniversitas Negeri ManadoFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamProgram Studi Geothermal
 
 
Laporan Praktikum Fisika Dasar 2Deviasi dan Indeks Bias PrismaJurusan Fisika Universitas Negeri Manado
A. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan percobaan pada praktikum Fisika Dasar 2 tentang Deviasi dan IndeksBias Prisma adalah:1.
 
Mengukur dengan benar sudut deviasi dan sudut deviasi minimum pada prisma.2.
 
Menghitung dengan benar besarnya indeks bias bahan prisma
B. ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang kami gunakan dalam praktikum ini adalah:1.
 
Prisma sama sisi 1 buah2.
 
Prisma sama kaki 1 buah3.
 
Jarum pentul 4 buah4.
 
Busur derajat 1 buah5.
 
Mistar 1 buah
C. DASAR TEORI
Prisma adalah zat bening (transparan) terbuat dari kaca yang dibatasi oleh dua bidang datar dan membentuk sudut tertentu yang berfungsi menguraikan (sebagai pembias) sinar yang mengenainya. Permukaan ini disebut
bidang pembias
, dan sudutyang dibentuk oleh kedua bidang pembias disebut
sudut pembias
(
β
). Apabilaseberkas sinar datang pada salah satu bidang prisma yang kemudian disebut sebagai bidang pembias I, akan dibiaskan mendekati garis normal. Sampai pada bidang pembias II, berkas sinar tersebut akan dibiaskan menjauhi garis normal.Pada bidang pembias I, sinar dibiaskan mendekati garis normal, sebab sinar datang dari zat optik kurang rapat ke zat optik lebih rapat yaitu dari udara kekaca. Sebaliknya pada bidang pembias II, sinar dibiaskan menjauhi garis normal,sebab sinar datang dari zat optik rapat ke zat optik kurang rapat yaitu dari kaca keudara. Akibatnya, seberkas sinar yang melewati sebuah prisma akan mengalami pembelokan arah dari arah semula.Cahaya yang melalui prisma akan mengalami dua kali pembiasan, yaitu saatmemasuki prisma dan meninggalkan prisma. Jika sinar datang mula-mula dan sinar  bias akhir diperpanjang, maka keduanya akan berpotongan di suatu titik danmembentuk sudut yang disebut
sudut deviasi
. Jadi, sudut deviasi (δ) adalah sudut
yang dibentuk oleh perpanjangan sinar datang mula-mula dengan sinar yangmeninggalkan bidang pembias atau pemantul.
 
Laporan Praktikum Fisika Dasar 2
 
Deviasi dan Indeks Bias Prisma
Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado
Gambar 1. SUDUT DEVIASI DALAM PEMBIASAN PRISMA
 
Gambar tersebut memperlihatkan bahwa berkas sinar tersebutdalam prisma mengalami dua kali pembiasan sehingga antara berkas sinar masuk ke prisma dan berkas sinar keluar dari prisma tidak lagi sejajar. Besarnya sudut deviasitergantung pada sudut datangnya sinar.Jadi, sudut deviasi dirumuskan sebagai:
 di mana :
δ
: sudut deviasii
1
: sudut datang pada prisma
2
: sudut bias sinar meninggalkan prisma
β
: sudut pembias prisma, yaitu i
2
(sudut datang permukaan kedua) + r 
1
(sudut bias permukaan pertama)Besarnya sudut deviasi sinar bergantung pada sudut datangnya cahaya ke prisma.
 
Apabila sudut datangnya sinar diperkecil, maka sudut deviasinya pun akansemakin kecil. Sudut deviasi akan mencapai minimum (
δ
m
 
atau δ = 0
) jika sudutdatang cahaya ke prisma sama dengan sudut bias cahaya meninggalkan prisma atau pada saat itu berkas cahaya yang masuk ke prisma akan memotong prisma itu menjadisegitiga sama kaki, sehingga berlaku: i
1
= r 
2
= i (dengan
i
adalah sudut datang cahayake prisma) dan i
2
= r 
1
= r (dengan
adalah sudut bias cahaya memasuki prisma). Olehkarena itu, persamaan sudut deviasi di atas dapat dituliskan kembali dalam bentuk:

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
Enggel Fransiska liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Dina Nur Adilah liked this
Lybie Odjajian liked this
Pradita Ajeng liked this
Lybie Odjajian liked this
Awaliah Lia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->