Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sosrokartono

Sosrokartono

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 2,912 |Likes:
Published by dadigareng
" Ing donya mung kebak kangelan,
sing ora gelem kangelan aja ing donya. "
" Di dunia penuh dengan kesusahan, yang tidak mau susah jangan di dunia. "
" Ing donya mung kebak kangelan,
sing ora gelem kangelan aja ing donya. "
" Di dunia penuh dengan kesusahan, yang tidak mau susah jangan di dunia. "

More info:

Published by: dadigareng on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2012

pdf

text

original

 
SOSROKARTONO
" Ing donya mung kebak kangelan,sing ora gelem kangelan aja ing donya. "
" Di dunia penuh dengan kesusahan, yang tidak mau susah jangan di dunia. "Quote:Originally Posted by
Suzaku Musha
 1
 
Sekilas Biografi
Raden Mas Panji Sosrokartono lahir di Mayong pada hari Rabu Pahing tanggal 10 April 1877 M.Beliau adalah putera R.M. Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Semenjak kecil beliau sudahmempunyai keistimewaan, beliau cerdas dan mempunyai kemampuan membaca masa depan.Kakak dari ibu kita Kartini ini, setelah tamat dari Eropesche Lagere School di Jepara, melanjutkan pendidikannya ke H.B.S. di Semarang. Pada tahun 1898 meneruskan sekolahnya ke negeri Belanda.Mula-mula masuk di sekolah Teknik Tinggi di Leiden, tetapi merasa tidak cocok, sehingga pindahke Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur. Beliau merupakan mahasiswa Indonesia pertama yangmeneruskan pendidikan ke negeri Belanda, yang pada urutannya disusul oleh putera-puteraIndonesia lainnya. Dengan menggenggam gelar Docterandus in de Oostersche Talen dari PerguruanTinggi Leiden, beliau mengembara ke seluruh Eropa, menjelajahi pelbagai pekerjaan.Pada tahun 1917, koran Amerika The New York Herald Tribune, di kota Wina, Ibukota Austria,membuka lowongan kerja sebagai wartawan perang untuk meliput Perang Dunia I. Salah satu tesadalah menyingkat-padatkan sebuah berita dalam bahasa Perancis yang panjangnya satu kolommenjadi berita yang terdiri atas kurang lebih 30 kata, dan harus ditulis dalam 4 bahasa yaitu Inggris,Spanyol, Rusia dan Perancis sendiri. Drs Raden Mas Panji Sosrokartono, putra Bumiputra yang ikutmelamar, berhasil memeras berita itu menjadi 27 kata, sedangkan para pelamar lainnya lebih dari 30kata. Persyaratan lainnya juga bisa dipenuhi oleh RMP Sosrokartono sehingga akhirnya ia terpilihsebagai wartawan perang surat kabar bergengsi Amerika, The New York Herald Tribune.Agar supaya pekerjaannya lancar ia juga diberi pangkat Mayor oleh Panglima Perang AmerikaSerikat.RMP Sosrokartono seorang poliglot, ahli banyak bahasa. Ia menguasai 24 bahasa asing dan 10 bahasa suku di tanah Nusantara. Sebelum ia menjadi wartawan the New York Herald Tribune, ia bekerja sebagai penterjemah di Wina, ibukota Austria. Di Wina ia terkenal sebagai seorang “jeniusdari Timur”. Ia juga bekerja sebagai wartawan beberapa surat kabar dan majalah di Eropa. Di dalam buku ‘Memoir’ Drs Muhammad Hatta diceritakan kalau RMP Sosrokartono mendapat gaji 1250Dollar dari surat kabar Amerika. Dengan gaji sebesar itu ia dapat hidup mewah di Eropa.Sebelum Perang Dunia I berakhir, pada bulan November 1918, RMP Sosrokartono terpilih oleh blok Sekutu menjadi penterjemah tunggal, karena ia satu-satunya pelamar yang memenuhi syarat-syarat mereka yaitu ahli bahasa dan budaya di Eropa dan juga bukan bangsa Eropa. Dalam‘Memoir’ tulisan Drs Muhammad Hatta ditulis kalau RMP Sosrokartono juga menguasai bahasaBasque, menjadi penterjemah pasukan Sekutu kala melewati daerah suku Basque. Suku Basqueadalah salah satu suku yang hidup di Spanyol. Ketika Perang Dunia I menjelang akhir, diadakan perundingan perdamaian rahasia antara pihak yang bertikai.Pihak-pihak yang berunding naik kereta api yang kemudian berhenti di hutan Compaigne diPerancis Selatan. Di dalam kereta api, pihak yang bertikai melakukan perundingan perdamaianrahasia. Di sekitar tempat perundingan telah dijaga ketat oleh tentara dan tidak sembarangan orangapalagi wartawan boleh mendekati tempat perundingan dalam radius 1 km. Semua hasil perundingan perdamaian rahasia tidak boleh disiarkan, dikenakan embargo sampai perundinganyang resmi berlangsung. Dalam Sejarah Dunia, Perundingan Perdamaian Perang Dunia ke I yangresmi berlangsung di kota Versailles, di Perancis.Ketika banyak wartawan yang mencium adanya ‘perundingan perdamaian rahasia’ masih sibuk mencari informasi, koran Amerika The New York Herald Tribune ternyata telah berhasil memuathasil perundingan rahasia tersebut. Penulisnya ‘anonim’, cuma menggunakan kode pengenal‘Bintang Tiga’. Kode tersebut di kalangan wartawan Perang Dunia ke I dikenal sebagai kode dariwartawan perang RMP Sosrokartono. Konon tulisan itu menggemparkan Amerika dan juga Eropa.Yang menjadi pertanyaan bagaimana RMP Sosrokartono bisa mendapat hasil perundingan perdamaian yang amat dirahasiakan dan dijaga ketat? Apakah RMP Sosrokartono menjadi2
 
 penterjemah dalam perundingan rahasia tersebut? Kalau ia menjadi penterjemah dalam perundinganrahasia itu lalu bagaimana ia menyelundupkan beritanya keluar? Seandainya ia tidak menjadi penterjemah dalam perundingan perdamaian rahasia itu, sebagai wartawan perang, bagaimanacaranya ia bisa mendapat hasil perundingan perdamaian rahasia tersebut? Sayangnya dalam bukuBiografi RMP Sosrokartono tidak ada informasi mengenai hal ini. Namun tak dapat disangkal lagi, berita tulisan RMP Sosrokartono di koran New York Herald Tribune mengenai hasil perdamaianrahasia Perang Dunia I itu merupakan salah satu prestasi luar biasa Sosrokartono sebagai wartawan perang.Tahun 1919 didirikan Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations) atas prakarsa Presiden AmerikaSerikat Woodrow Wilson. Dari tahun 1919 sampai 1921, RMP Sosrokartono, anak Bumiputra,mampu menjabat sebagai Kepala Penterjemah untuk semua bahasa yang digunakan di Liga Bangsa-Bangsa. Ia berhasil mengalahkan poliglot-poliglot dari Eropa dan Amerika sehingga meraih jabatantersebut. Liga Bangsa-Bangsa kemudian berubah nama menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa(United Nations Organization) pada tahun 1921. Tahun 1919 RMP Sosrokartono juga diangkatmenjadi Atase Kebudayaan di Kedutaan Besar Perancis di Belanda.Sampai suatu ketika terdengar berita tentang sakitnya seorang anak berumur ± 12 tahun. Anak ituadalah anak dari kenalannya yang menderita sakit keras, yang tak kunjung sembuh meki sudahdiobati oleh beberapa dokter. Dengan dorongan hati yang penuh dengan cinta kasih dan hasrat yang besar untuk meringankan penderitaan orang lain, saat itu juga beliau menjenguk anak kenalannyayang sakit parah itu. Sesampainya di sana, beliau langsung meletakkan tangannya di atas dahi anak itu dan terjadilah sebuah keajaiban. Tiba-tiba si bocah yang sakit itu mulai membaik denganhitungan detik, dan hari itu juga ia pun sembuh.Kejadian itu membuat orang-orang yang tengah hadir di sana terheran-heran, termasuk juga dokter-dokter yang telah gagal menyembuhkan penyakit anak itu. Setelah itu, ada seorang ahli Psychiatrie3

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Endro Rastadi liked this
Endro Rastadi liked this
adiwskt212 liked this
Abu Nisa liked this
adiwskt212 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->