• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
Download

Tidak mudah melihat motivasi di balik tindakan pengambilalihan yang kemudian
diikuti nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda tersebut. Apakah benar-
benar digunakan untuk menekan Belanda, atau sebagai usaha mengangkat
perekonomian negara, atau menjadi salah satu jalan yang dipakai kaum komunis
untuk merebut kekuasaan.

Menguatnya Peran Ekonomi Negara :
Nasionalisasi Perusahaan Belanda di Indonesia
Bondan Kanumoyoso

N
Nasionalisasi
P
Perusahaan
B
Belanda di
I
Indonesia
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Bondan Kanumoyoso. Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Belanda di

Indonesia. \u2013 Cet. 1 -- Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 2001 XXI, 137 hlm.: 21 cm
ISBN 979-416-693-6
1. Indonesia -- Keadaan Ekonomi, 1994

I. Judul

Nasionalisasi Perusahaan Belanda di Indonesia
Menguatnya Peran Ekonomi Negara
Bondan Kanumoyoso

2001 /SEJ/01
Desain Sampul : Ibnoe Wahyudi
Penata Letak : Donny Kaparang
Hak Pengarang dilindungi Undang-undang
Diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan, anggota Ikapi
Jakarta

Cetakan Pertama, 2001
Dicetak oleh. PT. Primacon Jaya Dinamika
i
Kata Pengantar

Perubahan sistem ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional merupakan
masalah pokok dari buku ini. Titik sentralnya adalah nasionalisasi perusahaan-
perusahaan Belanda di Indonesia, 1957-1959.

Terdapat tiga hal menonjol dalam buku ini. Pertama, kenyataan, memang benar
para ahli sejarah di Indonesia sangat jarang menaruh perhatian pada sejarah
ekonomi periode kontemporer. Padahal perubahan struktur ekonomi merupakan
bagian penting dari strategi perjuangan elite politik sejak tahun 1920-an.
Kemenangan politik yang diperoleh melalui perjuangan bersenjata (1945-50) dan
penyerahan kedaulatan 1949, bagi kebanyakan elite politik tersebut hanya
sebagian saja dari kemenangan. Maka tidaklah mengherankan kalau banyak
kalangan dalam tahun 1950-an belum puas. Selain masalah Irian Barat, masalah
ekonomi juga menjadi target dari perjuangan mereka ketika itu. Keistimewaan
dari buku ini adalah adanya upaya untuk menjelaskan faktor-faktor apa yang
akhirnya mengubah ekonomi kolonial ini menjadi ekonomi nasional.

Keistimewaan kedua adalah metodologi eksplanasi strukturis yang digunakan
dalam buku ini. Pendekatan dalam ilmu sejarah yang muncul sejak tahun 1980-an
itu, tidak sekedar mempelajari struktur sosial, tetapi (sejalan dengan kaidah-
kaidah ilmu sejarah), mempelajari perubahannya. Mekanisme perubahan itu
bukan terkandung dalam struktur sosial, tetapi dalam peristiwa (tindakan individu
atau kelompok) yang bersimbiose dengan struktur sosial. Tujuan dari pendekatan
strukturis adalah menemukan \u2018causal mechanism\u2019 dari perubahan struktural itu,
seperti halnya peranan elite politik dan pemerintah dalam buku ini. Namun
demikian perubahan sosial tidak selalu membawa hasil seperti yang diharapkan

(\u2018intended results\u2019). Sangat sering perubahan sosial justru membawa hasil yang

tidak diharapkan (\u2018unintended results\u2019). Buku ini menunjukkan, bahwa peristiwa- peristiwa di tahun 1950-an itu ternyata berakibat pada menguatnya peranan negara dalam ekonomi.

Kenyataan itu menghadapkan kita pada pertanyaan, apakah situasi ekonomi
Indonesia pasca-kolonial merupakan variasi dari apa yang oleh Boeke di masa
penjajahan disebut sebagai \u2018ekonomi dualis\u2019, atau bahkan yang juga diartikan
sebagai \u2019ekonomi dependensia\u2019?

Keistimewaan ketiga dari buku ini adalah kelengkapan teknis ilmu sejarah.
Penulis tidak saja menggunakan sumber-sumber sekunder (buku-buku), tetapi
keterangan primer dalam kearsipan yang menjadi prasyarat utama dalam
penelitian sejarah, telah dimanfaatkan dengan benar. Sumber kearsipan di Arsip
Nasional RI, arsip Sekneg, bahkan arsip BI, dimanfaatkan penulis sesuai metode
penelitian sejarah.

Sehingga, selain menampilkan eksplanasi kausal dan obyektivitas yang memang
dikejar dalam ilmu sejarah, buku ini juga menampilkan keterangan-keterangan
yang orisinal (dari bahan kearsipan tersebut) dan kronologi yang konsisten.

of 00

Commenting has been disabled.